19 September 2008

Akses Internet Gratis


Segala sesuatu yang berbau gratis memang menyenangkan dan banyak yang mencari. Dengan adanya yang gratis, tidak perlu mengeluarkan modal, tidak perlu mengeluarkan biaya tetapi bisa menghasilkan sesuatu. Ringkasnya tanpa output tetapi ada input.
Uang gratis, tentu akan diburu dan diperebutkan. BLT salah satu contohnya. Uang mudah dari pemerintah yang datang begitu saja, yang menginginkannyapun banyak bahkan sangat banyak. Seharusnya dana BLT adalah untuk yang miskin, tetapi yang mampu dan yang kaya juga memaksa untuk mendapatkannya. Sering terjadi mulai adu mulut hingga adu otot antara aparat yang mendaftar BLT dengan warga yang minta BLT. Orang yang mampu dan kaya lebih suka dimiskinkan ketika ada pendaftaran BLT, bahkan mengaku tidak punya apa-apa. Apa yang sebenarnya dimiliki diakui sebagai milik orang lain demi mendapatkan BLT. Sebenarnya kalau mau berpikir jauh, uang BLT bagi tidak akan menjadikan seseorang kaya, yang tidak mendapatkanpun tidak akan jatuh miskin. Karena BLT memang hak orang yang miskin.
Contoh lain adalah waktu pembagian zakat di Pasuruhan. Berita ini menjadi sangat heboh, diberitakan di media cetak maupn elektronik. Bloggerpun banyak yang memposting dengan tema tentang pembaian zakat di Pasuruhan ini. Berita ini menjadi besar karena adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seorang dermawan membagikan zakat kepada fakir miskin. Ia telah melakukannya tiap-tiap tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya berjalan biasa saja. Ia tidak membatasi jumlah penerima zakat. Siapa yang datang, mereka akan mendapatkan zakat. Tetapi pada tahun ini, jumlah peminta zakat diluar perkiraan, sangat banyak, sehingga mereka berdesak-desakan. Apa yang tidak diinginkan terjadi, terjadilah. Dua puluh satu (21) orang meninggal dunia dan belasan orang luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Begitulah potret sebagian (semoga saja sebagian kecil) dari bangsa kita, uang gratis membuat sengsara dan malapetaka.
Tidak hanya uang, dalam dunia teknologi dan informasipun, ternyata sesuatu yang gratis menjadi magnet yang kuat untuk mendorong pengguna teknologi untuk memanfaatkannya. Email gratis, web hosting gratis, web blog gratis, domain gratis, software gratis (walaupun tidak gratis, orang berusaha mencari serial number gratisannya atau mencari software cracker nya), sistem operasi gratis, bahkan akses internetpun maunya yang gratis. Pada saat uang makin menjadi semakin tidak berharga, juga semakin sulit untuk didapatkan, maka mencari sesuatu yang gratis merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki.
Postingan ini juga dikirimkan atas jasa-jasa yang gratisan itu. Kebetulan dibeberapa tempat di LPMP menyediakan hotspot yang bisa diakses gratis 24 jam nonstop. Lumayan untuk hiburan menghilangkan kejenuhan dan mengalihkan perhatian pada perut yang berusaha memberontak, menuntut adanya suplai tambahan.

NB: Bagi yang kesasar ke blog ini, maunya mencari tips akses internet gratis, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika anda harus kecewa tidak mendapatkan apa-apa disini.

8 komentar:

  1. wew.... masih belum klar pelatihannya, pak. hehehe ... lpmp memang nyaman sekaran, pak, selain ada layanan hotspot, juga kelengkapan fasilitasnya ok. pas banget kalau dapat iso.

    BalasHapus
  2. ada software yg serba gratis sih, pak. linux itu kan gratis, tapi emang agak sulit bagi orang awam. pak rohman di kendal juga, ya? seperti pak sawali?

    BalasHapus
  3. Begitulah, penginnya gratis tis, belanja minta diskon, maunya yang murah tapi yang paling bagus, akses internetpun juga maunya gratis dan .... bandwich super ... SUPERMAN po ....tapi segalanya perlu kita syukuri karena sekarng ini sdh jauh berbeda dgn kemarin2, mungkin saja suatu saat nanti, hotspot tidak hanya untuk tempat tertentu tetapi seluruh temapt dinegara ini jadi hotspot, sehingga betul-betul HOT

    BalasHapus
  4. @pak sawali
    Postingan tsb saya kirim ketika acara penutupan. Betul kalau LPMP Jateng pantes dapat ISO, kamar lumayan, air berlimpah, makan sekenyangnya (Kepala LPMP sebelumnya mengatakan mangan sak mbledose weteng), dan hot spot walaupun baru tempat tertentu dan belum menjangkau kamar-kamar.

    @Sitijenang
    Betul, saya di kendal seperti pak Wali.
    Betul juga kalau pingin software yang betul-betul gratis ya LINUX dan turunannya. Tapi banyak orang ingin software berbayar tetapi yang gratis??? apa nggak payah kalau gitu...

    @pak wahyu
    Jika semua tempat ada HOTspot, dunia akan semakin panas pak, terjadi percepatan pemanasan global.

    BalasHapus
  5. Pak Rohman kalau ada yang gratis2 pokoknya saya suka kok pak, apalagi kalau ada takjil gratis di rumah bapak pasti saya akan sering mampir masalahnya memang masyarakat kita kemampuannya masih dalam taraf yang gratisn pak salam

    BalasHapus
  6. Kalau saya memang tilik, bukan kesasar. Saya kan ahlinya nyasarkan orang. Tips seperti ini sangat jitu. Saya pernah menerapkannya sekian bulan yang lalu. Satu postingan saya penuhi dengan istilah2 yang paling banyak dicari, misalnya Linux, open source, software, free sex, gadis indonesia, free download dll. Banyak yang nyasar kesitu, lalu suwi2 aku rak penak terus tak busak...

    BalasHapus
  7. kalau saya pokoknya yang gratis-gratis itu wajib setuju pak

    BalasHapus
  8. SELAMAT IDUL FITRI YA...
    MAAFKAN LAHIR & BATIN..

    BUAT PARA BLOGGERS FELLOW YANG MO MUDIK,
    HATI-HATI DIJALAN...!!!
    SEMOGA MUDIKNYA LANCAR SAMPAI TUJUAN
    DAN BISA LEBARAN BERSAMA KELUARGA TERCINTA AMINN....


    JENK DHETEA & KELUARGA.
    http://www.dhetea.co.cc ;)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar