16 September 2010

Jakarta Sudah Pindah

(gambar: Vivanews.com)
Akhir-akhri ini, wacana kepindahan ibukota Jakarta sangat santer dibicarakan. Bahkan SBY, presiden Indonesia pun ikut angkat bicara soal kepindahan ibukota ini. Wacana kepindahan ini berangkat dari masalah kemacetan dan keruwetan lalu lintas di Jakarta saat ini. Kemacetan menjadi pemandangan yang rutin setiap pagi dan siang hingga sore. Disamping itu, daya dukung jakarta sebagai ibu dari kota negara dirasa sudah tidak layak lagi. Mulai dari luas tanah yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk, kurangnya air bersih dll, menjadikan kepindahan ibu kota sebagai obat yang mujarobat.
Sebenarnya, ibukota negara pernah tidak di Jakarta, tepatnya Bukit Tinggi dan Jogjakarta pernah mendapat kesempatan sebagai ibukota negara. Konon, presiden Sukarno pun pernah merencanakan kepindahan ibukota negara ke Palangkaraya. Sementara presiden Suharto telah merintis pemindahan pusat pemerintahan ke daerah Jonggol Bogor. Entah mengapa rencana-rencana tersebut tidak terealisasi. Hingga akhirnya, sekarang puncak kesumpekan Jakarta hampir mencapai klimaksnya, dan pemindahan ibukota negara menjadi buah yang dibibir para eksekutif, legislatif, pakar, media dll.
Setidaknya setiap tahun sekali, ibukota sudah pindah ke luar Jakarta. Indikatornya sederhana saja, setiap lebaran, Jakarta menjadi sepi dari lalu lintas, lengang, tidak tampak hiruk maupun pikuknya ibukota. Sementara, banyak kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur serta beberapa daerah lain menjadi sasaran kepindahan kemacetan kota Jakarta. Biang dari keladi kemacetan itu adalah mobil dan motor yang berasal dari Jakarta. Ya, Jakarta sebagai ibukota kemacetan dan kesemrawutan sudah pindah ke daerah lain, setidaknya setahun sekali, setiap lebaran.
Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

3 komentar:

  1. hmm kayanya emang perlu dipikirkan untuk pindah ibukota deh, ato klo ga silahkan pikirkan depok, tangerang dan bekasi untuk perluasan ibu kota

    BalasHapus
  2. @ario
    Betul mas, apalagi sekarang ditambah dengan jalan ambles, nanti tidak cuma jalan, tapi gedung gedung bahkan monaspun bisa ambles, karena daya dukung yang sudah tidak mendukung

    BalasHapus
  3. sayangnya, yang pindah hanya kendaraan plus driver-nya saat mudik. kan ada wacana juga utk memindahkan ibukota ke kota lain, pak jai?

    BalasHapus

Silahkan berkomentar