19 September 2009

Noordin M Top Batal Makan Lontong Opor

jenazah-noordin

Siapa tak kenal orang ini. Anak kecil di kampungkupun tahu dan hafal namanya, walaupun tidak tahu wajahnya atau orangnya. Memang dia terkenal namanya, tapi tidak dengan wajahnya, walaupun poster dan baliho dipasang dimana-mana.

Foto Jenazah Noordin M Top

Banyak orang tidak mengenal wajahnya, sehingga sudah belasan orang yang menjadi tetangga tidak mengenalnya, dan mungkin juga banyak perempuan yang berhasil disuntingnya. Bahkan polisipun tidak bisa serta merta mengklaim korban penggrebekan hari Kamis, 17 September 2009 di Jebres Surakarta minggu ini adalah Noordin M Top, sang teroris. Polisi harus bersusah dan payah untuk meyakinkan bahwa korban adalah Noordin M Top. Mulai dari pengenalan ciri-ciri fisik khusus yang ada pada tubuhnya, sidik jarinya, bahkan DNA nya pun harus di tes dan dicocokkan dengan DNA keluarganya.

Hebat, untuk mencarinya saja polisi butuh waktu hampir 9 tahun. Menguras tenaga dan biaya. Sekarang untuk mengidentifikasikannyapun butuh waktu dan biaya lagi. Kok merepotkan amat sih orang ini?

Seluk dan beluk penangkapan teroris nomor satu Noordin M Top ini tentu tidak perlu dibahas panjang lebar. Sudah banyak media yang mengulasnya. Tidak perlu kiranya saya ikut-ikutan. Wong saya juga tidak punya sumber berita sendiri, paling juga kopa sana kopi sini.

Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah, mengapa polisi (Densus 88) kok ya menembak Noordin ini pada bulan puasa. Mbok ya sebentar lagi, setelah lebaran. Biar Noordin bisa bermaaf-maafan dulu, kepada orang-orang yang pernah disakitinya. Bagaimanapun, para korban pengeboman itu adalah orang yang tidak sepantasnya mati dengan cara seperti itu. Tidaklah dibenarkan dalam agama membunuh orang kecuali dalam peperangan. Jangankan membunuh atau menyakiti orang, mengencingi lubang semutpun kita dilarang.

Ada baiknya kita beri kesempatan pak Noordin M Top ini minta maaf. Sukur-sukur kalau tim Densus 88 mau nembak ya jangan sampai mati dulu. Nanti setelah lebaran baru ditembak mati. Kan lumayan buat mengurangi dosa-dosanya, Iya tho. Biar dia juga bisa merasakan enaknya ketupat dan lontong opor. Siapa tahu kelak dia bisa kembali ke negaranya, ketupat dan lontong opor kan bisa diklaim milik Malaysia. Batal deh, rencana Noordin M Top makan lontong opor.

Nah yang terakhir ini menjadi tambah aneh menurut saya. Kalau kemarin-kemarin, Batik, Reog, Pendet, Terang Bulan, diklaim sebagai kebudayaan Malaysia, Sipadan, Ligitan, Jemur, Ambalat diklaim sebagai wilayahnya, sementara Noordin M Top, yang jelas-jelas warganya, mereka tidak berani terang-terangan mengatakan “Ini, Noordin M Top, teroris top asli Malaysia”. Urusan yang enak-enak dan baik-baik saja mereka mau mengklaim, tapi untuk yang jelek-jelek begini dia tidak mau. Payah ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar