14 September 2009

ME

me ME dapat diartikan dan dipanjangkan sesuai dengan hati nurani masing-masing. Bill Gates mengartikan ME dengan Millenium Edition (Windows ME), komunitas Linux mengartikan ME dengan Muslim Edition (Ubuntu ME), masyarakat yang berbahasa Inggris mengartikan ME dengan aku atau kami, tetangga saya mengatakan ME adalah Makne Eko, teman-teman saya mengatakan ME itu Makan Enak dan masih banyak lagi kata yang bisa digunakan untuk mengartikan ME.

Masyarakat pendidikan umumnya dan di Kendal pada khususnya mengartikan ME adalah Monitoring Evaluasi. ME adalah sebuah rutinitas yang harus dilakukan jajaran pendidikan di Kabupaten Kendal untuk menilai kinerja kepala sekolah entah itu di SD, SMP, SMA, maupun SMK. Kepala Sekolah perlu dinilai dan dimonitor kaitannya dengan pengelolaan sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Baik tidaknya perjalanan sekolah, yang memegang peranan yang penting adalah kepala sekolah.

Secara garis besar, fungsi kepala sekolah ada 8, yaitu:

  1. pendidik (educator), pada dasarnya kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Maka ia wajib mengajar/membimbing siswa dengan batasan minimal 6 jam pelajaran.
  2. manager,
  3. administrator,
  4. penyelia (supervisor)
  5. pemimpin (leader)
  6. inovator
  7. motivator
  8. entrepreneur (kewirausahaan)

Penilaian kepala sekolah (ME) tersebut dilakukan oleh sebuah tim yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan setempat. Biasanya, anggota tim penilai adalah pengawas sekolah baik dari dalam kabupaten maupun dari luar kabupaten. Hasil dari ME ini dipergunakan sebagai pertimbangan atas kelayakan seseorang untuk menjabat lagi atau harus turun menjadi guru. Di kabupaten Kendal, seorang kepala sekolah minimal harus memiliki nilai baik (B) agar dapat diangkat kembali menjadi kepala sekolah untuk periode kedua, dan minimal amat baik (A) agar dapat diangkat menjadi kepala sekolah untuk periode ketiga. Setelah 3 periode menjadi kepala sekolah, maka harus lengser menjadi guru biasa.

Dalam rangka menyambut ME ini, banyak kepala sekolah yang kalang kabut mempersiapkan administrasi maupun sarana dan prasarana yang ada. Semua warga sekolah digerakkan untuk ikut mensukseskan ME ini. Padahal, yang dinilai adalah kinerja kepala sekolah. Lain halnya dengan akreditasi sekolah, yang dinilai adalah sekolah. Tugas mengajar kadang ditinggalkan, kerja lembur sampai malam sudah menjadi hal yang biasa dalam menyambut datangnya tim ME ke sekolah. Ini adalah saatnya warga sekolah (guru dan karyawan) membantu kepala sekolah yang dianggap baik dan disukai bawahan, dan juga bisa jadi saat pembalasan bagi kepala sekolah yang otoriter dan tidak disukai bawahan.

Bagi kepala sekolah yang baik, maka warga sekolah akan bahu membahu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan agar hasil ME tidak mengecewakan. Tetapi bagi kepala sekolah yang arogan, otoriter dan tidak bisa memimpin bawahannya, kadang saat ME menjadi saat pembalasan. Mereka menganggap bahwa ME adalah keperluan kepala sekolah, sehingga guru dan karyawan tidak perlu membantunya. Sangat tidak mungkin kepala sekolah bekerja sendiri bisa berhasil lolos ME tanpa bantuan dari semua warga sekolah.

Maka dari itu, seorang kepala sekola sebenarnya tidak hanya dinilai oleh atasannya saja, tetapi juga oleh bawahan. Penilaian oleh bawahan ini kadang lebih menyakitkan dan menyiksa daripada penilaian oleh atasan.

Lepas dari ME kepala sekolah di kabupaten Kendal pada bulan puasa ini, seharusnya kita juga ingat bahwa kita sebagai manusia juga harus di ME.  Selama ini, kita sebagai manusia jarang yang melakukan monitoring dan evaluasi pada diri sendiri. Pada bulan suci ini, marilah kita lakukan ME pada diri kita sendiri. Bagaimanakah hubungan kita dengan Allah sang pencipta, dan hubungan kita kepada sesama manusia. Semoga kita semua bisa lolos ME pada bulan Romadhon tahun ini.

(Sepertinya endingnya kok kurang enak ya…. memang saya hanya guru IPA yang tidak pinter nulis)

3 komentar:

  1. Umpomo Blog di ME berarti butuh kerjasama dengan pengunjung Pak.
    Asesore Google

    BalasHapus
  2. Betul tho pak, kadang perlu juga ada ME buat para blogger, supaya konten blognya tidak negatif, sara, terror, menghasut dan hal-hal lain yang tidak pantas.
    Tinggal dibatkan format evaluasinya, asesornya bisa pengunjung atau siapapun yang berkepentingan. Selama ini, di beberapa situs biasanya pengunjung juga diberi hak untuk menilai kelayakan konten sebuah blog.

    BalasHapus
  3. semoga me-nya bener2 menilai kinerja kasek, pak. yang bagus dilanjutkan, yang kinerjanya hancur, ya udah, jadi guru biasa saja, hehe ...

    BalasHapus

Silahkan berkomentar