20 September 2009

Andaikata Chris John Berlebaran

66602_chris_john_vs_rocky_juarez_thumb_300_225 Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama, pada hari Sabtu, 19 September 2009, melalui sidang isbat menyatakan bahwa hari raya Idul Fitri alias Lebaran jatuh pada hari Minggu, 20 September 2009. Dengan demikian, perayaan hari raya Idul Fitri bisa terlaksana secara bersamaan (kecuali beberapa golongan minoritas Islam yang telah melaksanakannya). Lalu apa hubungannya dengan Chris John?

 

Pada hari Minggu 20 September 2009, di Amerika, Chris “Dragon” John bertarung melawan Rocky Juares dalam pertarungan memperebutkan gelar juara dunia kelas bulu (57,1kg) versi WBA. Pertandingan ini merupakan pertandingan ulang karena pada pertemuan pertama, mereka memetik hasil imbang alias draw. Pada pertemuan kedua ini, sayangnya, niat chris John untuk memaksa Juares mencium kanvas kandas. Namun demikian, hasil tidaklah jauh mengecewakan, karena dari ketiga juri, mereka memberi nilai lebih untuk Chris, 114-113, 119-109, karena memang Chris mendominasi dalam pengumpulan angka.

Mengapa pertandingan ini dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 1 swawal atau lebaran. Namanya juga orang Amerika, disana tidak ada lebaran. Dan Chrispun, dari namanya jelas dia seorang nasrani, nasrani yang patuh kalau kita lihat pada setiap pertandingannya, juga tidak begitu terpengaruh dengan hari raya Lebaran. Andaikata Chris John, apa jadinya ya?

Jelas konsentrasinya akan terpecah. Akan teringat sholat Ied, teringat halal bi halal, sungkem kepada kedua orang tua, teringat lontong atau ketupat, opor ayam, sambel goreng udang dll, dll, dll. Jangankan menang, bisa draw saja mungkin berat, kalah lebih mungkin, mencium kanvas bisa jadi. Kasihan sekali jika bertanding sementara konsentrasi terpecah, pasti akan jadi bulan-bulanan pihak lawan.

Semoga, dengan gelar juara dunia kelas bulu (57,1kg) versi WBA untuk ke-12 kalinya, merupakan hadiah Chris John kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sedang berlebaran.

 

تقبل الله منا ومنك

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Baca terus >>

19 September 2009

Noordin M Top Batal Makan Lontong Opor

jenazah-noordin

Siapa tak kenal orang ini. Anak kecil di kampungkupun tahu dan hafal namanya, walaupun tidak tahu wajahnya atau orangnya. Memang dia terkenal namanya, tapi tidak dengan wajahnya, walaupun poster dan baliho dipasang dimana-mana.

Foto Jenazah Noordin M Top

Banyak orang tidak mengenal wajahnya, sehingga sudah belasan orang yang menjadi tetangga tidak mengenalnya, dan mungkin juga banyak perempuan yang berhasil disuntingnya. Bahkan polisipun tidak bisa serta merta mengklaim korban penggrebekan hari Kamis, 17 September 2009 di Jebres Surakarta minggu ini adalah Noordin M Top, sang teroris. Polisi harus bersusah dan payah untuk meyakinkan bahwa korban adalah Noordin M Top. Mulai dari pengenalan ciri-ciri fisik khusus yang ada pada tubuhnya, sidik jarinya, bahkan DNA nya pun harus di tes dan dicocokkan dengan DNA keluarganya.

Hebat, untuk mencarinya saja polisi butuh waktu hampir 9 tahun. Menguras tenaga dan biaya. Sekarang untuk mengidentifikasikannyapun butuh waktu dan biaya lagi. Kok merepotkan amat sih orang ini?

Seluk dan beluk penangkapan teroris nomor satu Noordin M Top ini tentu tidak perlu dibahas panjang lebar. Sudah banyak media yang mengulasnya. Tidak perlu kiranya saya ikut-ikutan. Wong saya juga tidak punya sumber berita sendiri, paling juga kopa sana kopi sini.

Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah, mengapa polisi (Densus 88) kok ya menembak Noordin ini pada bulan puasa. Mbok ya sebentar lagi, setelah lebaran. Biar Noordin bisa bermaaf-maafan dulu, kepada orang-orang yang pernah disakitinya. Bagaimanapun, para korban pengeboman itu adalah orang yang tidak sepantasnya mati dengan cara seperti itu. Tidaklah dibenarkan dalam agama membunuh orang kecuali dalam peperangan. Jangankan membunuh atau menyakiti orang, mengencingi lubang semutpun kita dilarang.

Ada baiknya kita beri kesempatan pak Noordin M Top ini minta maaf. Sukur-sukur kalau tim Densus 88 mau nembak ya jangan sampai mati dulu. Nanti setelah lebaran baru ditembak mati. Kan lumayan buat mengurangi dosa-dosanya, Iya tho. Biar dia juga bisa merasakan enaknya ketupat dan lontong opor. Siapa tahu kelak dia bisa kembali ke negaranya, ketupat dan lontong opor kan bisa diklaim milik Malaysia. Batal deh, rencana Noordin M Top makan lontong opor.

Nah yang terakhir ini menjadi tambah aneh menurut saya. Kalau kemarin-kemarin, Batik, Reog, Pendet, Terang Bulan, diklaim sebagai kebudayaan Malaysia, Sipadan, Ligitan, Jemur, Ambalat diklaim sebagai wilayahnya, sementara Noordin M Top, yang jelas-jelas warganya, mereka tidak berani terang-terangan mengatakan “Ini, Noordin M Top, teroris top asli Malaysia”. Urusan yang enak-enak dan baik-baik saja mereka mau mengklaim, tapi untuk yang jelek-jelek begini dia tidak mau. Payah ….

Baca terus >>

14 September 2009

ME

me ME dapat diartikan dan dipanjangkan sesuai dengan hati nurani masing-masing. Bill Gates mengartikan ME dengan Millenium Edition (Windows ME), komunitas Linux mengartikan ME dengan Muslim Edition (Ubuntu ME), masyarakat yang berbahasa Inggris mengartikan ME dengan aku atau kami, tetangga saya mengatakan ME adalah Makne Eko, teman-teman saya mengatakan ME itu Makan Enak dan masih banyak lagi kata yang bisa digunakan untuk mengartikan ME.

Masyarakat pendidikan umumnya dan di Kendal pada khususnya mengartikan ME adalah Monitoring Evaluasi. ME adalah sebuah rutinitas yang harus dilakukan jajaran pendidikan di Kabupaten Kendal untuk menilai kinerja kepala sekolah entah itu di SD, SMP, SMA, maupun SMK. Kepala Sekolah perlu dinilai dan dimonitor kaitannya dengan pengelolaan sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Baik tidaknya perjalanan sekolah, yang memegang peranan yang penting adalah kepala sekolah.

Secara garis besar, fungsi kepala sekolah ada 8, yaitu:

  1. pendidik (educator), pada dasarnya kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Maka ia wajib mengajar/membimbing siswa dengan batasan minimal 6 jam pelajaran.
  2. manager,
  3. administrator,
  4. penyelia (supervisor)
  5. pemimpin (leader)
  6. inovator
  7. motivator
  8. entrepreneur (kewirausahaan)

Penilaian kepala sekolah (ME) tersebut dilakukan oleh sebuah tim yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan setempat. Biasanya, anggota tim penilai adalah pengawas sekolah baik dari dalam kabupaten maupun dari luar kabupaten. Hasil dari ME ini dipergunakan sebagai pertimbangan atas kelayakan seseorang untuk menjabat lagi atau harus turun menjadi guru. Di kabupaten Kendal, seorang kepala sekolah minimal harus memiliki nilai baik (B) agar dapat diangkat kembali menjadi kepala sekolah untuk periode kedua, dan minimal amat baik (A) agar dapat diangkat menjadi kepala sekolah untuk periode ketiga. Setelah 3 periode menjadi kepala sekolah, maka harus lengser menjadi guru biasa.

Dalam rangka menyambut ME ini, banyak kepala sekolah yang kalang kabut mempersiapkan administrasi maupun sarana dan prasarana yang ada. Semua warga sekolah digerakkan untuk ikut mensukseskan ME ini. Padahal, yang dinilai adalah kinerja kepala sekolah. Lain halnya dengan akreditasi sekolah, yang dinilai adalah sekolah. Tugas mengajar kadang ditinggalkan, kerja lembur sampai malam sudah menjadi hal yang biasa dalam menyambut datangnya tim ME ke sekolah. Ini adalah saatnya warga sekolah (guru dan karyawan) membantu kepala sekolah yang dianggap baik dan disukai bawahan, dan juga bisa jadi saat pembalasan bagi kepala sekolah yang otoriter dan tidak disukai bawahan.

Bagi kepala sekolah yang baik, maka warga sekolah akan bahu membahu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan agar hasil ME tidak mengecewakan. Tetapi bagi kepala sekolah yang arogan, otoriter dan tidak bisa memimpin bawahannya, kadang saat ME menjadi saat pembalasan. Mereka menganggap bahwa ME adalah keperluan kepala sekolah, sehingga guru dan karyawan tidak perlu membantunya. Sangat tidak mungkin kepala sekolah bekerja sendiri bisa berhasil lolos ME tanpa bantuan dari semua warga sekolah.

Maka dari itu, seorang kepala sekola sebenarnya tidak hanya dinilai oleh atasannya saja, tetapi juga oleh bawahan. Penilaian oleh bawahan ini kadang lebih menyakitkan dan menyiksa daripada penilaian oleh atasan.

Lepas dari ME kepala sekolah di kabupaten Kendal pada bulan puasa ini, seharusnya kita juga ingat bahwa kita sebagai manusia juga harus di ME.  Selama ini, kita sebagai manusia jarang yang melakukan monitoring dan evaluasi pada diri sendiri. Pada bulan suci ini, marilah kita lakukan ME pada diri kita sendiri. Bagaimanakah hubungan kita dengan Allah sang pencipta, dan hubungan kita kepada sesama manusia. Semoga kita semua bisa lolos ME pada bulan Romadhon tahun ini.

(Sepertinya endingnya kok kurang enak ya…. memang saya hanya guru IPA yang tidak pinter nulis)

Baca terus >>

06 September 2009

Workshop Nasional Linux Untuk Pendidikan



Bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Weleri, pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 5 dan 6 September 2009, diadakan Workshop Nasional Linux Untuk Pendidikan dengan tema Pesantren Sabily 2009, dengan
pembicara utama Bp. Onno W Purbo sebagai peracik distro Linux Ubuntu Sabily dan Bp. Agus Muhajir (ini bener-bener orang lokal Kendal) peracik program sistim informasi sekolah berbasis web SISFOKOL. Peserta yang hadir tidak hanya dari Kab. Kendal, tetapi juga dari luar kota seperti Kudus, Rembang, Temanggung dan lain-lain.
Sebenarnya, saya masih malas untuk menulis artikel ini, karena pak Sawali belum menulisnya dengan tema yang sama. Karena pada acara tersebut juga diadakan kumpul blogger Kendal, dimana pak Sawali, Pak Akhmad Sholeh dkk juga turut hadir. Tetapi demi membunuh kantuk karena begadang sampai jam 1 mlam, maka ya mohon maaf pak Sawali, bukan bermaksud kurang ajar mendahului orang tua.
Saat ini bangsa Indonesia boleh dikatakan bangsa yang miskin jika dilihat dari jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, kata pak Onno. Akan tetapi menjadi menyakitkan ketika miskin tetapi sombong. Lho ..... Ya, bangsa ini miskin tetapi mampu membeli perangkat lunak berbayar untuk sistem operasi dan aplikasi seperti milik Microsoft. Harganya tidak murah, dan tentu uang akan mengalir menimbun Bill Gates sang pemilik Microsoft. Ini adalah perilaku yang tidak wajar, untuk hidup makmur sendiri saja belum mampu, kok malah memakmurkan orang yang sudah makmur, iya tho. Tapi kita kan bisa cari yang bajakan, cari hack atau crack nya, cari SN maupun key filenya dari internet, kan tidak perlu memakmurkan Bill Gates, begitu kata sebagian (besar) penduduk Indonesia. Iya sih memang, tapi perlu diketahui juga, bahwa itu adalah perbuatan melawan hukum, baik hukum agama maupun hukum negara. Haram hukumnya menurut agama, dan pidana menurut hukum negara. Apa ya mau memilih yang seperti itu?
Ada alternatif yang lebih cocok buat bangsa kita agar tetap dapat menggunakan software-software komputer tanpa harus membeli dan tanpa harus membajak. Apa itu? Open Source jawabnya. Kita lebih layak menggunakan software open source yang gratis, tidak usah membayar dan jelas legal dan halal.
Dalam workshop tersebut, Pak Onno menunjukkan banyak kehebatan dari open source dalam hal in adalah Linux Ubuntu Sabily. Banyak efek-efeh heboh menggairahkan dan merangsang, yang tidak ada pada Windows Vista sekalipun. Sayapun gelang-geleng, monggat-manggut, monthak-manthuk melihat kehebohan-kehebohan yang ditunjukkan. Dari situpun saya menjadi tersadar dari semaput yang sekian lama karena masih menggunakan windows.
Perubahan memang tidak mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu yang panjang bahkan sangat panjang. Karena untuk komunitas pendidikan menyangkut banyak orang.
Dalam kesempatan ini, Bp. Utomo dari Dinas Dikpora kab. Kendal dan Bp. Ibnu dari RSU Kendal yang turut hadir, siap untuk menggenjot laju pertumbuhan open source di Kendal, dan berupaya menjadikan Kendal sebagai kota open source.
Satu hal yang sangat berkesan dari pesan Pak Onno adalah, marilah berusaha untuk bisa memberi manfaat bagi orang lain, salah satunya ya dengan membelajarkan open source kapada orang lain, sehingga open source lebih cepat perkembangannya.
(tulisan yang lebih lengkap dengan bahasa yang bagus santun sesuai EYD dapat di baca di sini

Baca terus >>