12 Desember 2008

Ali Alatas


Innalillahi wa innalillahi roji'un. Telah meninggal dunia seorang putra bangsa, seorang diplomat termasyhur tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Beliau adalah bapak ALi Alatas. Meninggal dunia di rumah sakit Mt Elizabeth, Singapura pada tanggal 11 Desember 2008.
Hal yang menarik bagi saya sehingga membuat artikel ini adalah karena, dari sekian banyak menteri, yang paling sangat ingat adalah Ali Alatas. Sekian banyak kabinet berganti, sekian banyak menteri berganti, beliau yang paling saya ingat, yaitu mantan Menteri Luar Negeri. Sebagai diplomat ulung, alumnus FH UI ini dipercaya sebagai penasihat luar negeri lima periode kepresidenan yang berbeda. Disini tampak sekali kepiawaian beliau dalam hal diplomasi terutama diplomasi luar negeri.
Selain sebagai menteri, beliau juga menjadi wakil tetap RI di PBB. Bahkan pada tahun 1966 dinominasikan sebagai calon sekjen PBB. Beliau juga paling getol membela Timor Timur di dunia Internasional. Sayangnya, pembelaan beliau menjadi tidak ada artinya ketika Presiden BJ Habibi memberikan kebebasan warga Timtim untuk memilih antara merdeka atau tetap menjadi wilayah RI melalui referendum. Hasilnyapun telah kita ketahui, Timtim menajadi negara merdeka. Tentu dimasa hidupnya, beliau sangat menyesalkan hal tersebut.
Semoga arwah beliau diterima disisi Nya, diterima seluruh amal kebaikannya, dan diampuni dosa-dosanya.
Baca terus >>

09 Desember 2008

Tradisi Pesta Besaran 2008 Pantai Ngebum


Tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini, yang diinformasikan secara turun temurun, dari generasi ke generasi. Tradisi sering tidak diketahui kapan dimulai dan siapa pertama kali yang melakukannya. Di Kabupaten Kendal ada banyak tradisi yang masih berlaku di masyarakat sampai saat ini. Beberapa diantaranya adalah tradisi Syawalan, tradisi Besaran, tradisi Nyadran, tradisi sedekah laut, tradisi tedhak siti, tradisi Lampet Dhawuhan dan lain-lain.

Empat belas tahun sudah saya tinggal di wilayah kabupaten Kendal. Dari sekian tradisi yang ada, jarang sekali melihat dari dekat tradisi-tradisi tersebut. Bukannya tidak peduli atau bahkan membenci tradisi, tetapi memang tidak terbiasa dengan keramaian ditengah tradisi. Makna tradisi yang mulai bergeser dari ritual religius menjadi ritual kapitalis, penuh dengan hura-hura, arena belanja sampai hiburan mulai dari bianglala, tong setan sampai pentas musik dangdut. Sebagai contoh kasus tradisi Syawalan di Kaliwungu, sebenarnya inti tradisi ini adalah ziarah kubur ke makam alim ulama serta para pendiri serta bupati Kendal yang di makamkan di makam Jabal desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan. Tetapi saat ini, antara yang berziarah kubur jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang berziarah di tempat-tempat hiburan dan belanja. Bisa jadi karena menyandang titel "guru" itulah yang menjadikan rasa tidak enak ikut larut dalam keramaian, yang sangat mungkin bertemu dengan murid-murid, bekas murid maupun yang bukan murid. Masa guru ikut uyel-uyelan dengan murid ikut syawalan. Kecuali dengan alasan lain seperti mengantar anak, mengunjungi saudara di lokasi tradisi, saya baru menyempatkan diri untuk ikut hanyut larut dalam tradisi yang sudah mulai kehilangan arti.
Begitupula dengan tradisi pesta Besaran di pantai Ngebum desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu, walaupun sudah tahu sejak menginjakkan kaki di Kendal, baru tahun ini saya melihat dari dekat tradisi ini. Inipun karena kebetulan kakak ipar mempunyai istri orang asli warga Ngebum, dengan dalih silaturahmi, sekalian melihat dari dekat tradisi pesta besaran di Ngebum. Jika dilihat dari namanya, tradisi pesta Besaran di pantai Ngebum sebenarnya berkaitan erat dengan pelaksanaan peringatan hari raya Idul Qurban. Dimana Kaitan antara pesta Besaran dengan hari Idul Qurban itu yang sampai sekarang saya juga belum menemukan jawabannya. Yang ditemui pada tradisi ini adalah orang (kebanyakan muda-mudi berpasangan) yang tumplek dan blek di pantai Ngebum, bermain air laut, jalan-jalan di pantai, naik perahu, beli souvenir dan atau makanan, serta tidak lupa melihat musik dangdut dengan penyanyi-penyanyi seksi dan goyang aduhainya. Jika memang tujuannya untuk menikmati keindahan pantai, saya kira bukan saat yang tepat, karena pantai penuh dan sesak dengan manusia. Kalau mau cuci mata melihat manusia yang beraneka warna, nah mungkin ini saatnya.
Lepas dari hal tersebut diatas, tidak ada salahnya tradisi dilestarikan. Setidaknya dapat dilihat dari pemberdayaan ekonomi (walaupun sesaat) masyarakat sekitar. Dengan adanya tradisi pesta besaran di pantai Ngebum, memberikan masukan pendapatan daerah dan masyarakat yang berasal dari karcis tanda masuk, jasa parkir sepeda, penjualan souvenir, makanan minuman, sandang, jasa perahu, jasa penyewaan ban dll. Ekonomi menjadi sedikit bergerak ditengah kelesuan akibat krisis global. Masyarakat menjadi sedikit terhibur ditengah penatnya kesibukan dan rutinitas serta himpitan ekonomi yang belum juga ditemukan jalan menuju keluarnya.
Anda ingin menikmati kemeriahan tradisi pesta besaran di pantai Ngebum, tunggu satu tahun lagi.
Baca terus >>

03 Desember 2008

Bis Paling Kecil Paling Menjengkelkan


Bis adalah alat transportasi massa yang efisien karena dapat membawa banyak penumpang dalam sekali angkut. Nah disini saya tidak akan membahas bis sebagai sarana transportasi, tetapi membahas bis paling kecil tetapi paling menjengkelkan, yaitu "bisul"

Dalam beberapa hari ini, saya memang tidak menengok apalagi mengupdate blog saya. Hal ini dikarenakan adanya bisul yang tumbuh dan berkembang diatas bibir yang sungguh sangat menyiksa. Rasa sakit pada bisul menjalar sampai kepala. Mula-mula di atas hidung, kemudian mengungsi ke atas bibir sehingga bibir bengkak seperti habis dihajar Chris John. Tapi Alhamdulillah, sekarang si bisul sudah pergi meninggalkanlku, sehingga bisa buat artikel lagi. Saya penasaran apa sebenarnya penyebab bisul? Berikut adalah penjelasannya.
Bisul adalah radang pada daerah folikel rambut kulit dan sekitarnya. Penyebab tersering adalah bakteri, biasanya Staphylococcus aureus, karena itu bisul dapat juga diartikan sebagai infeksi lokal pada kulit dalam. Awalnya hanya folikel rambut yang terinfeksi, tetapi karena adanya gesekan, iritasi, dan kurang bersihnya perawatan tubuh, infeksi tersebut dapat menyebar ke jaringan sekitarnya, dan menjadi bisul. Penyebab awalnya dapat juga karena rambut yang tumbuh ke dalam, luka, atau masuknya benda asing ke dalam kulit.
Bisul biasanya berawal dari benjolan merah dan lunak di daerah kulit, yang lama kelamaan akan menjadi lebih keras. Kemudian di tengah benjolan tersebut akan terbentuk puncak berwarna putih - yang akan memecah atau harus dikeluarkan oleh dokter (melalui prosedur bedah minor). Cairan yang keluar ini disebut nanah, berisi sel darah putih (yang dikirim tubuh untuk melawan bakteri yang menginfeksi daerah kulit tersebut), bakteri dan protein.
Bisul dapat juga disebabkan karena tersumbatnya kelenjar minyak, yang kemudian terinfeksi. Bisul seperti ini dinamakan akne kista biasanya terjadi di kulit wajah para remaja.
Lain lagi dengan bisul yang disebut hidradenitis suppurativa, disebabkan oleh radang lokal kelenjar keringat. Biasanya bisul yang timbul lebih dari satu buah, lokasinya di daerah ketiak atau pangkal paha. Dan yang terakhir adalah bisul yang disebut kista pilonidal, biasanya terjadi di lipatan bokong. Awalnya hanya berupa infeksi di folikel rambut, kemudian ditambah dengan iritasi dari tekanan karena duduk terlalu lama, biasanya saat travelling lama, maka terbentuklah bisul ini.
Tempat tersering terjadinya bisul adalah di daerah tubuh yang banyak terjadi gesekan, misalnya di ketiak dan bokong. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan apabila sudah terlihat akan terjadi bisul, adalah segera kompres dengan air panas (hangat), yang dapat meningkatkan sirkulasi darah ke tempat tersebut. Pengobatannya adalah dengan krim atau salep antibiotik (harus dengan resep dokter). Tetapi apabila tidak membaik, untuk bisul yang telah bermata/ada puncak putihnya, dokter akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan nanah. Bisul yang padat, sakit dan tidak bermata jangan dipijat karena tidak akan ada nanah yang dapat dikeluarkan.
Apabila bisul banyak, atau ada demam di badan, maka harus ditambah dengan obat minum antibiotik. Apabila bisul terjadi berulang-ulang, maka harus dicari faktor yang mendasarinya, yaitu apakah ada penyakit kencing manis, penyakit ginjal berat, penyakit berat, menurunnya daya tahan tubuh pada orang tersebut atau orang yang telah berusia lanjut. (sumber metrotv)
Baca terus >>