16 Juni 2010

Berjalan di Pemisah Jalan

Penelitian yang pernah dilakukan Japan International Corporation Agency (JICA) dan The Institute for Transportaion and Development Policy (ITDP) menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang rata-rata per tahun mencapai 11% sedangkan pertumbuhan panjang jalan tak mencapai 1%. Tercatat, setiap hari ada 138 pengajuan STNK baru yang berarti di setiap harinya Jakarta membutuhkan penambahan jalan sepanjang 800 meter.

Itu di Jakarta, dikota-kota lain sepertinya tidak jauh berbeda, walaupun dengan angka dibawah Jakarta. Tidak sebandingnya panjang jalan dengan jumlah kendaraan inilah yang memaksa beberapa kendaraan melewati jalan yang tidak semestinya. Seperti pada foto diatas, sebuah truk trailer terpaksa berjalan melalui bagian pemisah jalan. Sayangnya ada bagian pemisah jalan yang lebih tinggi dari as dan gardannya, sehingga harus menghentikan perjalanannya.

5 komentar:

  1. komentnya juga sedikit berbeda karena tagnya juga sembarang
    masih lumayan drpd komentnya cuma : '?'
    karena bisa jd itu saking ngantuknya, krn kepala njaduk keyboard, pas hidungnya nuncep di tombol '?'

    BalasHapus
  2. komentnya juga sedikit berbeda karena tagnya juga sembarang
    masih lumayan drpd komentnya cuma : '?'
    karena bisa jd itu saking ngantuknya, krn kepala njaduk keyboard, pas hidungnya nuncep di tombol '?'

    BalasHapus
  3. pak jai termasuk sangat jeli dalam mengamati suasana dan kondisi yang terjadi di sekitar kita. memang repot kalau lalu lintas selalu padat merayap, padahal dituntut utk tiba di tempat tepat waktu dengan selamat. piye jal!

    BalasHapus
  4. Mustinya pakai baling baling bambu supaya dapat terbang...he he

    BalasHapus
  5. Ane juga kadnag2 jalan di trotoar sob hehehe

    BalasHapus

Silahkan berkomentar