16 Juli 2011

Copy Paste

Bagi yang akrab dengan komputer, tentu tidak asing dengan istilah Copy paste. Copy paste adalah cara untuk menyalin teks atau data dari satu tempat ke tempat yang lain. Langkah untuk melakukan copy dengan memblok teks atau memilih objek yang akan dikopi, kemudian untuk aplikasi under Windows diikuti dengan memilih menu Edit-Copy. Bisa juga menggunakan shortcut dengan menekan control-C. Teks atau objek yang dikopi akan tersimpan dalam memori komputer yang bernama clipboard. Paste adalah menempelkan isi clipboard pada tempat yang baru. Langkahnya adalah dengan meletakkan kursor pada tempat kita akan meletakkan hasil kopian, kemudian pada aplikasi windows pilih menu Edit-Paste, atau bisa juga dengan shortcut control-V. Berikut ini tabel shortcut untuk perintah cut, copy dan paste beberapa sitem operasi.

Membahas copy paste akan kurang menggigit jika tidak ada secangkir kopi di depan mata. Lebih nikmat lagi jika diselingi lantunan lagu Fahmi Shahab, Kopi Dangdut. Mangga di nikmati.


Ide membuat tulisan ini berawal dari ramalan pak Sawali ketika duduk bersama mengikuti pembukaan Pelatihan ICT bagi guru 2011 di Kendal yang bertempat di SMA 1 Cepiring Kabupaten Kendal. Pak Sawali dengan cekatan menyebutkan kata demi kata yang akan diucapkan oleh salah seorang pejabat yang berkenan membuka acara tersebut. Sempat heran juga sebenarnya, apakah pak guru blogger satu ini sekarang sudah punya daya linuwih, sehingga "ngerti sak durunge winarah" (tahu sebelum peristiwa terjadi). Usut punya usut, ternyata pejabat tersebut pernah menyampaikan pidato dengan isi yang sama pada kegiatan lain yang kebetulan diikutinya. Kesimpulannya beliau hanya kopi paste dari pidato sebelumnya. Tidak salah memang, pidatonya menggunakan kopi paste, toh itu juga pidatonya sendiri. Tetapi bagi yang sudah pernah mendengarkan pidato tersebut, tentu akan menjemukan.

Peristiwa copy-paste yang memalukan terjadi pada LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban) Gubernur Jawa Tengah tahun 2010. Laporan tersebut ternyata hasil dari copy paste LKPJ tahun 2009 (ini sumbernya). Untung saja anggota dewan tidak terbuai dan tidur dalam mimpinya, sehingga dari kejanggalan tersebut, anggota dewan memutuskan mengembalikan LKPJ tersebut. Dilain pihak, Gubernur merasa dibohongi oleh tim penyusun LKPJ yang hanya melakukan copy paste dari LKPJ tahun sebelumnya (ini sumbernya).

Dalam dunia blogging, copy paste juga bukan merupakan hal yang baru. Para newbe sering mengisi blognya hanya dengan copy paste dari blog atau situs lain. Memang ada blog yang mempersilahkan pengunjung untuk mengkopi paste secara bebas. Tetapi ada juga blog/situs yang tidak memperbolehkan memperbanyak sebagian atau seluruh isi tulisannya. Akan lebih baik kalau isi blog dibuat sendiri, bukan copy paste secara utuh. Jika mengkopipun, mestinya hanya sebagian dengan tidak lupa menyebutkan sumbernya.

Copy paste ternyata juga merasuk dalam dunia pendidikan. Dikalangan perguruan tinggi/mahasiswa, copy paste sudah menjadi budaya. Pada tingkat sekolah menengahpun, siswa juga sudah banyak yang mengerjakan tugas dengan copy paste dari teman yang pandai atau mampu. Dengan copy paste, diharapkan akan mendapatkan nilai yang baik, walaupun tidak paham atau bahkan tidak tahu apa isi tugas yang dikerjakannya. Saat ujian atau tespun, copy paste jawaban dari teman menjadi solusi bagi siswa yang malas belajar tetapi tidak mau tinggal kelas atau tidak lulus. Copy paste menjadi sah dan halal, yang lebih parah lagi ada sekolah yang mengorganisir copy paste jawaban ujian nasional demi nama baik sekolah dan mengangkat ranking sekolah.

Apabila di sekolah saja mereka sudah belajar copy paste, maka kemampuan intelektualnya akan mandek, tidak berkembang, menjadi siswa peniru yang pasif, hanya menjadi pengikut, berpola pikir praktis dan instan. Jangan heran jika kelak mereka akan menjadi mahasiswa copy paste, pejabat copy paste, blogger copy paste dan lain-lainnya.

Kita berharap, bahwa pendidikan karakter di sekolah yang menyatu dengan semua mata pelajaran, tidak hanya sebatas tulisan dalam silabus dan RPP. Nilai kejujuran, kreatif, bekerja keras, menghargai orang lain dan nilai-nilai karakter lainnya benar-benar ditanamkan pada siswa. Dengan pendidikan karakter, diharapkan siswa tidak akan menggunakan copy paste sebagai jalan untuk mencapai keberhasilan studinya.
Baca terus >>

08 Juli 2011

Surat Palsu, Apa Yang Tidak Bisa Dipalsu?



Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan; alat bukti tertulis; alat pengingat; bukti historis; dan pedoman kerja. Sejarah surat dimulai sekitar tahun 2000 SM di Mesir dan Persia, kemudian berkembang ke China, India, Romawi hingga saat ini. Sedangkan berdasarkan jenisnya, surat dibagi menjadi: surat pribadi, surat resmi, surat niaga dan surat dinas.

Sebelum membahas lebih jauh tantang surat, mungkin perlu kita tengok kembali sebuah lagu tentang surat juga dari mas Iwan Fals.


Ketika mendapat surat, kita bisa menjadi senang jika itu adalah surat cinta, surat keputusan pengangkatan jabatan, surat tanda tamat belajar (STTB), surat ijin mengemudi, surat panggilan pekerjaan, surat undangan, dan surat lain yang bisa membuat kita senang. Adapun surat yang membuat kita menjadi susah ketika mendapat surat teguran, surat peringatan, surat tilang, surat tagihan, surat

Dari sekian banyak surat, surat palsu MK merupakan surat yang paling menghebohkan negeri ini. Kasus surat keputusan palsu MK ini kali pertama diungkapkan Ketua MK Mahfud Md. Selain orang dalam, kata Mahfud, sengkarut ini juga melibatkan Andi Nurpati. Bahkan, pada 31 Mei 2011, Mahfud sudah melaporkan bekas anggota KPU itu ke polisi. Mahfud, dalam laporannya, membeberkan MK lewat surat tertanggal 17 Agustus 2009 menyatakan pemilukada Dapil I Sulsel dimenangi kader Partai Gerindra Mestariyanu Habie. Tapi yang terjadi, KPU justru melantik Dewi Yasin Limpo, caleg dari Partai Hanura.
KPU punya pegangan: surat MK tertanggal 14 Agustus 2009. Belakangan, kata Mahfud, "Surat tertanggal 14, setelah diselidiki, ternyata palsu." Dan, kata Sekjen MK Djanedri M. Gaffar, surat palsu itu dikonsep oleh bekas hakim MK Arsyad Sanusi dan anaknya, Neshawaty Arsyad (http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/07/01/131238/Tersangka-Kasus-Surat-Palsu-MK-Ditetapkan).

Kepalsuan memang sudah ada sejak manusia ada. Uang palsu, janji palsu, sumpah palsu, tanda tangan palsu, dll. Bahkan kepalsuan juga merembet dalam dunia pendidikan, sering juga kita jumpai ijazah palsu, surat ijin siswa palsu, nilai palsu, peserta ujian palsu dll. Jangan-jangan semua kepalsuan itu berasal dari kepalsuan yang ada pada dunia pendidikan? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Iya karena secara tidak langsung, kepalsuan dalam dunia pendidikan mendidik masyarakat untuk memalsu, tidak ketika pendidikan sudah berusaha menanamkan nilai kejujuran dalam semua aspek materi pelajaran, tetapi setelah lulus, masyarakat atau lingkunganlah yang mendidiknya menjadi seorang pemalsu.

Mengapa kepalsuan-kepalsuan ini terus ada? Padahal kepalsuan-kepalsuan itu jelas merugikan. Walaupun ada juga sih, palsu yang justru menguntungkan dan bermanfaat. Misal rambut palsu untuk menutupi kebotakan atau sekedar agar tambah menarik. gigi palsu untuk membantu makan orang yang sudah ompong, kaki dan atau tangan palsu bagi penderita tuna daksa dll.

Marilah kita hindari palsu-palsu yang merugikan, berkreasi untuk menciptakan palsu-palsu yang menguntungkan.
Baca terus >>