01 Juni 2011

Heboh SMS


Pada zaman teknologi informasi saat ini, siapa yang tidak mengenal SMS. Bahkan ketika dijadikan lagu yang dinyanyikan oleh Ria Amelia, sempat menjadi hits. Untuk mengingat kembali lagunya, monggo dinikmati dulu

Layanan pesan singkat (bahasa Inggris: Short Message Service disingkat SMS) adalah sebuah layanan yang dilaksanakan dengan sebuah telepon genggam untuk mengirim atau menerima pesan-pesan pendek. Pada mulanya SMS dirancang sebagai bagian daripada GSM, tetapi sekarang sudah didapatkan pada jaringan bergerak lainnya termasuk jaringan CDMA. Pesan-pesan SMS dikirim dari sebuah telepon genggam ke pusat pesan (SMS Center), di sini pesan disimpan dan mencoba mengirimnya selama beberapa kali. Setelah sebuah waktu yang telah ditentukan, biasanya antara 1-3 hari, lalu pesan dihapus. Seorang pengguna bisa mendapatkan konfirmasi dari pusat pesan ini.
Sebuah pesan SMS maksimal terdiri dari 140 bytes, dengan kata lain sebuah pesan bisa memuat 140 karakter 8-bit, 160 karakter 7-bit atau 70 karakter 16-bit untuk bahasa Jepang, bahasa Mandarin dan bahasa Korea yang memakai Hanzi (Aksara Kanji / Hanja). Isi SMS di Indonesia umumnya menggunakan karakter latin yang cukup dengan 7-bit, sehingga umum nya kita bisa mengirim sebuah SMS maksimal 160 karakter. Selain 140 bytes ini ada data-data lain yang termasuk. Adapula beberapa metode untuk mengirim pesan yang lebih dari 140 bytes, tetapi seorang pengguna harus membayar lebih dari sekali.
Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa SMS merupakan bentuk komunikasi paling populer di kalangan remaja negara itu. Penelitian yang dilakukan oleh Pew Internet and American Life Project menunjukkan bahwa SMS jauh melebihi percakapan telpon genggam di kalangan remaja. Berdasarkan penelitian, lebih dari 30% remaja mengirim sekitar 100 SMS setiap hari.Para peneliti mengatakan kaum remaja Amerika lebih menyukai SMS karena mengirim SMS bisa dilakukan di hadapan orang tua, guru atau sosok-sosok penting lain, yang tidak mungkin melakukan percakapan telepon karena dianggap tidak sopan. Apabila dilakukan penelitian di Indonesia, mungkin tidak akan terlalu jauh hasilnya.
SMS menjadi populer karena relatif murah, Di Indonesia, tergantung perusahaan operator selulernya. Awalnya tarif SMS berkisar Rp. 250 sampai Rp. 350, namun sekarang banyak program promo, seperti SMS gratis, SMS Rp. 1 per karakter dll, yang turut mendongkrak penggunaan SMS dibandingkan penggunaan layanan percakapan.
Kepopuleran dan murahnya layanan SMS ini, tentu membawa dampak positif dalam perkembangan komunikasi. Dengan SMS, pesan dapat langsung terkirim saat itu juga, dan akan diterima saat itu juga (dengan syarat nomor penerima SMS dalam keadaan aktif). SMS sebagai layanan teks, menjadi jalan keluar untuk mendapatkan kecepatan dalam pengiriman pesan dibandingkan dengan pengiriman pesan konvensional lewat POS. Harga sebuah SMS pun juga jauh lebih murah dari harga sebuah prangko, untuk pengiriman lokal sekalipun.
Pedang bermata dua, SMS pun bisa untuk berbuat kejahatan, memfitnah, propaganda negatif serta hal-hal negatif lainnya. Beberapa contoh diantaranya,
1. SMS pemenang undian berhadiah, entah mobil atau uang.
2. SMS yang mengaku kerabat meminta kiriman uang karena terkena musibah.
3. SMS mengaku orang tua yang minta dikirimi pulsa,
4. SMS berisi ancaman teror bom,
5. SMS berisi fitnah pada pihak lain terutama pada saat kampanye, dll.
SMS yang paling menghebohkan akhir bulan Mei 2011 ini adalah SMS dari (konon) salah seorang mantan bendahara sebuah partai besar. SMS (yang belum dapat dipastikan kebenarannya) yang ditujukan kepada pembina partai sekaligus kepala negara, petinggi-petinggi partai, politisi dll, menambah kusut benang yang sudah terlanjur kusut. SMS disalahkan penggunaanya untuk menyerang pihak-pihak lain yang tidak sepaham. Fungsi SMS berubah menjadi sebuah senapan untuk membidik lawan-lawan politik, dengan tujuan untuk menjatuhkan orang/kelompok lain. Pejabat-pejabat negara, petinggi-petinggi partai, pengamat politik serta pakar telematika dibuat kalang yang berkabut oleh menyebarnya SMS tersebut. Wartawan, media elektronik maupun cetak menjadi kelebihan berita untuk dimuat. Begitu dahsyatnya efek dari sebuah SMS.
Masih banyak manfaat yang bisa diambil dari SMS, lebih dari sekedar mengirimkan informasi. Memanfaatkan SMS dalam bidang pendidikan kelihatannya juga belum banyak dilakukan secara maksimal. Pernah saya berharap, bisa mengirimkan tugas-tugas rumah atau PR, atau tugas lain yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah, memberi tes langsung lewat SMS, atau yang lainnya. Sayang, belum semua siswa belum mempunyai handphone. Maklum, sekolah yang berada didaerah pinggiran, dengan siswa yang berasal dari pinggiran hutan, alat komunikasi handphone belum merupakan kebutuhan, karena masih kalah dengan urusan sandang dan pangan.
Sementara siswa yang telah memiliki handphone, SMS lebih banyak digunakan untuk pengiriman pesan yang tidak produktif. Pesan-pesan sampah yang tidak penting, ajang mojok sampai larut malam dan lain-lainnya. Teknologi yang dibuat sedemikian rupa untuk peningkatan harkat martabat manusia, menjadi percuma karena penggunaan yang tidak pada tempatnya.

4 komentar:

  1. SMS memang sedang mewabah masyarakat kita.

    BalasHapus
  2. piranti teknologi apa pun bisa dimanfaatkan sesuai dengan selera penggunanya, pak jai. bisa membawa manfaat, tapi sekaligus juga membawa bencana. tapi ketika sms "gelap" itu direspon secara "emosional" oleh pak beye, doh, saya kok malah jadi ngelus dada, haks.

    BalasHapus
  3. Memang sekarang serba sms, undangan juga sekarang pakai sms heheh

    BalasHapus
  4. perkembangan zaman, teknologi ternyata terus saja berkembang semakin pesat dan siapapun dapat menggunakannya untuk tujuan-tujuan tertentu.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar