06 September 2009

Workshop Nasional Linux Untuk Pendidikan



Bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Weleri, pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 5 dan 6 September 2009, diadakan Workshop Nasional Linux Untuk Pendidikan dengan tema Pesantren Sabily 2009, dengan
pembicara utama Bp. Onno W Purbo sebagai peracik distro Linux Ubuntu Sabily dan Bp. Agus Muhajir (ini bener-bener orang lokal Kendal) peracik program sistim informasi sekolah berbasis web SISFOKOL. Peserta yang hadir tidak hanya dari Kab. Kendal, tetapi juga dari luar kota seperti Kudus, Rembang, Temanggung dan lain-lain.
Sebenarnya, saya masih malas untuk menulis artikel ini, karena pak Sawali belum menulisnya dengan tema yang sama. Karena pada acara tersebut juga diadakan kumpul blogger Kendal, dimana pak Sawali, Pak Akhmad Sholeh dkk juga turut hadir. Tetapi demi membunuh kantuk karena begadang sampai jam 1 mlam, maka ya mohon maaf pak Sawali, bukan bermaksud kurang ajar mendahului orang tua.
Saat ini bangsa Indonesia boleh dikatakan bangsa yang miskin jika dilihat dari jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, kata pak Onno. Akan tetapi menjadi menyakitkan ketika miskin tetapi sombong. Lho ..... Ya, bangsa ini miskin tetapi mampu membeli perangkat lunak berbayar untuk sistem operasi dan aplikasi seperti milik Microsoft. Harganya tidak murah, dan tentu uang akan mengalir menimbun Bill Gates sang pemilik Microsoft. Ini adalah perilaku yang tidak wajar, untuk hidup makmur sendiri saja belum mampu, kok malah memakmurkan orang yang sudah makmur, iya tho. Tapi kita kan bisa cari yang bajakan, cari hack atau crack nya, cari SN maupun key filenya dari internet, kan tidak perlu memakmurkan Bill Gates, begitu kata sebagian (besar) penduduk Indonesia. Iya sih memang, tapi perlu diketahui juga, bahwa itu adalah perbuatan melawan hukum, baik hukum agama maupun hukum negara. Haram hukumnya menurut agama, dan pidana menurut hukum negara. Apa ya mau memilih yang seperti itu?
Ada alternatif yang lebih cocok buat bangsa kita agar tetap dapat menggunakan software-software komputer tanpa harus membeli dan tanpa harus membajak. Apa itu? Open Source jawabnya. Kita lebih layak menggunakan software open source yang gratis, tidak usah membayar dan jelas legal dan halal.
Dalam workshop tersebut, Pak Onno menunjukkan banyak kehebatan dari open source dalam hal in adalah Linux Ubuntu Sabily. Banyak efek-efeh heboh menggairahkan dan merangsang, yang tidak ada pada Windows Vista sekalipun. Sayapun gelang-geleng, monggat-manggut, monthak-manthuk melihat kehebohan-kehebohan yang ditunjukkan. Dari situpun saya menjadi tersadar dari semaput yang sekian lama karena masih menggunakan windows.
Perubahan memang tidak mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu yang panjang bahkan sangat panjang. Karena untuk komunitas pendidikan menyangkut banyak orang.
Dalam kesempatan ini, Bp. Utomo dari Dinas Dikpora kab. Kendal dan Bp. Ibnu dari RSU Kendal yang turut hadir, siap untuk menggenjot laju pertumbuhan open source di Kendal, dan berupaya menjadikan Kendal sebagai kota open source.
Satu hal yang sangat berkesan dari pesan Pak Onno adalah, marilah berusaha untuk bisa memberi manfaat bagi orang lain, salah satunya ya dengan membelajarkan open source kapada orang lain, sehingga open source lebih cepat perkembangannya.
(tulisan yang lebih lengkap dengan bahasa yang bagus santun sesuai EYD dapat di baca di sini

5 komentar:

  1. acaranya mantab, pak jai. sayangnya, saya belum bisa pakai produk sabily. netbook-ku belum dilengkapi dg cd/dvd eksternal. doh!

    BalasHapus
  2. wah
    seru banget ya
    bisa belajar open source

    BalasHapus
  3. @pak sawali
    pakai dvd yang dirumah, lalu beli kabel ide to USB, lebih murah.

    @Rusa Bawean
    Benar sekali mas, belajar dari pakarnya langsung sebenarnya memang heboh, cuma sayangnya kalau saya yang masih beginer jadi banyak ndomblongnya.. hehehe ...

    BalasHapus
  4. Njajal comment lewat Akun Google

    BalasHapus

Silahkan berkomentar