25 Maret 2009

Ketika Sepatu Menghampiri


Sepatu merupakan alas kaki yang umum digunakan untuk melindungi kaki dari berbagai macam aral yang melintang di perjalanan. Kelebihan sepatu adalah pemakaiannya yang melekat pada kaki sehingga jika dipakai dengan baik dan benar tidak akan lepas dengan sendirinya. Lain halnya, sandal sering lepas dari kaki tanpa sengaja. Sepatu juga digunakan pada suasana yang lebih formal, tampak lebih sopan dibanding menggunakan sandal, apalagi sandal jepit atau sandal kayu alias gapyak/bakiak. Lebih parah lagi kalau nyeker, persis manusia jaman purba.

Sepatu, semahal apapun harganya, dari kulit apapun asalnya (sapi, kuda, kambing, ular, harimau atau kulit pisang), sehebat apapun asesorisnya (entah dari emas, perak, perunggu atau intan berlian), tetap saja yang namanya sepatu harus dipakai di kaki. Tidak pantas jika sepatu dipakai di tangan, apalagi di kepala, tidak "nggayah" kata orang Kendal. Jangankan meletakkan sepatu di kepala, meletakkan sepatu di atas meja makan saja sudah merupakan perbuatan tercela, tidak terpuji, tidak senonoh, tidak beretika, tidak bermartabat, hanya pantas dilakukan oleh kaum jahiliyah. Untuk itu, janganlah menggunakan sepatu selain untuk alas kaki.

Bagi bangsa Arab, melempar sepatu kepada seseorang merupakan penghinaan yang sangat keji kepada orang yang dilempar. Jadi, mereka kalau sangat membenci atau sangat tidak suka kepada seseorang, akan ditunjukkan dengan melemparkan sepatu yang dipakainya ke arah orang tersebut. Ditempat kita mungkin pelemparan sepatu mungkin hanya dianggap sebagai bentuk kekesalan atau kebencian saja tanpa ada embel-embel penghinaan. Itulah yang orang tua kita bilang, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.

Pelemparan sepatu oleh bangsa Arab terhadap orang biasa mungkin sudah biasa dan banyak terjadi. Tetapi kalau yang dilempar sepatu adalah seorang presiden, apalagi presiden adi daya Amerika Serikat, tentu akan menjadi cerita yang sungguh luar biasa. Banyak media menyiarkannya selama berhari-hari menjadi headline. Kejadiannya ketika sang presiden mampir di negera jajahannya Irak, dan bersama presiden Irak mengadakan semacam konferensi pers, tiba-tiba seorang wartawan Irak dengan tiba-tiba lagi mencopot sepatunya dan melemparkannya pada sang presiden George W Bush. Karena belum kena, maka dilemparkan pula sepatu yang lain. Kali kedua inipun luput. Hebat juga sang presiden bisa mengelak lemparan sepatu.

Sang presiden mungkin malu walaupun berusaha untuk tidak menampakkannya pada wajahnya. Si wartawanpun langsung ditangkap oleh pihak kepolisian Irak atas perbuatan yang mempermalukan bangsa Irak yang tidak menghormati tamu. Tetapi banyak orang yang justru memuji keberanian sang wartawan, bahkan sebagian warga Irak mengangkatnya sebagai seorang pahlawan.

Ada juga programer game yang turut memberi dukungan pada si wartawan dengan membuat game melempar sepatu pada sang presiden. Jadi, bagi yang belum punya kesempatan melempar presiden Amerika dengan sepatu, maka dapat dilakukan melalui game. Anda juga berminat?...

5 komentar:

  1. Wahh... dah pernah nyoba game ini... lumayan seneng bisa lemparin sepatu ke nih orang...

    he he

    BalasHapus
  2. Sakjane Bush dibalang sepatu ping piro?, kok beritane rak uwis2....

    BalasHapus
  3. mbalangnya sekali, tapi efek berantai nya yang berkali-kali

    BalasHapus
  4. kasus yang pernah bikin heboh dunia itu ternyata berlanjut menjadi sebuah game. sungguh kreatif para penciptanya. pak jaitoe dah melempar wajah bush berapa kali? kena jidatnya yang lici itu, ndak?

    BalasHapus
  5. harga sepatunya jadi mahal lho pak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar