29 Agustus 2010

Linux Memang Beda


Selama 6 hari, mulai tanggal 23 sampai 28 Agustus 2010, bertempat di Balai pengembagan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BPTIKP) Jawa Tengah, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan pembuatan media media pembelajaran berbasis komputer. Materi meliputi penyusunan garis besar isi media (GBIM), penyusunan naskah, pembuatan animasi menggunakan Macromedia Flash dan perakitan media menggunakan Autoware. Software-software yang digunakan termasuk software bantunya seperti Swish maxadalah software yang dirancang dan dibuat untuk mesin berplatform windows.
Kebetulan sekitar dua bulan yang lalu, saya berkesempatan membeli netbook merek D karena desainnya cukup menarik. Sebenarnya ingin beli yang non OS, karena tentu lebih murah, tetapi kebetulan untuk tipe yang saya inginkan semuanya sudah termasuk Windows 7 Starter asli. Ya sudah, saya beli saja, walau sampai dirumah akhirnya saya tambah 2 OS dengan Ubuntu 10.04.
Pada saat pelatihan, instruktur memberikan master software-software yang akan digunakan. Tanpa disangka dan tanpa dinyana, Windows yang terinstal tiba-tiba hang sebelum sempat menginstal software yang akan digunakan. Berkali-kali restart masih tetep juga, beberapa menit langsung hang. Mau saya instal ulang, tidak mungkin, karena netbook tidak ada cd drive nya, lagipula cd drive eksternalnya juga masih ketinggalan ditoko belum boleh dibawa pulang.
Teringat di netbook ada 2 OS, akhirnya saya coba untuk menginstall software-software yang dibutuhkan di Ubuntu. Dari pengalaman sebelumnya, saya telah berhasil menginstall Microsoft office 2003 di Ubuntu, maka saya yakin Macromedia Flash, Autoware serta Swish max dapat di install di Ubuntu 10.04. Ternyata oh ternyata, semua software dapat diinstal dan dapat berjalan mulus di Ubuntu. Pelatihanpun dapat berjalan lancar, semua materi dapat saya ikuti, malah instrukturnya yang kadang bingung, karena pada beberapa tampilan berbeda dengan ketika dijalankan di OS aslinya. Dengan sedikit kecermatan, semua dapat diatasi.



Ternyata Linux juga nyaman untuk menjalankan aplikasi-aplikasi under Windows, dan tentu sebaliknya, Windows belum mampu menjalankan aplikasi-aplikasi under Linux. Linux memang beda ...
Baca terus >>

15 Agustus 2010

Tip Mencabut RJ-45 dari Kabel LAN Dengan Selamat

Sudah lebih dari 3 bulan, peralatan penerima sinyal internet yang saya beli berupa sebuah access point bermerek TP***K, sebuah antena dengan merek sama, sebuah pipa besi 2 inchi, serta kabel kabel mangkrak diatas lemari. Pada hari Minggu, bertepatan dengan akhir libur puasa, terusik juga hati ini dengan benda-benda tersebut. Maka dengan nawaitu yang bulat, mulailah proyek pemasangan antena saya kerjakan.
Langkah pertama tentu merangkai antena yang hampir seperti parabola. Kemudian pembuatan wadah untuk tempat access point, karena access point nya harus ditempatkan diatas karena pigtail nya memang panjangnya pendek (?). Sebelum didirikan, dilakukan pengecekan apakah perangkat access point tersebut sudah bisa connect dengan komputer. Untungnya setelah saya buka browser dan menuliskan alamatnya, tidak nyambung, dan memang jaringannya lewat kabel tidak nyambung. Kabel LAN saya cek dengan kabel tester, ternyata baik, semua nyala. Akhirnya saya buka kitab mujarobat bawaan perangkat, ternyata penyebabnya jenis pemasangan kabelnya yang keliru. Harusnya pakai Straight, sementara karena kabel yang saya pakai juga kabel bekas alias lungsuran yang kebetulan model cross. Karena tidak punya cadangan jack RJ-45, akhirnya segera saya lari ke toko komputer terdekat. Untungnya toko komputernya tutup. Saya lupa, dikota kecil seperti Kaliwungu maupun Kendal, toko komputer pada hari Minggu banyak yang tutup. Di Semarang banyak toko komputer yang buka, tapi apa mau beli 1 buah RJ-45 harus sampai Semarang?
Andaikata pemasangan ini saya tunda, saya tidak yakin kalau besok punya napsu untuk memasangnya, pasti akan terbengkelai lagi. Pepatah mengatakan, dimana ada kesempitan, disana ada jalan. Saya amati secara seksama dalam tempo yang tidak sesingkatnya, akhirnya saya coba untuk mencabut kabel dari jacknya, ternyata sulit. Umumnya kalau ada kesalahan pemasangan ya tinggal dipotong ganti dengan yang baru alias sekali pakai, itu kalau ada tentunya, tapi kalau seperti hari ini, kasusnya tentu berbeda.
Setelah memejamkan mata beberapa saat, akhirnya saya coba ambil obeng dan jarum pentul. Berikut ini langkahnya:
  1. Masukkan obeng minus kedalam jack tempat masuknya kabel untuk melonggarkan plastik penjepitnya. Ini harus hati-hati, sebab plastiknya mudah patah, walaupun sebenarnya hanya berfungsi untuk menjepit kabelnya saja.

  2. Gunakan jarum pentul atau peniti untuk mencongkel konektor kuningan yang berjumlah 8 dari dua sisi. Bisa dari depan dulu atau dari belakang terlebih dahulu. Usahakan agar konektor tersebut terangkat dan tercabut dari kabelnya.
  3. Kalau konektor sudah tampak tersembul ke atas, tinggal cabut kabelnya, dan jack RJ-45 nya masih bisa digunakan lagi.
Setelah saya dapatkan RJ-45 bekas, kemudian saya susun lagi urutan kabelnya menjadi straight. Ketika dihubungkan dengan komputer maupun access point, akhirnya nyambung juga. Coba kalau antena sudah berdiri tapi tidak nyambung, capek deh kalau harus menurunkan antena lagi. Setelah yakin komputer bisa mengakses access pointnya, dan perangkat diset sebagai client karena hanya klien bukan pemancar, dan tinggal mendirikan antenanya. Sebenarnya tidak begitu yakin juga, karena jarak ke pemancar sekitar 2,5 km dengan banyak penghalang rumah maupun pohon, sementara tinggi antena hanya 1 batang pipa sekitar 6 meter saja.
Setelah berdiri langsung dikira-kira arahnya, dan Alhamdulilah, tanpa melalui pointing yang ribet, SSID dari pemancar yang saya maksud langsung saya dapatkan dengan kekuatan 28 dB, cukup lumayan untuk ukuran antena yang hanya setinggi 6 meter. Dengan memutar muter, sinyal terkuat ya yang 28 dB itu. Akhirnya saya ikat erat tiang antenanya supaya tidak muter-muter lagi. Karena tingginya cuma 6 m dan diameter pipa 2 inci, maka cukup kuat untuk menahan antena tanpa meliuk liuk ketikan dihempas angin.
Hari itu juga, Minggu Kliwon tanggal 15 Agustus 2010 bertepatan dengan tanggal 5 Romadhon 1431 H, internet dirumah bisa menyala. Dengan menyalanya internet dirumah, semoga aktifitas ngenetnya bisa lebih rajin lagi.
(Judulnya sepertinya kok kurang pas ya, ada usul? silahkan komentar, dan terimakasih komentarnya.)
Baca terus >>