14 Februari 2009

BANJIR


Sabtu malam minggu yang seharusnya menjadi malam yang romantis, berubah menjadi malapetaka. Tanggal 8 Februari 2009 jam 1.30 tengah malam, pacar lama yang tidak diundang datang dengan penuh amarah, meluluh lantakkan semua yang dilewati, menggenangi yang dikunjungi, merendam yang diapeli. Itulah banjir. Pacar lama yang beberapa tahun absen tidak berkunjung, tiba-tiba berkunjung dengan segenap kekuatannya.


Fenomena banjir sudah menjadi peristiwa yang menjadi langganan menimpa SMP 2 Brangsong. Celakanya, ketinggian banjir menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Curah hujan yang tinggi pada bulan Februari ini dituduh menjadi biang dari keladinya, jebolnya tanggul sungai Blorong di sebelah barat sekolah divonis sebagai penyebabnya, lokasi sekolah yang tidak memperhatikan ketinggian tanah dari sekitarnya (katanya yang harganya paling murah) didakwa sebagai penyebab tergenangnya, dan lain lain, dan lain lain.


Manusia cenderung menyalahkan lingkungan, menyalahkan alam, tanpa mau menyalahkan dirinya sendiri. Ebiet G Ade pun menyindir bahwa alam telah bosan bersahabat dengan kita. Ya tentu karena sifat manusia itu sendiri sehingga alamun ogah bersahabat dengan kita. Lihat saja beberapa perilaku manusia yang cenderung menyiksa dan memperkosa alam:

  1. Penebangan hutan secara membabi buta (untung tidak ditambah tuli), menyebabkan penyerapan air oleh tanah menjadi berkurang dan air langsung mengalir ke bagian yang lebih rendah. Volume air yang diatas tanah ketika terjadi hujan menjadi meningkat.
  2. Penutupan tanah oleh aspal, beton, cor, rumah-rumah juga berakibat sama seperti nomor 1.
  3. Pembuangan sampah di aliran sungai menyebabkan penyumbatan-penyumbatan dan pendangkalan aliran sungai yang memberi sumbangan yang cukup besar untuk terjadinya banjir
  4. Penggunaan sumber energi fosil (minyak bumi) yang menghasilkan polutan serta penggunaan bahan-bahan perusak ozon yang menyebabkan pemanasan global dan berubahnya perilaku iklim.
  5. dan lain-lain.

Dari gambaran diatas, jelaslah bahwa sebenarnya, bencana itu tidak lepas dari perilaku manusia itu sendiri. Maka dari itu, marilah kita mulai mengoreksi diri untuk lebih bersahabat dengan alam. jika kita mau bersahabat, tentu alampun akan sebaliknya. Menjadi alam yang aman dan nyaman jauh dari bencana. Amin.

4 komentar:

  1. Komnetar nomer 1 dapat hadiah handuk (untuk ngepel). Masalah banjir, tak kancani, ... yo omah , yo sekolah, wis biasa ...mungkin cilikane ora tahu keceh

    BalasHapus
  2. @pak wahyu
    Pancen apik tenan nasibe awake dewe, sekolahanne dadi laut. Nek omahe sampean ya kebanjiran, ya sing sabar ya pak.....

    BalasHapus
  3. banjir tahun ini memang terbilang yang terbesar, pak jaitoe. wah, ternyata banjir di sekolah pak jaitoe lebih besar daripada di sekolahku. luapan kali blorong dan amburadulnya saluran agaknya menjadi biang pacar lama yang mengamuk seperti itu, pak. selama 2 hari, jalan raya kendal bikin heboh nasional. semoga dokumen2 pentingnya bisa terselamatkan, pak.

    BalasHapus
  4. rumah saya juga kemasukan air pak, pada hari minggu malam sampai senin sore

    BalasHapus

Silahkan berkomentar