30 Januari 2009

Kencing Seribu


Membuang air kecil alias kencing sudah merupakan keharusan, yang kadang tidak dapat direncanakan. Dalam keadaan normal, setiap orang mengeluarkan 1,5 liter air atau 4-5 kali buang air kecil, walaupun juga tergantung dari banyaknya air yang diminum, kegiatan yang dilakukan dan kekuatan otot kandung kemih menahan air. Kalau sedang di rumah, tentu itu bukan menjadi suatu masalah, tetapi ketika diluar rumah tentu menjadi masalah aplagi ketika disekitar tidak ada tempat untuk membuang air tersebut. Padahal, menahan buang air kecil tentu bukan tindakan bijak, selain tidak nyaman, tentu juga akan mengganggu kesehatan. Jika membuang sembarangan, juga bukan tindakan yang pantas, selain faktor kesehatan, juga secara etika sangat tidak sopan, apalagi di tempat terbuka. (kecuali anak kecil tentunya).
Tempat-tempat umum sudah biasa menyediakan WC umum sebagai sarana membuang air. Didepan pintu, umumnya disediakan kotak kebersihan, umumnya Rp. 1.000 per buang air, walaupun adajuga yang gratis. Bahkan di sebuah kota Musiri, India, buang air kecil malah dibayar. Di tempat kita, umumnya dana kebersihan itu digunakan untuk membayar langganan air dan membayar petugas kebersihan. Kadang kita berpikiran, buang air saja kok bayar, sepertinya tidak ikhlas dengan uang seribu yang kita masukkan. Ya.. itulah sifat manusia yang masih ditempeli oleh sifat kikir, sulit untuk ikhlas.
Sebenarnya, ketika kita selesai membuang air kecil, terdapat kenikmatan yang sungguh luar biasa (walaupun masih dibawah kenikmatan ketika menggauli suami/istri kita). Perut (baca: kandung kemih) yang tadinya penuh dengan air, setelah buang air kecil akan kosong kembali. Lega.. dan terasa nyaman. Nikmat yang diberikan Allah SWT ini, tentunya harus kita syukuri, salah satunya dengan mensedekahkan uang seribu rupiah kita sekedar untuk kebersihan dan membantu langganan PDAM.
Seribu rupiah yang kita berikan, sungguh jauh lebih murah dari kenikmatan yang kita terima. Bayangkan andai kata anda tidak bisa buang air kecil, baik karena adanya batu, infeksi pada saluran kencing, pembesaran prostate atau sebab yang lain (semoga tidak terjadi pada anda), biaya yang harus anda keluarkan untuk bisa mengeluarkan air kencing ini tentu berkali-kalinya seribu rupiah. Belum rasa sakit yang dirasakan, tentu akan menjadi siksaan tersendiri yang belum akan hilang sebelum ada penanganan hingga si air kencing ini bisa keluar.
Untuk itu, marilah kita syukuri setiap tetesan air kencing yang keluar, kita iklaskan uang seribu yang kita masukkan ke kotak di depan WC-WC umum. Karena itulah salah satu kenikmatan Allah SWT yang diberikan kepada kita.

3 komentar:

  1. Masuk gratis keluar baru bayar pak, sifat manusia memang cenderung seperti itu mau enaknya saja..hehe, selamat datang kembali di dunia Maia Ahmad Dani pak

    BalasHapus
  2. Sekali kencing seribu , dari tulisan tadi berarti si penulis sudah siap kembali untuk membayar seribu per kencing kerana sudah lama penulis tidak bayar seribu tetapi justru beribu-ribu, alhamdulillah berarti sudah sehat

    BalasHapus
  3. saya tiba2 jadi inget ketika ada orang yang bilang, salah satu kebahagiaan hidup adalah saat kebelit kencing langsung dapat tempat di mana pun adanya. jangankan mbayar 1000, 500 pun pasti mau, pak jaitoe, kekeke ... loh, logika terbalik ini namanya, ya? hehehe ....

    BalasHapus

Silahkan berkomentar