25 Agustus 2008

REKAMAN


Masuk dapur rekaman merupakan harapan seorang penyanyi, entah penyanyi pop, ndangdut, jazz, rock, campursari maupun aliran musik yang lain. Seorang penyanyi akan disebut penyanyi profesional manakala ia sudah mengeluarkan album rekaman. Sebaliknya, penyanyi yang belum menghasilkan album rekaman masih disebut penyanyi amatir. Album rekaman yang sukses di pasaran secara otomatis akan mendongkrak nama si artis, sekaligus akan mendongkrak nilai kontrak, royalti, serta harga si artis. Masuk dapur rekaman merupakan impian dan cita-cita setiap penyanyi.
Berlawanan arah 180 derajat dengan penyanyi, pejabat dan pengusaha korup, justru akan sangat ketakutan dengan rekaman. Masih ingat kasus Artalita dan jaksa Urip, atau kasus pembicaraan suami artis dangdut Kristina dengan lewat telepon yang bersifat sangat rahasia direkam. Studio rekamannya bernama KPK. Peralatan rekaman para pejabat ini harganya sangat mahal, jauh lebih mahal dari peralatan studio rekaman umumnya, dan tidak semua orang/lembaga dapat memiliki peralatan ini. Tetapi, hampir tidak ada orang yang mau direkam pembicaraannya oleh KPK. Mereka akan dipermalukan didepan semua orang oleh pembicaraan/omongan mereka sendiri.
Rekaman pembicaraan telepon oleh menjadi momok bagi mereka yang berbuat "menyimpang". Apa yang dibicarakan dan yang telah terekam itu bisa menjadi alat bukti yang sah dan kuat di pengadilan. Sangat sulit mengingkari bukti tersebut, karena KPKpun tidak menjadikan rekaman pembicaraan telepon satu-satunya alat bukti, tetapi didukung pula oleh alat bukti lainnya. Untuk itulah, para pejabat, pengusaha yang korup, mestinya harus berhati-hati jika melakukan pembicaraan yang berhubungan dengan penyelewengan keuangan negara lewat telepon. Karena apa yang dibicarakan akan diperdengarkan lagi di pengadilan. Bagi yang tidak pernah berurusan dengan penyelewengan uang negara, tidak usah khawatir, KPK tidak akan sembarangan menyadap pembicaraan telepon.
Sebenarnya, semua umat manusia harus juga selalu waspada, tidak peduli pejabat atau rakyat, kaya atau miskin, siapa saja akan direkam semua tingkah laku dan ucapan kita, sejak dalam kandungan ibu kandung sampai masuk ke dalam kandungan ibu pertiwi, tentunya bukan oleh KPK. Hasil rekaman ini akan dipertunjukkan kepada semua mahluk, tidak hanya berupa suara, tetapi juga gambar (bisa jadi gambar 3 demensi). Jika perbuatan kita buruk, maka juga akan terlihat semua keburukannya, jika perbuatan kita baik, akan tampak pula kebaikannya. Hasil penilaian dari rekaman ini yang akan digunakan sebagai tiket untuk masuk ke surga atau ke neraka.
Kita tentu tidak mau dipermalukan di depan semua mahluk pada hari perhitungan kelak. Maka, marilah kita selalu berbuat dan berucap yang baik, karena, perbuatan dan ucapan kita akan selalu direkam,
Baca terus >>

20 Agustus 2008

Hidoep Ataoe Mati


Slogan ini sering kita baca dengar lihat di berbagai media yang bercerita tentang perjuangan para pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara INDONESIA. Hidoep merdeka adalah impian bangsa ini, lepas dari jeratan belenggu penjajah yang serakah menjarah hasil jerih payah bangsa INDONESIA. Hidoep merdeka berarti bebas menentukan nasib, menentukan masa depan lepas dari kemauan para penjajah. Hidoep merdeka berarti segala sumber daya yang ada di negeri ini, demi kemakmuran bangsa.
Jika tidak dapat hidoep merdeka, maka lebih baik mati berkalang tanah, memperjuangkan keyakinannya, kesetiaannya, juga nama baiknya sebagai bangsa. Mati raganya, bukan berarti mati semangatnya.
Demikian besar pengorbanan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita maupun yang belum gugur dan hidup sengsara. (beberapa kali di TV ditayangkan kisah hidup para pejuang yang sengsara di masa tuanya). Apakah slogan hidoep ataoe mati masih relevan di masa sekarang ini? Jawabannya tidak, sekarang slogan itu sudah diganti koeroepsi ataoe mati. Jika ingin tetap hidup ya harus koeroepsi, jika tidak, ya bakal mati. Baca di radio, dengarkan di koran, juga di media lain, pejabat-pejabat yang sudah di gaji besar dari uang rakyat, ternyata masih koeroepsi. Koeroepsi menjadi budaya. Yang tidak koeroepsi harus bersiap untuk mati.
MERDEKA..........................
Ya Allah, ampunilah bangsaku yang bejat ini.
Baca terus >>

Prosesor vs Otak


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak lepas dari perkembangan komputer. Perkembangan komputer tidak lepas dari perkembangan prosesor. Beberapa dari kita mungkin masih ingat, komputer yang beredar dengan prosesor 8080, kemudian disusul 8086, untuk menyalakan saja kita harus menunggu, padahal pengecekan RAM hanya sebesar 640 Kb. kemudian muncul prosesor 286, 386, 486, 586, Pentium 1, Pentium 2, Pentium 3, Pentium 4, Dual core, Core 2 duo, dan banyak seri prosesor buatan selain Intel seperti dari AMD dan lain-lain.
Fungsi dari prosesor sendiri sesuai dengan namanya yaitu memproses. menurut wikpedia, Prosesor adalah sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi. Proses yang dilakukan oleh prosesor hanyalah sebatas melakukan perhitungan aritmatik dan logika, sesuai dengan tipe data yang diolah yaitu data biner yang berupa angka 1 dan 0. Perhitungan aritmatik adalah perhitungan yang melibatkan operator aritmatik seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar dan pangkat. Perhitungan logika adalah perhitungan yang melibatkan operator logika seperti AND, OR, NOT dll.
Data yang diperoleh prosesor berasal dari perangkat input seperti keyboard, mouse, scanner, mikropon, kamera, dan lain-lain. Data input kemudian diproses oleh prosesor, selanjutnya akan diteruskan ke media penyimpan data atau ke perangkat output yang berupa monitor, printer, speaker dan lain-lain. Karena kemampuan prosesor hanya memproses, tetapi tidak bisa menyimpan apa yang diproses, maka diperluakan komponen lain untuk menyimpan data-data yang telah diproses. Komponen tersebut adalah RAM (random access memory) dan DSU (data storage unit). RAM mempunyai kemampuan menyimpan data dengan kecepatan baca tulis yang tinggi, tetapi hanya dapat menyimpan data selama mendapat daya listrik. Begitu listrik padam, data yang tersimpan dalam RAM otomatis akan hilang. Untuk menyimpan data dalam waktu lama dan tidak bergantung pada ada tidaknya daya listrik, diperlukan DSU. DSU dapat berupa harddisk, flashdisk, CD, DVD, disket (sudah tidak begitu lazim), pita magnetik dll.
Bagaimana dengan manusia. Manusia memerlukan organ yang bisa mengkoordinasi seluruh tubuh, memproses input yang masuk, menerjemahkan input dan menyimpan informasi yang diperolehnya atau meneruskan ke organ yang lain sebagai efektor. Organ tersebut bernama otak. Otak manusia dibagi menjadi 3 yaitu otak depan/besar (cerebrum), otak tengah (mesensefalon) dan otak kecil (cerebellum). Otak depan berfungsi sebagai pusat penglihatan, pendengaran, pengaturan kulit dan otot, pusat perkembangan, kecerdasan dan ingatan. Otak tengah untuk mengatur pusat refleks mata, pengaturan suhu, keseimbangan cairan tubuh, metabolisme lemak, tekanan darah, tidur dan selera makan. Otak kecil untuk koordinasi gerakan otot sadar dan keseimbangan. Otak memproses input yang berasal dari mata, telinga, kulit, hidung maupun lidah. input tersebut kemudian diproses dan diterjemahkan untuk kemudian bisa disimpan atau diteruskan ke organ tubuh yang lain.
Manakah yang lebih canggih, otak atau prosesor?
Banyak orang yang menganggap bahwa prosesor itu sangat canggih dan hebat. Memang tidak sepenuhnya salah, karena dengan adanya prosesor komputer, maka perhitungan yang sangat kompleks dan banyak dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat, yang mungkin tidak dapat dilakukan manusia tanpa bantuan alat. Juga dalam penyimpanan data, data yang jumlahnya sangat banyak bisa tersimpan dengan baik, rapi, dan relatif permanen. Pencarian data yang tersimpan juga mudah dan cepat. Tetapi tahukan anda? Bahwa pada umumnya manusia baru menggunakan 12% dari kemampuan otak/pikirannya. Kemanakah yang 82%? Cara kerja pikiran menurut Adi W Gunawan dalam bukunya The Secret of Mindset, dibagi menjadi 2:
1. Pikiran sadar (conscious) sebesar 12% yang fungsinya:
a. membandingkan
b. mengidentifikasi informasi yang diterima
c. menganalisa
d. memutuskan
2. Pikiran bawah sadar (subconscious) sebesar 88% berfungsi menangani:
a. kebiasaan
b. emosi
c. memori jangka panjang
d. kepribadian
e. motivasi
f. kreativitas
g. persepsi
h. belief/value
Untuk memahami tentang pikiran bawah sadar ini, silahkan cari informasi pada kakek google, buku-buku atau mengikuti seminar-seminar tentang hypnosis, NLP, LOA dll.
Jelas sekali bahwa otak manusia jauh lebih hebat dari prosesor tercanggih sekalipun.
Baca terus >>

13 Agustus 2008

Plug and Play dan Plug and Pray



Sistem operasi pada saat ini sudah semakin canggih dan mempermudah pemakainya. Tampilannya juga semakin user friendly karena sudah graphical user interface. Yang lebih memanjakan pemakainya lagi adalah kompabilitas dengan perangkat tambahan. Untuk menambah perangkat, pemakai tidak terlalu repot dengan masalah instalasi softwarenya. Begitu ditancapkan, sistem operasi
langsung akan mengenali dan mencocokkan dengan database driver yang dimilikinya. Kalau tidak ada bawaan sistem operasi,pemakai tinggal memasukkan cd drivernya, selanjutnya urusan sistem operasi yang akan menangani, istilahnya Plug and Play. Tentunya akan sangat berbeda sekali ketika sistem operasi masih berbasiskan teks. Untuk penambahan perangkat perlu instalasi software yang rumit bagi sebagian besar pemakai komputer.

Plug and Play menurut ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia Wikipedia adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada fitur di komputer yang memperbolehkan suatu perangkat ditambahkan ke sistem komputer tanpa perlu untuk melakukan konfigurasi ulang atau instalasi device driver secara manual, dalam bahasa yang lebih sederhana tancapkan dan mainkan. Perangkat yang ingin kita tambahkan pada PC tinggal ditancapkan entah itu di slot PCI, PCI express, slot VGA, ISA, USB, IEEE dan lain-lainnya. Perangkat yang bisa ditambahkan misalnya printer, scanner, flashdisc, kamera digital, camcoder digital, sound card, vga card, modem, tv tuner internal atau external, web cam, LAN card, perangkat wireless, dan lain-lain. Sistem operasi akan segera mengetahui adanya penambahan perangkat, untuk selanjutnya melakukan instalasi secara otomatis.

Manusia sebagai mahluk hidup, salah satu cirinya adalah dengan melakukan reproduksi (kok tidak ada hubungannya dengan paragraf diatas ya..?). Reproduksi pada manusia terjadi secara generatif, artinya harus melalui proses fertilisasi atau pembuahan yaitu bertemunya sperma dengan sel telur. Fertilisasi pada manusia terjadi secara internal atau terjadi di dalam tubuh wanita, maka dari itu, supaya sperma bisa masuk ke dalam tubuh wanita, maka perangkat reproduksi laki-laki dibuat oleh Allah SWT sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk memasukkan sprerma ke dalam tubuh wanita. Untuk melakukan reproduksi, tentunya laki-laki tinggal menancapkan (plug) perangkatnya ke dalam tubuh wanita lalu mainkan (play).

Pada proses reproduksi manusia, tidak hanya butuh Plug and Play, tancapkan dan mainkan, tetapi juga membutuhkan Plug and Pray (istilah ini saya dapatkan waktu mengikuti pelatihan CMT). Artinya, ketika sudah ditancapkan ya jangan hanya play atau
dimainkan saja, tetapi juga jangan lupa disertai dengan pray atau doa. Doa sebelum, selama (kira-kira bisa nggak ya, play sambil pray.. :b Nek sudah kadung penak, biasanya lupa? ) melaksanakan reproduksi. Semoga dengan Plug and Pray, akan dihasilkan keturunan, generasi penerus yang cerdas, tangkas, beriman dan berbudi pekerti luhur, amin.
Baca terus >>

11 Agustus 2008

Olimpiade Pertama di Athena

Ketika melihat tontonan Olimpiade Musim Panas Beijing 2008, pikiranku melayang, jauh, melayang jauh seperti lagu jazz tahun 80 an (penyanyinya saya lupa). Yang terlintas dipikiranku adalah ketika aku duduk di bangku, eh kursi SMP 1 Temanggung (kalau duduk di bangku tidak sopan, tau..) diajar oleh bapak guru olah raga yang kebetulan ceking (maaf pak guru, namanya lupa, bukannya tidak mau mengingat, tetapi memang kapasitas otak saya mungkin cuma 10 Gb), pak guru ini bercerita tentang olimpiade yang pertama di Athena.

Menurut pak guru, olimpiade merupakan bagian persembahan bagi para dewa. Semua atlitnya laki-laki. Yang lebih heboh lagi, semua atlitnya telanjang bulat, polos, tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuh. Pikiran kotorku membayangkan, bagaimana atlit lari, sepak bola, dan cabang olah raga lain yang ada unsur lainnya, ketika berlari, benda keramatnya terlempar kekanan dan kekiri, jika loncat-loncat, akan menyabet ke atas dan kebawah. Mestinya akan bikin mules. Belum lagi kalau pas bertanding, ada penonton cewek yang seksi, entah apa yang akan terjadi.Sayangnya/untungnya sekarang semua atlit harus menutup aurotnya, lha kalau tidak, wuihh.. jangan dibayangkan ya..

Baca terus >>

10 Agustus 2008

Jacky Chan


Siapa yang tidak suka nonton filem? Pada jadul (jaman dulu), untuk nonton film harus ke gedung bioskop, harus berdesak-desakan antri, bahkan saat midnite sekalipun. Maklum, TVRI saat itu , sangat pelit untuk menyiarkan filem. Lebih suka menyiarkan klompencapir, wawancara dan lain-lainnya yang monoton. VCD juga belum ada, kaset beta hanya dimiliki oleh golongan the have.

Saat ini, filem bertebaran dimana-mana. Di TV swasta, tiap malam pasti ada filem, dari yang sudah usang sampai filem box office terbaru. Mau nonton VCD juga mudah dan murah, apalagi kalau vcd nya bajakan. Gedung bioskop?.... sekarat. Berbagai jenis filem dari berbagai negara dengan sangat mudah dapat dinikmati kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja, dari yang tua sampai anak-anak.

Bagi para wanita akan lebih menyuki filem drama yang mengharu biru, romantis, menguras air mata, penuh rengekan, cinta, benci, kecemburuan, kelicikan, intrik, rebutan warisan dan lain-lain. Anak-anak lebih suka filem-filem animasi, kartun, boneka yang lucu-lucu dan sebagainya. Pria lebih suka filem yang bertema action, perang, detektiv dan sebagainya

Dengan mudahnya kita menikmati filem, kapan saja dan dimana saja, tentunya membuat filter kepantasan filem ditonton berdasarkan usia menjadi hilang. Filem dewasa bisa saja ditonton oleh anak-anak. Filem action yang penuh perkelahian dan pertempuran sering ditonton juga oleh anak-anak. Buruknya adalah anak-anak akan mengadopsi apa yang dilihat untuk ditirukan saat bermain dengan teman-temannya. Sulit untuk memberikan penjelasan bahwa apa yang ada dalam filem hanyalah acting, bukan kejadian yang sebenarnya.

Dari sekian banyak filem, yang paling menarik adalah filem-filemnya Jacky Chan. Menarik karena setiap akhir filem selalu ditampilkan pengambilan gambar yang gagal. Disana kita bisa menjelaskan kepada anak-anak kita bahwa apa yang terlihat hanyalah bohong-bohongan. Ketika action kelihatan sangar dan tidak bersahabat, tetapi ketika terjadi kesalahan, mereka akan tertawa bersama-sama. Anakpn tahu, ternyata mereka sebenarnya berteman.

Sungguh menyenangkan bagi orang tua, jika semua filem bisa menunjukkan kejadian sebenarnya, sehingga penjelasan kepada anak menjadi mudah. Kapan semua filem terutama action akan meniru filem-filemnya Jacky Chan?
Baca terus >>

09 Agustus 2008

Olimpiade Beijing 2008


Hari ini, ketika membuka internet explorerku yang pertama, Google adalah home page ku. Ada sesuatu yang lain dari gambar logo google dibanding hari-hari yang lalu. Logo Google dengan dengan o sebanyak 5 yang dirangkai dengan warna merah, hijau, kuning, biru dan hitam didalam bendera yang dibentang oleh empat atlit kartun dengan satu atlit didepan membawa obor. Yah itulah bendera Olimpiade dengan O yang mewakili 5 benua, biru Eropa, merah Amerika, Kuning Asia, Hijau Australia dan Hitam Afrika. Ketika kursor parkir di atas logo, tampil kotak tips kuning bertuliskan Olimpiade Beijing 2008. Jika di klik akan ditampilkan hasil penelusuran oleh paman google, semua tentang Olimpiade Beijing 2008.

Beijing adalah ibu kota negara China, Negara dengan penduduk terbesar didunia, memiliki peradaban yang sungguh di luar kebiasaan. Ada tembok besar China yang panjangnya berkilo-kilometer (katanya, saya sendiri belum pernah kesana) yang dibangun pada zaman dahulu kala, dimana teknologi masih sangat dan amat sederhana. Bangsa China juga yang pertama menemukan kertas, teknologi cetak, bahan peledak, dan lain-lain, pokoknya banyak. Sehingga tidak mengherankan jika nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan untuk menuntut ilmu walaupun sampai ke negeri China, karena memang China merupakan gudangnya ilmu pada saat itu.

Kembali ke urusan olimpiade. Berkali-kali China mengikuti olimpiade, dan pundi-pundi emas China selalu penuh. Atlit-atlit mereka hampir selalu ada di setiap even olah raga, dan hampir selalu memperoleh mendali pada setiap cabang olah raga yang digelutinya. China memang raksasa di segala bidang tidak terkecuali olah raga. Atlit-atlitnya sangat berbakat dan bersemangat, memperjuangkan harumnya nama bangsa. Apalagi tahun ini sebagai tuan rumah. Tentu mereka tidak akan main-main. Juara umum pasti sudah menjadi targetnya.

Lepas dari kekaguman prestasi bangsa China, bagaimana dengan prestasi bangsa kita? Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk terbanyak (keberapa ya, saya kok lupa). Akan tetapi, mencari atlit olah raga yang dapat mendulang emas di arena olimpiade sulitnya seperti mencari jerami di tumpukan jarum. Sulitnya minta ampun, ampunnya sampai diminta-minta. Dapat medali hanya dari bulu tangkis yang kebetulan dipertandingkan. Coba dulu waktu belum bulu tangkis belum dipertandingkan, dapat apa hayo..... Mengapa bisa begini. Jika jumlah penduduk Indonesia katakanlah seperempat jumlah penduduk China, mestinya medali yang diperoleh bangsa kita seperempat medali yang diperoleh China. Tapi, yang kita peroleh tidak lebih dari jumlah jari satu tangan kita.

Ampunilah bangsaku ini ya Allah... bangsa sebesar ini tapi prestasinya sekecil ini.

Ayo atlit-atlit Indonesia di Olimpiade Beijing 2008, berusahalah, berjuanglah sampai tetes keringat yang terakhir, sampai napas yang terdalam, sampai tenaga yang penghabisan. Doaku menyertaimu, semangatku menguntitmu. Persembahkan medali untuk ulang tahun bangsaku, yang ke 63. MERDEKA..................
Baca terus >>

06 Agustus 2008

Pelatihan TIK dalam Pembelajaran

Capek juga mengikuti pelatihan ini, 3 hari non stop dari pukul 07.00 sampai dengan 17.00. Setiap pulang pelatihan, anak dan istri langsung dikaryakan untuk mijiti seluruh tubuh ini. Untung cuma 3 hari, bayangkan kalau pelatihannya sampai 7 hari 7 malam, tidak akan terbayangkan apa yang terjadi pasti terjadilah. Sebagai guru yang biasa ngomong, memang susah untuk mendengarkan orang ngomong. Lebih mudah ngomong daripada diomongi. Ketika narasumber ngomong, waduuhhhh, mata ini bagaikan dibebani oleh berbagai macam alat berat di pelupuk mata, diikat tali laso, dilem pakai alteco dan lain-lain. Maafkan saya ya bu Cahyo (Senior Trainer).
Untungnya, pelatihan dilaksanakan di sebuah SMK yang representatif, di ruang laboratorium yang walaupun tidak full AC tetapi tetep adem, yang lebih heboh lagi adalah full internet. Hitung-hitung ngirit anggaran daripada harus ke warnet. Seharian bisa browsing, surfing (sama ya?), kirim-kirim email, donlot, bahkan kirim postingan ke blog. Suasana membosankan berubah 600 derajat (ora memper) menjadi menyenangkan. Sayangnya bukan senang dengan materi pelatihan tapi cenderung senang berinternetnya itu. (Payah tenan, dibiayai negara kok begitu ya). Kami seperti anak kecil saja, jika diberi mainan, lupa yang lain. (semoga ini tidak menjadi dendam kesumat nara sumber pada peserta pelatihan).
Dalam pelatihan ini saya juga mendapat kawan baru, pakar serta bos-bos blog dari Kendal seperti Pak Sawali, Pak Marsudiyanto, Pak Sunarto, Pak Yosi dan lain-lain yang tidak dapat kami sebutkan 1 per satu, dua per dua, tiga per tiga dan seterusnya. Sungguh bersyukur, jika dibalik rasa penat, lelah, capek, bosan, suntuk, ngantuk ada banyak hikmah dibalik semua itu.
Baca terus >>