23 Agustus 2009

Oh Malaysia

ikhsanamq.wordpress.com/.../30/seni-tari-pendet/

Indonesia dan Malaysia adalah negara yang bertetangga dekat. Selain kedekatan geografis, ternyata Indonesia dan Malaysia mempunyai kesamaan dalam hal bahasa dan budaya. Akan tetapi, kesamaan budaya dan bahasa hanya budaya dan bahasa di sebagian wilayah Sumatra. Hampir budaya dan bahasa Malaysia asli dapat dikatakan sama. Perbedaan budaya dan bahasa di Malaysia lebih banyak disebabkan adanya kaum pendatang seperti dari China, India dan lainnya.

Sangat berbeda dengan di Indonesia. Budaya dan bahasa asli banyak ragamnya. Dalam satu pulau, bahkan dalam satu propinsipun kadang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Itulah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Lebih parahnya juga menjadikan bangsa lain iri dan akhirnya membajak budaya bangsa Indonesia diakui miliknya.

Sungguh menyakitkan ketika budaya kita diklaim milik bangsa lain, apalagi oleh tetangga sendiri yang mengaku sebagai bangsa serumpun. Beberapa saat lalu, Reog Ponorogo diklaim sebagai budayanya. Apa tidak lucu, namanya saja pakai Ponorogo, yang jelas secara geografis dan yuridis merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Kemudian batik, juga diklaim merupakan budaya mereka, belum puas dengan itu, akhir-akhir ini tari Pendet dari Bali pun dengan bangganya mereka akui sebagai bagian dari budayanya.

Kepala saya sampai saya gelengkan 33 kali demi mendengar pembajakan ini. Teganya teganya teganya (kayak lagu dangdut saja, eh jangan jangan nanti lagu dangdut juga di cap made in malaysia). Entah apalagi yang mau diklaim. Oh iya, pulaupun juga mereka klaim dan mereka rebut seperti Pulau Sipadan dan Ligitan. Bagaimana saudara serumpun kita ini. Beginikah sikap saudara?

Untuk budaya, banyak yang mengusulkan agar pemerintah mempatentkan semua budaya kita. Tapi apa ya mungkin, budaya kita itu amat sangat banyak. Sangat sulit tentunya untuk dilakukan. Memang itu salah satu alternatif, tapi apakah dengan memberi patent kemudian tidak akan di jiplak?

Saya yakin, dunia sudah tahu, Reog asli Indonesia, Batik asli Indonesia, Pendet juga asli Indonesia.

Jika kita mengamati berita-berita akhir-akhir ini, memang kita menjadi tidak habis mengerti. Para tenaga kerja kita disana disiksa, bukan hanya yang menjadi tenaga informal, bahkan yang resmi dijadikan istri pun (Manohara) konon kabarnya juga disiksa. Budaya kita diakui paksa. Sementara mereka memberi kita ….. t e r o r i s …. (mungkin perkiraan saya salah ….:) )

 

Nb: artikel ini merupakan artikel pertama yang saya buat secara offline dengan Windows Live Writer.

2 komentar:

  1. lemahnya diplomasi membuat budaya bangsa kita rontok satu2, pak jai. malingsia termasuk yang diuntungkan. doh!

    BalasHapus
  2. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung dah kepalang basah pak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar