16 September 2008

Workshop Guru Pemandu


Pada tanggal 16 sampai 19 September 2008 ini, saya mengikuti Workshop guru pemandu IPA di LPMP in service II. Pada saat in service I (bulan Juli), berjalan mulus dan lancar, walaupun untuk aplikasi di lapangan untuk memandu guru bidang studi IPA di Kab. Kendal (juga kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah) belum bisa dilaksanakan, karena terkedala masalah biaya. Kegiatan ini sebenarnya adalah untuk melaksanakan proposal kegiatan yang telah diajukan dengan dana 12,5 juta per proposal. Tetapi untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak (si Untung sedang tidak enak badan, Malang terlalu jauh dari Kendal), dana tersebut tidak dapat dicairkan.
Yang sangat istimewa dari workshop kali ini adalah pelaksanaannya yang bertepatan dengan bulan Puasa. Sebagaimana umumnya kita ketahui, pada bulan ini, karena asupan energi kimia dari bahan-bahan makanan yang kita makan berkurang, otomatis kinerja dari tubuh mengalami penurunan. Pada bulan selain bulan Puasa saja, kalau mengikuti pelatihan, workshop, seminar dll, pada siang hari mata terasa berat, lengket, maunya tidur. Apalagi bulan puasa, siang rasanya menjadi semakin panjang dan berat. Baru kali ini mengikuti kegiatan yang sedemikian menguras tenaga, pikiran dan perasaan. Kesabaran, ketahanan dan keimanan sungguh sedang diuji.
Ya Allah, berilah kekuatan untukku agar dapat mengikuti kegiatan workshop ini dengan baik. Bukakan mata dan pikiranku untuk mengikuti semua materi yang diberikan oleh para widya iswara dan instruktur. Jadikan apa yang saya terima ini menjadi ilmu yang bermanfaat, tidak hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Saya sadar dengan sesadar-sadarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun, bahwa menimba ilmu apalagi di bulan Puasa ini banyak pahalanya. Jangan sampai kulewatkan pahala yang menari-nari didepan mataku ini.

8 komentar:

  1. Selamat pak atas keikutsertaannya dalam workshop guru pemandu, anda manusia langka dan hebat, semoga bapak dapat menjadi guru Pemandu MGMP IPA yg baik

    BalasHapus
  2. dana utk kegiatan pemberdayaan berapa, pak jaitoe. utk bahasa indonesia harus mendantangani adendum sebesar 600 ribu dari dana semula 25 juta. ndak tahu juga. itu kalau diibaratkan orang jatuh, pasti dah hancur dan babak belur haks...

    BalasHapus
  3. Selamat mengikuti workshop pak, semoga ilmunya nanti bermanfaat bagi murid2 Bapak sehingga bapak mendapatkan pahala yang tiada putus-putusnya dari ilmu yang bapak ajarkan amin

    BalasHapus
  4. Kasihan ya nasib guru kita ini..

    BalasHapus
  5. @pak Wahyu dan pak Sholeh
    Terimakasih doa dan dukungannya, semoga saya dapat mengemban amanat penderitaan rakyat ini.
    @pak Sawali
    Dadanya sama 25 juta untuk 2 proposal @ 12,5 juta. Tapi turunnya (ini tidak cuma turun, tapi mlotrok) cuma 0,6 juta rupiah. Kalau diibaratkan orang jatuh, tidak akan babak belur lagi wong sudah hancur...
    hehehehe hick
    @anonim
    Terimakasih atas rasa ibanya. Lumayan masih ada yang kasihan daripada tidak ada sama sekali.

    BalasHapus
  6. Kepada siapa lagi aku harus mengiba, selain kepada nasib-naib yg tertempel disini, 25 jt tinggal kenangan, mau jalan terseok-seok dong, ... pak jaitoe tabahkan hatimu

    BalasHapus
  7. KAlo bukan rejekinya ya tidak akannyampe pak

    BalasHapus
  8. Orang puasa bukan alasan untuk tidur dan ngantuk terus, merdeka

    BalasHapus

Silahkan berkomentar