30 April 2009

Gatel bagian 1


Sementara saya harap anda tidak mempermasalahkan judulnya, apakah sesuai dengan ejaan yang disempurnakan atau tidak. Saya hanya merasa lebih mantab menggunakan kata gatel dibanding gatal. Saya rasa, hampir semua orang diseluruh penjuru dunia pernah merasakan gatal, khususnya rasa gatal pada kulit. Jika kulit merasa gatel, maka tidak ada hal lain yang lebih nikmat untuk dilakukan selain menggaruk atau mengukur episentrum gatel itu.

Gatel atau gatal adalah reaksi yang terjadi pada kulit akibat terserang jamur atau gigitan serangga. Jamur dapat menyerang kulit, terutama pada bagian yang tersembunyi, seperti lengan, ketiak, sela-sela jari tangan dan kaki, lipatan paha, kemaluan, dan tempat-tempat yang lembap lainnya. Sementara serangga yang paling hobi untuk menggigit manusia adalah nyamuk. Saudaranya yang lain seperti semut, kecoa, lalat intensitas gigitannya tentu tidak sesering nyamuk.
Menggaruk atau mengukur bagian kulit yang terasa gatal bisa mengurangi rasa gatal itu. Jika penggarukan dilakukan dengan penuh penghayatan, sungguh kenikmatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh orang lain. Sungguh, kenikmatan itu datangnya bisa dari mana saja, termasuk dari rasa gatal.
Disini saya hanya akan membatasi gatel yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Sementara gatel yang disebabkan oleh jamur itu nanti silahkan berurusan dengan pihak yang berwenang dalam bidang kesehatan dalam hal ini adalah dokter. Ketika nyamuk menggigit manusia, maka ia akan memasukkan ujung mulutnya yang lancip dan panjang menembus permukaan kulit sampai ke daerah yang banyak mengandung darah. Selanjutnya dengan kekuatan penuh, ia akan menyedot darah di bawah kulit itu masuk memenuhi perutnya. Jika beruntung dan nasibnya baik, orangnya tidak merasa, maka ia bisa menyedot darah korban sampai kenyang. Tetapi jika sedang apes, maka pukulan tangan si pemilik kulit akan membuat tubuh nyamuk menjadi kepala, kaki dan tubuhnya menjadi satu. Jika lolospun sekarang sudah banyak raket bertegangan tinggi yang siap menerkam. Yah, begitulah nasib nyamuk.
Tahukah anda, ada beberapa bagian dari tubuh anda yang sangat menjengkelkan ketika digigit nyamuk. Ya, daerah itu pertama adalah kulit di bawah kuku-kuku jari tangan atau kaki. Jika nyamuk menggigit pada bagian ini, rasa gatelnya sangat berbeda sekali. Rasa gatelnya sangat hebat disertai panas. Digarukpun tidak banyak menolong. Rasa gatelnya sungguh sangat menjengkelkan karena tidak ada sama sekali rasa enaknya ketika digaruk. Bagi yang belum pernah digigit nyamuk pada bagian itu, cobalah dengan membiarkan bagian dibawah kuku itu digigit nyamuk. Lalu bagaimana caranya? Tentunya gampang, tinggal kita oleskan permukaan kulit dengan obat nyamuk berbentuk krim. Sisakan pada bagian yang kita harapkan akan digigit nyamuk. Kemudian pergilah ke tempat yang banyak nyamuk, jika sudah digigit, rasakan sensasinya.
Kedua adalah jika gatel karena nyamuk itu terletak di bawah telapak kaki. Gatel di bawah telapak kaki ini juga tidak kalah menjengkelkan rasanya. Digaruk juga tidak memberikan banyak pengaruh. Sementara gatelnya menusuk-nusuk merangsang mulut untuk menggugat. Digaruk keraspun juga tidak mempan.
Maka dari itu, hindarilah bersinggungan dengan nyamuk, apalagi kalau sampai nyamuknya masih kerabat dari nyamuk demam berdarah. Jagalah kesehatan dan kebersihan lingkungan dan tubuh anda sendiri, semoga dijauhkan dari segala macam penyakit terutama penyakit kulit. Jika lingkungan bersih, maka nyamuk (kecuali nyamuk demam berdarah) tidak akan betah mendekat ke korban.

3 komentar:

  1. wah inginnya sih ndak mau berurusan dg nyamuk, pak jai. tapi kayaknya nyamuk sekarang masih banya yang belum bebas 3 buta. dah dikasih tulisan peringatan: "nyamuk dilarang masuk", haks, masih nekad juga. dasar nyamuk!

    BalasHapus
  2. kita tidak bisa menghindari nyamuk di negeri tropis ini pak, cuma nyamuk adalah mahluk hebat untuk cari makan saja dia pertaruhkan nyawanya

    BalasHapus
  3. @ Pak Sawali
    Kalau nyamuk bisa baca, kasihan gurunya tho pak, njenengan mau ngajar nyamuk yang kuecil-kuecil itu?

    @ Pak Achmad S
    Itulah takdirnya si nyamuk pak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar