31 Agustus 2009

Windows Live Writer

clip_image002 

Dalam urusan nulis menulis blog, banyak alternatif layanan pembuatan blog mulai dari yang gratis sampai yang harus mbayar. Dari sekian banyak layanan blogging, beberapa diantaranya yang cukup banyak pemakainya adalah blogger, wordpress dan multiply, disamping juga beberapa yang lain. Penulisan artikel pada suatu blog umumnya dilakukan secara online, sehingga bagi yang menggunakan akses internet yang tidak unlimited terutama yang time based, hal ini menjadikan membengkaknya tagihan. Apalagi kalau aktivitas blogging dilakukan lewat warnet.

Untuk menyiasati hal tersebut, berikut ada beberapa alternatif pemecahan masalah yang mungkin dapat digunakan:

  1. Jika anda blogging lewat warnet, maka melamarlah menjadi karyawan warnet. sehingga tidak perlu dipusingkan dengan billing warnet yang terus berjalan.
  2. Buatlah artikel menggunakan program pengolah kata / teks secara offline misalnya menggunakan office word, atau notepad. Setelah selesai, ketika online, artikel tersebut tinggal di copy paste dalam postingan. Tentunya tinggal melakukan beberapa setingan yang pas. ini tentu akan sangat menghemat waktu. Cara ini dapa dilakukan ketika aktivitas blogging dilakukan lewat warnet atau melalui time based dial up.
  3. Gunakan software pendukung penulisan artikel secara offline. Ada banyak software seperti ini yang bertebaran di internet. Anda dapat melakukan googling untuk itu. Salah satu yang menjadi pilihan saya adalah Windows Live Writer buatan Microsoft. Software ini dapat digunakan untuk menulis artikel pada blog-blog terkenal seperti blogger yang saya gunakan saat ini.

Akan tetapi ada sedikit yang mengganjal pada benak saya, yaitu, software ini tidak mendukung read more … untuk penulisan yang panjang. Seperti pada contoh artikel saya yang pertama menggunakan Windows Live Writer berjudul Oh Malaysia, read more ada pada bagian akhir artikel, sehingga klik pada readmore hanya untuk menampilkan komentar saja. Ini tentu diluar sekenario.

Maka dengan penuh rasa penasaran, saya cari-cari setingan yang ada di Windows Live Writer, dan akhirnya memang tidak ada … hahahahaha … . Maka, mau tidak mau, pengubahan dilakukan secara manual.

  1. Masuk ke blogger, kemudian masuk ke tab pengaturan – format. Bagi yang sudah menggunakan read more … pada kotak template posting terdapat script
    <span class="fullpost">

    </span>
    Nah, script tersebut dihapus saja.

  2. Kemudian, pada saat mengedit / membuat artikel dengan Windows Live Writer, masuk ke tab source, nah disanalah kita dapat memasukkan script

    <span class="fullpost">

    </span>
    Script tersebut mengapit artikel yang akan disembunyikan (ditampilkan ketika klik read more …).

Dan hasilnya seperti yang tersaji dihadapan anda saat ini.

Baca terus >>

23 Agustus 2009

Oh Malaysia

ikhsanamq.wordpress.com/.../30/seni-tari-pendet/

Indonesia dan Malaysia adalah negara yang bertetangga dekat. Selain kedekatan geografis, ternyata Indonesia dan Malaysia mempunyai kesamaan dalam hal bahasa dan budaya. Akan tetapi, kesamaan budaya dan bahasa hanya budaya dan bahasa di sebagian wilayah Sumatra. Hampir budaya dan bahasa Malaysia asli dapat dikatakan sama. Perbedaan budaya dan bahasa di Malaysia lebih banyak disebabkan adanya kaum pendatang seperti dari China, India dan lainnya.

Sangat berbeda dengan di Indonesia. Budaya dan bahasa asli banyak ragamnya. Dalam satu pulau, bahkan dalam satu propinsipun kadang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Itulah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Lebih parahnya juga menjadikan bangsa lain iri dan akhirnya membajak budaya bangsa Indonesia diakui miliknya.

Sungguh menyakitkan ketika budaya kita diklaim milik bangsa lain, apalagi oleh tetangga sendiri yang mengaku sebagai bangsa serumpun. Beberapa saat lalu, Reog Ponorogo diklaim sebagai budayanya. Apa tidak lucu, namanya saja pakai Ponorogo, yang jelas secara geografis dan yuridis merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Kemudian batik, juga diklaim merupakan budaya mereka, belum puas dengan itu, akhir-akhir ini tari Pendet dari Bali pun dengan bangganya mereka akui sebagai bagian dari budayanya.

Kepala saya sampai saya gelengkan 33 kali demi mendengar pembajakan ini. Teganya teganya teganya (kayak lagu dangdut saja, eh jangan jangan nanti lagu dangdut juga di cap made in malaysia). Entah apalagi yang mau diklaim. Oh iya, pulaupun juga mereka klaim dan mereka rebut seperti Pulau Sipadan dan Ligitan. Bagaimana saudara serumpun kita ini. Beginikah sikap saudara?

Untuk budaya, banyak yang mengusulkan agar pemerintah mempatentkan semua budaya kita. Tapi apa ya mungkin, budaya kita itu amat sangat banyak. Sangat sulit tentunya untuk dilakukan. Memang itu salah satu alternatif, tapi apakah dengan memberi patent kemudian tidak akan di jiplak?

Saya yakin, dunia sudah tahu, Reog asli Indonesia, Batik asli Indonesia, Pendet juga asli Indonesia.

Jika kita mengamati berita-berita akhir-akhir ini, memang kita menjadi tidak habis mengerti. Para tenaga kerja kita disana disiksa, bukan hanya yang menjadi tenaga informal, bahkan yang resmi dijadikan istri pun (Manohara) konon kabarnya juga disiksa. Budaya kita diakui paksa. Sementara mereka memberi kita ….. t e r o r i s …. (mungkin perkiraan saya salah ….:) )

 

Nb: artikel ini merupakan artikel pertama yang saya buat secara offline dengan Windows Live Writer.

Baca terus >>

17 Agustus 2009

HUT RI ke 64



MERDEKAA....... !!!!!
Baca terus >>