28 Februari 2009

Pamer(an) Komputer


Setiap ada pameran komputer di kota Semarang, hampir selalu saya sempatkan untuk mengunjunginya. Sebenarnya dalam hati kecil saya sangat tersiksa, betapa tidak? Dalam pameran selalu ditampilkan produk-produk baru yang lebih canggih dan lebih baik. Produsen komputer dan perlengkapannya seolah-olah tidak pernah lelah untuk berlomba membuat hasil karya yang terbaik dan bisa memenuhi apa yang diharapkan konsumen. Ketika itu, mataku hanya bisa melihat dan melihat. Hati ini ingin sekali membeli dan memiliki, tapi apa daya, kakek moyang kita dulu mengatakan "ati karep bandha cupet" (hati kepingin tetapi tidak punya uang"). Maka, kulangkahkan saja kaki ini dari stan ke stan, lihat ini lihat itu, ambil brosur di setiap stan biar kelihatan kalau sedang pilih-pilih mau beli komputer. Sering pula sekedar basa yang basi bertanya pada penjaga stan tentang ini dan itu (apalagi kalau penjaga stannya cakep, biasanya tanyanya macam-macam biar agak lama). Senang juga mendengar keterangan si penjaga stan, tapi sebenarnya ngenes juga hati ini, karena belum mampu untuk membelinya. Nasibbb....



Walaupun sakit hati, tapi setiap ada pameran komputer saya ya tidak kapok-kapok juga. Sepertinya kalau tidak mengunjungi pameran komputer seperti kalau hari raya lebaran tidak pulang kampung (lho mau sungkem sama siapa mas.. sama komputer?). Lepas dari sakit hati tadi, sebenarnya mengunjungi pameran tanpa membeli sesuatu itu tidak dapat dikatakan perbuatan sia-sia. Setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa saya ambil. Pertama, bisa cuci mata untuk menghilangkan kejenuhan menghadapi aktifitas pekerjaan sehari-hari. Kedua, saya menjadi tahu perkembangan komputer terkini, baik dari sisi teknologi maupun harganya. Sehingga banyak juga teman saya yang mau membeli komputer memerlukan sekedar nasehat, saran, dan referensi dari saya. Besar kepala juga saya dianggap seperti pakar telematika mengalahkan Roy Suryo.

Dari pameran komputer ini, saya jadi tahu perkebangan flashdisk dari yang dulu hanya 128 Mb, kemudian 256 Mb, 1 Gb, 2 Gb, 4 Gb, 8 Gb, dan pada pameran kali ini saya lihat ada flashdisk 16 Gb. Selain itu ada juga flashdisk yang dilengkapi dengan fingerprint untuk pengaman data, sehingga hanya orang-orang tertentu yang sudah dikenali sidik jarinya saja yang bisa melihat data dalam flash disk tersebut. Perkembangan notebook pun tidak luput dari pengamatan saya. Jika dulu sangat lazim notebook dengan layar 14", sekarang orang lebih suka dengan notebook dengan layar sekitar 12" walaupun dengan spek yang sama, harganya lebih mahal. Bahkan notebook mini dengan layar 7" - 10" semakin banyak penggemarnya karena alasan efektifitas dalam membawanya.

Merek notebook pun kian hari kian bervariasi. Jika dahulu kita hanya mengenal laptop dengan merek HP, Toshiba, Acer, Compaq serta Dell, sekarang kita ditawari banyak alternatif merek seperti Asus, BenQ, Zyrex, Axioo, BYON , Forsa, Lenovo, Advan dan lain-lain. Pendatang baru ini tidak mau kalah bersaing baik dari sisi harga yang lebih miring maupun teknologi yang dijejalkan ke dalamnya. Sebagai contoh BYON dengan teknologi Smart Face, yaitu fitur pengenal wajah yang memungkinkan user untuk login ke dalam notebook tanpa memerlukan penulisan password atau menyentuhkan jari pada finger print reader. Sementara produsen lain seperti Lenovo berusaha meningkatkan kemampuan baterainya hingga mampu digunakan selama 6 jam. Prosesor yang digunakan pun makin bervariasi (walaupun masih didominasi Intel), tetapi ragam jenisnya kian banyak. Prosesor core 2 duo pada notebook tentu akan menggenjot kecepatan pengolahan data secara maksimal walaupun harganya juga akan menjadi mahal. Tapi bagi yang berkantong tipispun pihak produsen juga menyediakan notebook dengan prosesor Intel Atom yang berukuran kecil dan hemat daya. Tentunya kinerjanya sebatas untuk aktifitas perkantoran, multimedia dan berinternet.

Dari pameran ke pameran, ada hal menarik yang saya amati, bahwa umumnya dengan teknologi yang sama, makin lama harganya cenderung makin menurun (kecuali untuk pameran kali ini harga sebagian besar komputer justru makin mahal karena pengaruh nilai tukar IDR terhadap USD). Tidak salah jika ketika seseorang menginginkan produk tertentu akan bilang, beli besok saja kalau harganya sudah turun. Besoknya ketika harga sudah turun, muncul teknologi yang lebih baru dan tidak jadi beli produk yang lama, menunggu produk terbaru turun harganya. Begitu seterusnya dan akhirnya malah tidak beli apa-apa. Dalam pameran ini juga tiap stan akan berusaha bersaing dengan menekan harga, sehingga tampak seperti perang harga. Ada nasehat bijak mengatakan, kalau mau beli komputer atau peralatan pendukung lainnya, beli saja saat pameran. Selain harga yang miring karena adanya persaingan antar stan, juga mempermudah pembeli memilih barang yang dikehendaki yang sesuai dengan bajetnya. Tidak perlu berkeliling kota untuk mencari dan membandingkan harga. Membeli di tempat pameran jelas lebih menguntungkan disamping bonus dan undian berhadiah yang disediakan panitia.

Dalam pameran kali ini, tidak hanya memamerkan produk baru. Jika pada pameran-pameran sebelumnya seolah-olah tabu untuk menjual komputer 2nd, sekarang beberapa stan dengan gagah berani menampilkan spek dan harga komputer-komputer 2nd (biasanya minimal kelas Pentium 3). Harga komputer baru yang melambung membuat pembeli dengan bajet mepet berpaling pada komputer 2nd. CPU dengan prosesor Pentium 4 bisa didapat dengan harga kurang dari 1 juta, sudah lebih dari cukup untuk aplikasi perkantoran, multimedia dan sekedar berinternet. Sementara CPU baru masih mematok harga dengan kisaran 2 juta. Pameran bukan hanya menjadi surganya pembeli komputer baru, tapi juga sudah mulai menjadi calon surganya pembeli komputer 2nd.

Sepeda onthel bermerek BMW

Pada pameran yang berjudul "Mega Bazar Komputer 2009" tanggal 25 Februari - 1 Maret 2009 kali ini, ada satu stan yang menurut saya nyleneh dan nganeh anehi. Stan lain memajang aneka produk teknologi komputer terbaru dan tercanggih, eee stan yang satu ini malah memajang sepeda unta yang jadul nya nggak ketulungan. Penjaga stannya pun menyesuaikan berpakaian jadul, mirip sekali seperti mandor perkebunan pada zaman kumpeni. Pemilik stan ini adalah komunitas loenpia.net. Komunitas loenpia.net adalah komunitas blogger kota Semarang dan sekitarnya. Pada pameran ini, loenpia.net ingin menebarkan virus ngeblog pada para pengunjung pameran. Acara-acara yang diadakan loenpia.net seperti pelatihan dan pengenalan blog secara privat sepanjang pameran, blog clinic, talkshow "blog monetizing" dan lomba blog.

Memang, ngeblog belum membudaya. Banyak orang yang masih berpandangan bahwa ngeblog hanyalah buang-buang waktu. Rekan bloger dari kendal, Pak Sawali, sudah sedemikian gencarnya mensosialisasikan dan juga mengajarkan membuat blog bagi komunitas guru, baik di Kendal maupun di Jawa Tengah. Tapi hasilnya ya sebatas membuat blog, tetapi tidak sampai memelihara. Jika alamat blognya dibuka, yang muncul ya cuma Hello word, sudah, tidak ada lainnya. Membuat lebih mudah dari pada memelihara. Sayapun tidak jauh berbeda, untuk mengupdate blog juga jika kumat saja. Dan yang menjengkelkan, kumatnya itu jarang tidak kumatnya yang sering. Jadi ya seperti ini blog saya, tidak begitu mbejaji kata orang, karena saya hanyalah seorang guru IPA yang tidak pinter nulis. Nah artikel ini saya tulis ketika saya sedang kumat setelah mengunjungi Mega Bazar Computer 2009 untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan loenpia.net. Semoga dewan juri yang terhormat terenyuh dengan artikel ini. Marilah berbagi cerita, berbagi pengalaman, juga berbagi ilmu lewat blog. HIDUP BLOGGER.

6 komentar:

  1. waktu postingan ini di-publish, saya dah mencoba berkali-kali komen, pak, ternyata ndak bisa juga. sekarang coba lagi, mudah2an dah di-repaired, heheh ....

    BalasHapus
  2. wah, alhamdulillah, akhirnya bisa. waktu ada bazar kompie, duh, ndelalah pas tanggal tua, pak. jadi, saya hanya bisa mengikutinya lewat berita di kompas dan suara merdeka. pingin ngincer laptop, tapi dhuwitnya ndak ngumpul2, hehe ....

    BalasHapus
  3. baru bisa masuk koment nih pak, kapan kita ketemuan bareng di tempatnya pak sawali pak

    BalasHapus
  4. Ya gpp toh mas, lama2 pasti bisa terbeli juga...

    BalasHapus
  5. Salam kenal Pak, saya juga nulis blog kalo ada wi-fi hehe...habis koneksi di semarang mahal2 banget si...btw saya malah gak tau ada lomba blog kemarin padahal saya jg loenpia.net. Yawdah met berkarya ya Pak...jangan lupa nge-link saya heheh...

    BalasHapus

Silahkan berkomentar