27 September 2010

Aku Punya Mama


Beberapa hari yang lalu, HP di atas meja meraung memberi tahu kalau ada pesan sms yang masuk. Sejurus kemudian, saya ambil HP itu untuk segera tahu apa isi pesan, barangkali penting. Ternyata dari sebuah nomor tidak dikenal, +6283139014904. Isinya seperti ini:
Beliin dulu mama pulsa AS/50rb di Nomor baru mama, Ini Nomor nya 085237265736 Secepat'nya penting Sekali Nanti mama Ganti uang'nya Sekarang mama Tunggu ya?
(Saya tulis persis kapitalisasi maupun tanda bacanya)

Yang aneh dari pesan tersebut adalah:
  1. Dari lahir sampai sekarang saya belum pernah punya mama, karena didesaku, anak-anak hanya punya emak atau simbok. Ada juga yang punya ibu, tetapi umumnya hanya untuk keluarga yang strata ekonominya lebih mapan.
  2. Emak saya sudah berusia 60 tahun, tidak lulus SD, tidak begitu pinter membaca, apalagi teknologi, jelasnya gaptek. Apa ya mungkin emak punya dua nomor HP, lalu minta pulsa lagi.
  3. Nomor-nomornya tidak dikenal, sebab kalau sangat dikenal seperti nomor hp orang tua, tidak mungkin tidak disimpan dalam phonebook.
Dari tiga alasan tersebut, maka kesimpulanpun saya tarik, penipuan lewat sms. Memang seni menipu lewat telepon seluler mengalami kemajuan. Dulu sms menawarkan hadiah, dari uang sampai mobil. Kemudian berkembang melalui telepon untuk menawarkan hadiah. Dan akhir-akhir ini yang banyak modus minta pulsa dengan mengaku sebagai mama, teman atau orang dekat.
Penipuan lewat sms menjadi semakin marak, ketika nomor perdana diobral murah, bahkan jauh lebih murah dari harga pulsanya. Orang menjadi mudah menipu orang lain tanpa takut ketahuan karena nomornya bisa langsung dibuang dan beli yang baru. Pendaftaran nomor baru sepertinya juga tidak ada pengaruhnya, karena tidak ada pengaruhnya selama semua operator berusaha menggenjot penjualan kartu perdananya. Mereka tidak perduli apakah nama yang didaftarkan benar atau tidak, yang penting nomor perdananya laku. Memang Indonesia sekarang sudah benar-benar liberal, lebih liberal dari Amerika yang embahnya liberalisme.
Kepada para penipu, tolong kalau mau menipu mbok ya yang kira-kira, lihat-lihat dulu siapa yang mau ditipu. Mosok orang desa kok ditipu oleh mama ..!!!!
Baca terus >>

16 September 2010

Jakarta Sudah Pindah

(gambar: Vivanews.com)
Akhir-akhri ini, wacana kepindahan ibukota Jakarta sangat santer dibicarakan. Bahkan SBY, presiden Indonesia pun ikut angkat bicara soal kepindahan ibukota ini. Wacana kepindahan ini berangkat dari masalah kemacetan dan keruwetan lalu lintas di Jakarta saat ini. Kemacetan menjadi pemandangan yang rutin setiap pagi dan siang hingga sore. Disamping itu, daya dukung jakarta sebagai ibu dari kota negara dirasa sudah tidak layak lagi. Mulai dari luas tanah yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk, kurangnya air bersih dll, menjadikan kepindahan ibu kota sebagai obat yang mujarobat.
Sebenarnya, ibukota negara pernah tidak di Jakarta, tepatnya Bukit Tinggi dan Jogjakarta pernah mendapat kesempatan sebagai ibukota negara. Konon, presiden Sukarno pun pernah merencanakan kepindahan ibukota negara ke Palangkaraya. Sementara presiden Suharto telah merintis pemindahan pusat pemerintahan ke daerah Jonggol Bogor. Entah mengapa rencana-rencana tersebut tidak terealisasi. Hingga akhirnya, sekarang puncak kesumpekan Jakarta hampir mencapai klimaksnya, dan pemindahan ibukota negara menjadi buah yang dibibir para eksekutif, legislatif, pakar, media dll.
Setidaknya setiap tahun sekali, ibukota sudah pindah ke luar Jakarta. Indikatornya sederhana saja, setiap lebaran, Jakarta menjadi sepi dari lalu lintas, lengang, tidak tampak hiruk maupun pikuknya ibukota. Sementara, banyak kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur serta beberapa daerah lain menjadi sasaran kepindahan kemacetan kota Jakarta. Biang dari keladi kemacetan itu adalah mobil dan motor yang berasal dari Jakarta. Ya, Jakarta sebagai ibukota kemacetan dan kesemrawutan sudah pindah ke daerah lain, setidaknya setahun sekali, setiap lebaran.
Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Baca terus >>

05 September 2010

Instal Windows pada Netbook



Sudah berhari-hari OS Windows yang terinstal pada netbook ngambek, untungnya Linux Ubuntu masih lancar-lancar saja, karena memang tidak serewel si Windows. Sebenarnya bisa saja saya diamkan, tapi eman-eman, wong itu juga windows ori, karena dari pabriknya memang sudah ada windows nya. Sebenarnya sih mau beli yang non OS supaya lebih murah, sayang netbook yang saya taksir semua sudah ada windowsnya. Pada suatu kesempatan, saya berniat untuk menginstall ulang si jendela itu. Tapi betapa terkejutnya (ini sengaja di dramatisir) begitu tahu netbook tidak ada CD/DVD drive nya. Mau beli? wah nggak mungkin, apalagi lebaran sudah dekat, CD/DVD drive eksternal tentu menjadi prioritas ke 1001. Untuk mengatasi masalah ini, tentu bantuan dari guru besar Google menjadi andalannya.
Untuk linux Ubuntu, masalah menjadi mudah, karena memang ada fasilitas di linux untuk membuat flashdisk bootable untuk keperluan install, tapi tidak ada menu tersebut pada windows. Ada banyak cara untuk membuat flashdisk dapat digunakan untuk menginstall Windows sebanyak cara menuju Roma. Hanya satu cara yang saya gunakan dan kebetulan sukses. Begini caranya:
  1. siapkan flashdisk, untuk windows vista dan/atau 7 yang berukuran 4 Gb.
  2. gunakan laptop/PC lain yang menggunakan windows vista / 7
  3. Colokkan flashdisk ke tempat yang semestinya.
  4. masuk ke command prompt (sama dengan terminal di Linux) dengan memilih Start - All Programs - Accesories - Command Prompt, klik kanan, lalu pilih "Run As Administrator". Ingat harus Run As Administrator supaya urusan tidak berbelit kelak kemudian hari.
  5. ketik diskpart dan pungkasi dengan enter, maka command prompt nya menjadi DISKPART>
  6. ketik list disk untuk menampilkan disk yang terpasang di komputer. Flashdisk yang kita siapkan dapat diketahui dari kapasitasnya, misal kapasitas flashdisk kita 4 Gb, maka akan tampak Mb, kemudian lihat sebelah kanannya dan kanannya lagi adalah alamat flashdisk kita, misal disk 1, disk 2 dst. Ambil contoh flash disk saya di disk 1.
  7. Ketikkan perintah-perintah berikut:
    select disk 1

    clean

    create partition primary

    select partition 1
    active

    format fs=NTFS

    assign

    exit
    Apabila tidak ada masalah, maka lanjut langkah berikutnya.
  8. siapkan DVD instalasi Windows 7 dan masukkan ke drive nya, anggap saja CD drive saya adalah drive E:, dan flashdisk saya adalah F:, ketik
    e: cd boot
    bootsect /nt60 f:
    sekarang flashdisk sudah bisa digunakan untuk booting.
  9. langkah terakhir adalah mengkopi semua file yang ada di DVD windows ke flashdisk, jika masih ada tempat, bisa juga dikopikan file lain seperti office, antivirus serta utility lainnya sehingga bisa all in one. Nah sekarang flashdisk siap digunakan untuk menginstal netbook.
Sebelum mulai menginstal, yang perlu diingat adalah dengan booting melalui flashdisk, caranya dengan mengganti prioritas booting atau dengan menekan tombol tertentu pada saat booting untuk menampilkan boot options.
Proses instalasi terasa lebih cepat dibanding menggunakan DVD. Setelah selesai, masalah barupun timbul, windows nyelonong begitu saja, GRUB linux yang digunakan untuk memilih sistem operasi yang digunakan hilang, dan linux pun tidak dapat digunakan (sementara). Untuk mengatasi masalah ini, tunggu saja laporan selanjutnya.
Baca terus >>