05 November 2008

OBAMANIA(C)


Pemilihan presiden Amerika telah berlangsung, presiden pengganti George W Bush pun sudah dapat dipastikan. Hasil pemilihan presiden tanggal 4 November 2008 menjadikan Barack Obama sebagai orang pertama di Gedung Putih dan di Amerika. Kemenangan Obama ini sebenarnya sudah dapat diperkirakan dan diramalkan sebelumnya. Obama adalah wakil dari golongan muda yang dinamis dan visioner, menggantikan beberapa pendahulunya dan saingannya dalam pilpres kali ini yang sudah sepuh-sepuh.
Kemenangan Obama juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Amerika dan juga masyarakat di seluruh penjuru dunia. Triyono Lukmantoro dalam wacananya "Obamania dan Politik ala AS" (Suara Merdeka 6 November 2008) mengatakan bahwa hampir seluruh dunia tergila-gila pada Obama (Obamania). Orang Amerika jelas karena Obama adalah orang Amerika yang dilahirkan oleh seorang ibu Amerika, Orang Kenya tergila-gila karena ayah Obama adalah orang Kenya. Orang Indonesia tergila-gila pada Obama karena ia pernah tinggal 4-5 tahun di Menteng Jakarta. Orang Jepang tergila-gila Obama karena di Jepang ada sebuah kota yang bernama Obama. Orang-orang kulit hitam tergila-gila pada Obama karena ia adalah orang berkulit hitam pertama yang akan menjadi presiden Amerika. Masih banyak lagi orang yang Obamania dengan alasannya masing-masing. Dukungan dari dunia inilah yang secara tidak langsung berpengaruh pada warga Amerika untuk menjatuhkan pilihannya kepada Barack Obama.
Obama bukan presiden kita, tetapi kita tidak salah jika berharap, dengan kepemimpinan beliau, dunia akan menjadi lebih baik. Tidak dapat dipungkiri kalau Amerika adalah satu-satunya negara adidaya saat ini, dengan kepemimpinan Obama semoga sikap arogan, mendikte negara lain sampai menjadi teroris bagi negara lain mulai ditinggalkan. Jangan kecewakan para Obamania.
Jika Obamania adalah masyarakat yang berasal dari seluruh penjuru dunia, lalu siapakah Rochmania(c) atau yang tergila-gila pada saya itu? Jelas istri saya menempati posisi pertama, disusul anak-anak saya, orang tua, sanak dan saudara serta handai dan tolan, sahabat yang karib, teman yang akrab maupun yang tidak, sebagian murid saya (karena ada juga murid saya yang membenci saya, sebab pelajaran yang saya ajarkan sulit bin angel), dan mungkin beberapa blogger yang setia saling menjalin silaturahmi. Walaupun yang tergila-gila pada saya tidak sebanyak penggila Obama, tetapi saya tetap bangga. Bangga terhadap diri sendiri tanpa membanggakan diri.

8 komentar:

  1. paling sebentar doang pak berubahnya. kalo udah nanti ganti dari republic lagi. perang maning...

    BalasHapus
  2. ada ekspektasi dunia terhadap kemenangan obama akan terjadinya sebuah perubahan. sebagai negara besar, amrik jelas akan menjadi paru2 dunia. kalau sakit2an, duh, dunia pasti ikut sakit. semoga obama bisa menyembuhkannya.

    BalasHapus
  3. @Siti Jenang
    Itu penyakit lama yang sudah menahun, sulit disembuhkan pak.

    @pak Sawali info
    Indonesialah paru-parunya dunia pak, karena yang punya hutan hujan tropis di katulistiwa. Lebih tepatnya Amerika adalah otaknya dunia, karena hampir seluruh sisi kehidupan dunia, mulai dari ekonomi, politik, budaya, bahkan juga terorisme, merekalah OTAKnya.

    BalasHapus
  4. Amerika ya seperti itu Merika Meriki Mencla Mencle, tapi saya yakin bukan negaranya, tapi para penentu kebijakan di negara tersebut, semoga penentu ini bisa menciptakan perdamaian dunia, bukan menciptakan perangnya dunia.
    Gambar di atas adalah saat Presiden AS memberikan selamat kepada pemilik Blog ini di White House, anak istri dan temen2 blognya juga diajak, mung ra ketok

    BalasHapus
  5. Amerika terlalu jauh dari Blog Em, jadi susah ngomentarinya...

    BalasHapus
  6. @pak wahyu
    Potonya ganti lagi, gonta ganti.
    Sakjannya njenengan juga ikut lho pas di gedung putih itu, tapi pas mau dipoto katanya kebelet, jadi nggak jadi.
    @pak marsudi
    Amerika jauh di mata, jauh dihati.

    BalasHapus
  7. Semoga obama membawa angin perubahan baru terhadap dunia Islam kalau tidak ya sami mawon

    BalasHapus
  8. sebenarnya siapa yang jadi presiden tidak akan menjadi masalah, asalkan bisa menurunkan harga dollar normal kembali aja, biar indonesia ga kena dampaknya hehehe... :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar