27 Agustus 2011

Fenomena Akhir Romadhon



Ini cerita sudah banyak ditulis di banyak situs, web, blog dan sebagainya. Mungkin andapun sudah pernah membacanya. Tetapi sengaja saya tulis ulang untuk sekedar merefleksi diri kita, khususnya dalam rangka menjalankan puasa bulan Romadhon tahun ini.

Saat itu, tanggal 4 Juli 1952, California COAST sedang diliputi kabut pagi. Dua puluh satu mil ke barat di pulau Catalina, seorang wanita berumur 34 tahun mengarungi Lautan Pasific, dan mulai berenang menyeberangi California. Jika ia berhasil, ia akan menjadi wanita pertama yang berhasil melakukannya. Wanita ini bernama Florence Chadwick. Sebelumnya, ia telah berhasil menjadi wanita pertama yang menyeberangi selat pulang pergi dengan berenang.

Pagi hari itu airnya sangat dingin, dan berkabut sangat tebal sehingga membuatnya hampir tidak dapat melihat perahu perahu yang mengiringinya. Sementara itu ia terus berenang, ribuan orang menyaksikannya melalui televisi. Beberapa kali ikan ikan hiu mencoba mendekat, tetapi berhasil diusir dengan dayung. Ia terus saja berenang. Yang menjadi masalah terbesar dalam penyeberangan ini bukanlah kelelahan, tetapi air yang dinginnya menusuk sampai ke tulang sumsum.

Setelah lebih dari 15 jam berenang, ia merasakan lelah dan kedinginan. Ia lalu memutuskan untuk berhenti saja dan meminta untuk diangkat dari air. Ibu dan pelatihnya yang mengiringinya di perahu terdekat mengatakan bahwa ia hampir sampai. Mereka terus memberi semangat agar ia jangan menyerah. Tetapi ketika ia mencoba melihat ke depan pantai California, ia tidak bisa melihat apa-apa karena kabut yang sangat tebal.

Tidak lama kemudian, tepatnya 15 jam dan 55 menit ia diangkat dari air. Sejam kemudian, setelah tubuhnya kembali menjadi hangat, ia mulai merasakan kekecewaan akan kegagalannya. Ia melontarkan kekecewaannya pada wartawan, ”Saya menyesal pada diri saya sendiri. Andaikan saja saat itu saya bisa melihat daratan, pasti saya berhasil.”

Bagaimana ia tidak kecewa ? Ia diangkat dari air hanya 2,4 km saja dari pantai California! Kemudian ia menjelaskan, bahwa bukanlah karena kelelahan atau kedinginan yang menyebabkan ia menyerah, tetapi ketidakmampuannya untuk melihat target yang tertutup kabut.

Memang saat itu Florence Chadwick menyerah. Tetapi dua bulan kemudian, dia menyeberangi terusan yang sama dan sukses. Selain menjadi wanita pertama yang berhasil berenang mengarungi Terusan Catalina, ia juga berhasil memecahkan rekor pria dengan selisih waktu selama 2 jam!!

Florence Chadwick adalah perenang yang handal, tetapi ia tetap membutuhkan target yang dapat dilihat untuk menyelesaikan apa yang dapat diselesaikannya. Jadi, jangan sekali-sekali mengganggap remeh pentingnya menciptakan target-target yang masuk akal, ketika Anda merencanakan kesuksesan Anda.

Adalah sudah menjadi rahasia umum, semangat berpuasa bulan Romadhon paling kuat adalah pada awal bulan hingga pertengahan bulan. Setelah pertengahan bulan Romadhon, semangat semakin kendur, dan mencapai titik terendahnya ketika hari raya Idul Fitri tinggal 1 atau 2 hari. Indikator semangat menjalankan puasa bulan Romadhon yang tampak adalah pada waktu sholat tarawih. Hampir di semua masjid dan musholla, pada awal bulan puasa, jamaah sholat tarawih penuh hingga meluber ke serambi dan halaman masjid / musholla. Pemandangan sebaliknya tampak ketika memasuki akhir bulan puasa, jamaah sholat tarawih menyusut sangat drastis. Ada yang sudah capek, ada pula persiapan Idul Fitri yang menjadi alasan untuk berangkat menunaikan sholat. Tidaklah mereka menyadari, bahwa kebaikan bulan Romadhon paling besar justru pada akhir bulan. Malam lailatul Qodar yang senilai dengan malam seribu bulan pun ada pada akhir bulan Romadhon.

Kalau dikaitkan dengan cerita Florence Chadwick diatas, maka sangat mungkin bahwa kaum muslimin, ketika menjalankan ibadah puasa, tidak dapat melihat tujuan dari amalan ibadah puasa tersebut. Puasa dan sholat tarawih sebatas hanya rutinitas tahunan yang dijalankan tanpa adanya tujuan mengapa harus berpuasa. Tanpa adanya tujuan inilah yang menyebabkan puasa terasa "garing", sehingga ketika terasa sudah capek dan lelah, akhirnya putus asa. Padahal, hari kemenangan yang dijanjikan sudah di depan mata.

Marilah saudaraku seiman, pada akhir bulan Romadhon ini, kita bulatkan tekat kita, menyelesaikan kuwajiban kita melaksanakan ibadah puasa bulan Romadhon tahun ini. Kita perjelas tujuan kita menjalankan ibadah ini, hingga selesai berpuasa satu bulan penuh, dan terlahir kembali menjadi manusia yang fitri, amin amin ya robbal alamin.
Baca terus >>

02 Agustus 2011

Antara Akreditasi dan Puasa

Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah. Dasar hukum akreditasi sekolah utama adalah : Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 60, Peraturana Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87 dan Surat Keputusan Mendiknas No. 87/U/2002. Akreditasi sekolah bertujuan untuk : (a) menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan (b) memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah.
Fungsi akreditasi sekolah adalah : (a) untuk pengetahuan, yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator amalan baik sekolah, (b) untuk akuntabilitas, yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat, dan (c) untuk kepentingan pengembangan, yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi.
Beberapa sekolah di di Kabupaten Kendal, bulan Juli dan Agustus ini menjalankan proses akreditasi, karena akreditasi berlaku selama 4 tahun. Setelah 4 tahun, tepatnya 6 bulan sebelum masa akreditasi habis, maka sekolah harus mengajukan akreditasi. Sebelum diakreditasi, maka sekolah harus mengadakan evaluasi diri. Evaluasi diri adalah upaya sistematis untuk mengumpulkan, memilih dan memperoleh data dan informasi yang valid dari fakta yang dilakukan oleh sekolah yang bersangkutan, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh tentang keadaan sekolah untuk dipergunakan dalam rangka pengambilan tindakan manajemen bagi pengembangan sekolah.
Dengan akreditasi, sekolah diharapkan akan mengalami peningkatan dalam kinerja. Temuan dalam akreditasi maupun evaluasi diri digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang. Nilai akreditasi, semestinya meningkat dari tahun ke tahun, karena kekurangan pada tahun sebelumnya sudah dapat diatasi.

Manusia, sebagai makhluk yang lemah, salah dan khilaf yang selalu menyertainya, serta syaitan yang selalu menunggu celah untuk ikut berpartisipasi mewarnai tingkah laku manusia, juga patut untuk selalu diakreditasi. Seberapa banyak kesalahan pada tahun ini, perlu dievaluasi dan diminimalisir pada tahun mendatang. Momen akreditasi manusia mestinya setiap saat. Kapan seseorang berbuat salah, saat itu pulalah harus diakreditasi. Adapun momen akreditasi manusia yang dilakukan secara bersama-sama, setiap tahun sekali adalah pada bulan Romadhon dengan berpuasa. Dengan berpuasa manusia seharusnya mengkoreksi diri sendiri, perbuatan salah apa yang telah dilakukan selama setahun belakangan ini. Kemudian memohon ampun kehadirat Nya dengan ikhlas dan berjanji untuk tidak mengulangi, Insya Allah akan diampuni.
Marilah pada bulan suci ini, kita koreksi kesalahan-kesalahan kita, mohon ampun kepada Allah, berjanji untuk mengulangi, memperbanyak amal serta ibadah, semoga kita dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang bertakwa. amin.
Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H / 2011 M
Baca terus >>