30 Oktober 2008

SOEMPAH PEMOEDA



Dalam sejarah bangsa ini, ada dua sumpah yang sangat terkenal, Sumpah Palapa oleh Mahapatih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit dan Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh para pemuda dari seluruh penjuru nusantara pada Kongres Pemuda II tahun 1928. Kedua sumpah tersebut terbukti ampuh dan sakti. Mahapatih Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya berhasil menyatukan seluruh wilayah nusantara yang wilayahnya lebih luas dari wilayah Indonesia saat ini, karena beberapa negara tetangga merupakan wilayah Majapahit pada masa kekuasaan Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada. Sumpah Pemuda juga berhasil menyatukan pemuda dari berbagai tempat di nusantara dengan keragaman bahasa, suku bangsa, dan agama, dengan satu tekad berjuang membebaskan diri dari cengkeraman penjajah.
Sumpah Palapa saat ini hanya menjadi materi dalam pelajaran sejarah. Tidak kita peringati dengan upacara atau bentuk peringatan yang lain. Bisa jadi kalau ada peringatan Sumpah Palapa akan menimbulkan kecurigaan negara-negara tetangga, akan invasi negara kita ke negara-negara tetangga yang pernah menjadi bagian dari kerajaan Majapahit Raya. Sementara Sumpah Pemuda yang langsung berhubungan dengan perjalanan sejarah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, selain menjadi bagian materi pelajaran Sejarah dan Pendidikan Kewarganegaraan, setiap tahun diperingati dengan upacara bendera di kantor-kator maupun sekolah-sekolah. Celakanya peringatan itu hanyalah sebatas upacara tanpa makna, seremoni tanpa arti dan rutinitas yang tiada berbekas. Jangankan roh dan jiwa Sumpah Pemuda, arti Sumpah Pemuda pun jarang yang peduli. Yang diketahui generasi sekarang tidak lebih dari tanggal dan kalimat yang tertuang dalam Sumpah Pemuda.

pertama Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia
Kedua Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia
Ketiga Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Tampaknya memang sudah menjadi penyakit bangsa ini, tidak bisa mengambil makna dari setiap kejadian besar yang terjadi pada masa lampau. Bangsa ini masih saja suka membeda-bedakan ras, suku bangsa dan agama sebagai pemicu perselisihan sampai permusuhan bahkan peperangan. Disintegrasi menjadi bayang-bayang yang menakutkan mengintai bangsa ini. Bagaimana pemudanya? Payah (walaupun saya yakin tidak semua pemuda payah). Seperti kita saksikan di media massa akhir-akhir ini, tawuran antar mahasiswa di beberapa perguruan tinggi, tindak anarkhis yang hampir selalu menyertai aksi demo, penyalahgunaan narkoba, sex bebas, gaya hidup individualis, hedonis dan tidakan lain yang tidak mencerminkan semangat Sumpah Pemuda dalam memajukan negeri ini. Seharusnya saat ini bangsa ini lebih maju dibandingkan pada masa tahun 1928. Tidak ada moncong meriam dan bedil penjajah yang mengancam memberikan kebebasan dan kemerdekaan untuk berjuang demi bangsa ini. Menyatukan langkah semua komponen bangsa dari berbagai penjuru negeri walau dengan perbedaan suku bangsa, bahasa dan agama. Menunjukkan pada dunia kebesaran negeri ini.
Cak Nun pernah menyindir, "Gajah Mada tidak punya handphone, tetapi bisa menyatukan nusantara, Kita dengan segala kecanggihan teknologi, bisa apa........?" Marilah kita kembali mengobarkan semangat Sumpah Pemuda di dalam hati kita.
Wahai pemuda, ditanganmulah negeri ini akan dititipkan, kepadamulah negeri ini diwariskan, kepadamu juga kunci kejayaan negeri ini diwasiatkan serta dipundakmulah negeri ini akan disandarkan. Bangunlah wahai pemuda dari tidurmu. Semoga Indonesia semakin jaya. amin.
Baca terus >>

TES CPNS 2008



Tidak lama lagi, pemerintah khususnya Departemen Dalam Negeri yang membawahi Pemerintah Daerah akan menyelenggarakan seleksi calon pegawai negeri sipil (seleksi CPNS) untuk tahun 2008. Demi mendengar kabar ini, masyarakat berbondong-bondong dab berduyun-duyun mencari syarat-syarat untuk melamar menjadi calon pegawai negeri. Kantor Departemen Tenaga Kerja penuh dan sesak oleh para pencari kartu yang berwarna kuning. Perguruan tinggi dijejali alumni yang akan legalisir ijazah, kepala sekolah/kepala kantor direpotkan dengan pembuatan dan penandatanganan surat keterangan dan tukang afdruk foto pinggir jalan pun ikut kecipratan rejeki dengan banyaknya orang yang mengafdrukkan fotonya. Pokoknya segala macam persyaratan dari yang njlimet bikin mumet sampai yang remeh temeh dikumpulkan, walaupun syarat yang sebenarnya dibutuhkan mereka juga belum tahu.

Pegawai Negeri memang masih menjadi magnet yang sangat kuat untuk dijadikan pekerjaan primadona para pencari kerja. Betapa tidak, jumlah peserta yang selalu meningkat dari tahun ke tahun menjadi salah satu indikatornya. Tidak juga salah jika mereka ingin menjadi pegawai negeri. Pegawai negeri mempunyai jaminan masa kini dan masa depan, walaupun konon gajinya kecil. Hal ini sangat jauh berbeda dengan bekerja di perusahaan swasta, walaupun gaji mungkin lebih besar, namun tidak punya jaminan terutama pada masa tuanya. Apalagi pada saat ini banyak perusahaan yang kembangnya tidak kempisnya iya, perusahaan yang koleps, perusajaan yang tikarnya digulung, rasionalisasi dan sebagainya, yang intinya karyawan harus (halusnya) dirumahkan. Masa depan yang kurang jelas inilah yang membuat para pencari kerja lebih melirik pegawai negeri sipil.

Sebenarnya masih ada juga alternatif pekerjaan yang menjanjikan, misalnya menjadi petani. Kelihatannya memang tidak bergengsi, tapi perlu diingat, jumlah penduduk dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya selalu bertambah. Yang pasti mereka semua butuh makan, makan makanan yang alami yang dihasilkan oleh para petani, bukan makanan sintetis yang dihasilkan oleh pabrik. Penghasilan petani saat ini tidak selalu kalah dengan pegawai, tinggal bagaimana petani tersebut bisa memanfaatkan pengetahuan dan teknologi serta managemen pertanian yang baik. Banyak kisah petani di media massa yang kaya raya hidup berkecukupan dan harta berlimpah. Tidak salah kiranya jika bertani juga bisa dijadikan mata pekerjaan primadona.

Bagi yang akan mengikuti seleksi CPNS, ya silahkan saja. Bagaimanapun ijazah yang sudah didapat akan lebih bermakna ketika dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja. Jerih yang payah selama mengikuti pendidikan akan menuai hasilnya ketika pekerjaan idaman telah dicapai. Persiapan seleksi CPNS selain administratif juga perlu persiapan dalam menghadapi tes CPNS. Dalam tes ini, para calon pegawai akan diuji kemampuan akademiknya. Sangat beruntung jika akhir-akhir ini seleksi CPNS lebih transparan, lebih baik, dan KKN walaupun belum 100% sudah sangat berkurang. Jadi masih ada harapan untuk bisa diterima menjadi pegawai negeri. Semoga saudara-saudara kita yang akan mengikuti tes CPNS dapat berhasil.

Sebagai bahan belajar untuk menghadapi tes CPNS, saya sertakan beberapa contoh soal tes CPNS dan materi CPNS yang saya ambil dari banyak sumber di internet maupun sumber cetak lain, yang dapat anda download pada link di bawah. Semoga bermanfaat.

File yang dapat didownload:
Bahasa Inggris
Bakat Skolastik 1
Bakat Skolastik 2
Bahasa Indonesia 1
Bahasa Indonesia 2
Falsafah Ideologi
Kebijakan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten
Sejarah Nasional Indonesia
Tata Negara
Toefl
amandemen UUD 1945
Soal Campuran
Baca terus >>

27 Oktober 2008

PLURK AND PRAY


Judul diatas mirip dengan postingan saya sebelumnya Plug and play dan plug and pray., tetapi inti permasalahannya memang berbeda. Ketika mengunjungi beberapa blog rekan, saya lihat ada REPLURKBLIK di blognya pak Mar, dan EKSPREPLURK di blognya Pak Sholeh, akhirnya tertarik juga. Setelah sedikit meraba-raba alamat situsnya, akhirnya saya mendaftar di plurk juga.
Kalau dilihat, memang ada kemiripan antara plurk dan shoutbox (atau shout-shout yang lain). Disana bisa memberikan komentar secara bebas, dan pengunjung dapat pula memberikan komentarnya. Memang kedua widget ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menyambung tali silaturahmi dengan para peselancar di dunia maya.
Yang membedakan (setahu saya) adalah, plurk memberikan pada pemilik akun untuk memberi pernyataan atau pertanyaan pancingan yang akan ditanggapi oleh plurker yang lain pada tema yang telah dibuat pemilik akun. Sehingga pemilik akun dapat dengan mudah mengetahui respon atas sebuah tema yang ia plurkkan. Plurk boleh dibilang sama dengan postingan tetapi dengan kata yang sangat terbatas, dan pembaca dapat merespon dengan memberi komentar.Sedangkan pada shoutbox dan sebangsanya, komentar dan pesan dapat masuk kapan saja dengan tema dan ucapan apa saja secara bebas. Sehingga tidak ada batasan tema pembicaraan.
Perbedaan yang kedua, untuk komentar pada shoutbox dan sebangsanya boleh oleh siapa saja (pada beberapa blog dilengkapi dengan password untuk melindungi diri dari spam), tidak perlu mendaftar (sign in) terlebih dahulu. Pada plurk, yang akan memberi komentar tentunya harus terdaftar sebagai plurker terlebih dahulu.
Perbedaan ketiga, pada shoutbox dan sebangsanya tidak memperdulikan aktifitas komentar yang melintas. Sedangkan pada Plurk, semakin besar aktifitas pada Plurk, maka pemilik akun akan mendapatkan penilaian yang disebut Karma. Semakin tinggi nilai karmanya, berarti plurk tersebut memiliki lalulintas komentar yang tinggi.
Sampai postingan ini saya tulis, karma saya baru mencapai 22,43. Yah.. maklum baru berumur 1 minggu. Saya hanya bisa PLURK and PRAY supaya karmanya makin tinggi.
Baca terus >>

10 Oktober 2008

Air Mata


Yang ada pada gambar di atas, adalah masakan khas dari Temanggung yang bernama empis-empis. Pada dasarnya sama dengan masakan yang lain, dengan racikan bumbu yang standar. Tetapi yang istimewa adalah jumlah lombok yang digunakan. Masakan ini menggunakan lombok sebanyak 2 kg. Telur puyuh, tempe (biasanya tempe bongkrek) hanyalah minoritas. Dapat dibayangkan jika lomboknya sebanyak itu, ketika kita makan pedasnya bukan main. Untuk menahan rasa pedas di lidah dan di bibir, mulut akan menganga untuk mengurangi rasa pedas, dan otomatis Air mata akan segera meleleh.
Disini saya tidak membahas tentang air mata yang menetes karena makan masakan empis-empis tadi. Ketika lebaran, saat yang dinanti-nanti adalah bersilaturahmi dan saling memaafkan. Jujur saja, di antara kita masih banyak yang merasa berat untuk minta maaf setiap saat kita melakukan kesalahan. Biasanya, kumulatif kesalahan selama satu tahun akan dimintakan maaf pada hari raya Idul Fitri.
Banyak sudah orang yang kita jalin silaturahmi, banyak orang kita mintai maaf dan kita beri maaf, rasanya ya biasa-biasa saja. Minta maaf, mengucapkan selamat Idul Fitri, mengucapkan Minal Aidin wal Faizin dengan ekspresi standar, bahkan lebih banyak gurauan dan cengengesan. Tetapi, akan sangat berbeda ketika kita sungkem meminta maaf kepada kedua orang tua kita. Tanpa terasa air mata tidak bisa kita bendung, berlinang diujung-ujung pelupuk mata kita, dan menetes jatuh membasahi bumi. Rasa yang sangat lain. Apakah karena kita memang sangat berdosa kepada orang tua kita? Semoga ini bukan air mata buaya.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa ku terhadap kedua orang tuaku. Bapak, ibu, maafkan anakmu yang banyak salah dan berbuat dosa kepadamu.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidzin wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin.
Baca terus >>