15 Agustus 2010

Tip Mencabut RJ-45 dari Kabel LAN Dengan Selamat

Sudah lebih dari 3 bulan, peralatan penerima sinyal internet yang saya beli berupa sebuah access point bermerek TP***K, sebuah antena dengan merek sama, sebuah pipa besi 2 inchi, serta kabel kabel mangkrak diatas lemari. Pada hari Minggu, bertepatan dengan akhir libur puasa, terusik juga hati ini dengan benda-benda tersebut. Maka dengan nawaitu yang bulat, mulailah proyek pemasangan antena saya kerjakan.
Langkah pertama tentu merangkai antena yang hampir seperti parabola. Kemudian pembuatan wadah untuk tempat access point, karena access point nya harus ditempatkan diatas karena pigtail nya memang panjangnya pendek (?). Sebelum didirikan, dilakukan pengecekan apakah perangkat access point tersebut sudah bisa connect dengan komputer. Untungnya setelah saya buka browser dan menuliskan alamatnya, tidak nyambung, dan memang jaringannya lewat kabel tidak nyambung. Kabel LAN saya cek dengan kabel tester, ternyata baik, semua nyala. Akhirnya saya buka kitab mujarobat bawaan perangkat, ternyata penyebabnya jenis pemasangan kabelnya yang keliru. Harusnya pakai Straight, sementara karena kabel yang saya pakai juga kabel bekas alias lungsuran yang kebetulan model cross. Karena tidak punya cadangan jack RJ-45, akhirnya segera saya lari ke toko komputer terdekat. Untungnya toko komputernya tutup. Saya lupa, dikota kecil seperti Kaliwungu maupun Kendal, toko komputer pada hari Minggu banyak yang tutup. Di Semarang banyak toko komputer yang buka, tapi apa mau beli 1 buah RJ-45 harus sampai Semarang?
Andaikata pemasangan ini saya tunda, saya tidak yakin kalau besok punya napsu untuk memasangnya, pasti akan terbengkelai lagi. Pepatah mengatakan, dimana ada kesempitan, disana ada jalan. Saya amati secara seksama dalam tempo yang tidak sesingkatnya, akhirnya saya coba untuk mencabut kabel dari jacknya, ternyata sulit. Umumnya kalau ada kesalahan pemasangan ya tinggal dipotong ganti dengan yang baru alias sekali pakai, itu kalau ada tentunya, tapi kalau seperti hari ini, kasusnya tentu berbeda.
Setelah memejamkan mata beberapa saat, akhirnya saya coba ambil obeng dan jarum pentul. Berikut ini langkahnya:
  1. Masukkan obeng minus kedalam jack tempat masuknya kabel untuk melonggarkan plastik penjepitnya. Ini harus hati-hati, sebab plastiknya mudah patah, walaupun sebenarnya hanya berfungsi untuk menjepit kabelnya saja.

  2. Gunakan jarum pentul atau peniti untuk mencongkel konektor kuningan yang berjumlah 8 dari dua sisi. Bisa dari depan dulu atau dari belakang terlebih dahulu. Usahakan agar konektor tersebut terangkat dan tercabut dari kabelnya.
  3. Kalau konektor sudah tampak tersembul ke atas, tinggal cabut kabelnya, dan jack RJ-45 nya masih bisa digunakan lagi.
Setelah saya dapatkan RJ-45 bekas, kemudian saya susun lagi urutan kabelnya menjadi straight. Ketika dihubungkan dengan komputer maupun access point, akhirnya nyambung juga. Coba kalau antena sudah berdiri tapi tidak nyambung, capek deh kalau harus menurunkan antena lagi. Setelah yakin komputer bisa mengakses access pointnya, dan perangkat diset sebagai client karena hanya klien bukan pemancar, dan tinggal mendirikan antenanya. Sebenarnya tidak begitu yakin juga, karena jarak ke pemancar sekitar 2,5 km dengan banyak penghalang rumah maupun pohon, sementara tinggi antena hanya 1 batang pipa sekitar 6 meter saja.
Setelah berdiri langsung dikira-kira arahnya, dan Alhamdulilah, tanpa melalui pointing yang ribet, SSID dari pemancar yang saya maksud langsung saya dapatkan dengan kekuatan 28 dB, cukup lumayan untuk ukuran antena yang hanya setinggi 6 meter. Dengan memutar muter, sinyal terkuat ya yang 28 dB itu. Akhirnya saya ikat erat tiang antenanya supaya tidak muter-muter lagi. Karena tingginya cuma 6 m dan diameter pipa 2 inci, maka cukup kuat untuk menahan antena tanpa meliuk liuk ketikan dihempas angin.
Hari itu juga, Minggu Kliwon tanggal 15 Agustus 2010 bertepatan dengan tanggal 5 Romadhon 1431 H, internet dirumah bisa menyala. Dengan menyalanya internet dirumah, semoga aktifitas ngenetnya bisa lebih rajin lagi.
(Judulnya sepertinya kok kurang pas ya, ada usul? silahkan komentar, dan terimakasih komentarnya.)

6 komentar:

  1. walah, kalau urusan beginian saya menyerah, pak jai, hehe .... mending langsung kontak saja sama sang operator, hihihihi .... ndak mudheng sih soalnya, haks. selamat menunaikan ibadah puasa buat pak jai dan keluarga, semoga kita mampu menjalankannya sebulan penuh dengan khusyu', amiiin.

    BalasHapus
  2. @pak saw
    ya jangan menyerah tho pak, kok ngono njur nglokro.....
    ya sama-sama, selamat menunaikan ibadah puasa.

    BalasHapus
  3. ikut..komentar pak!...blognya siiip....pak jaitu...

    BalasHapus
  4. ternyata bisa dilakukan secara sendiri yah pak ... wah trims nich atas tipsnya :D

    BalasHapus
  5. hehe tips yang bagus pak. cocok buat saya yg suka pasang cabut kabel.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar