09 Agustus 2008

Olimpiade Beijing 2008


Hari ini, ketika membuka internet explorerku yang pertama, Google adalah home page ku. Ada sesuatu yang lain dari gambar logo google dibanding hari-hari yang lalu. Logo Google dengan dengan o sebanyak 5 yang dirangkai dengan warna merah, hijau, kuning, biru dan hitam didalam bendera yang dibentang oleh empat atlit kartun dengan satu atlit didepan membawa obor. Yah itulah bendera Olimpiade dengan O yang mewakili 5 benua, biru Eropa, merah Amerika, Kuning Asia, Hijau Australia dan Hitam Afrika. Ketika kursor parkir di atas logo, tampil kotak tips kuning bertuliskan Olimpiade Beijing 2008. Jika di klik akan ditampilkan hasil penelusuran oleh paman google, semua tentang Olimpiade Beijing 2008.

Beijing adalah ibu kota negara China, Negara dengan penduduk terbesar didunia, memiliki peradaban yang sungguh di luar kebiasaan. Ada tembok besar China yang panjangnya berkilo-kilometer (katanya, saya sendiri belum pernah kesana) yang dibangun pada zaman dahulu kala, dimana teknologi masih sangat dan amat sederhana. Bangsa China juga yang pertama menemukan kertas, teknologi cetak, bahan peledak, dan lain-lain, pokoknya banyak. Sehingga tidak mengherankan jika nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan untuk menuntut ilmu walaupun sampai ke negeri China, karena memang China merupakan gudangnya ilmu pada saat itu.

Kembali ke urusan olimpiade. Berkali-kali China mengikuti olimpiade, dan pundi-pundi emas China selalu penuh. Atlit-atlit mereka hampir selalu ada di setiap even olah raga, dan hampir selalu memperoleh mendali pada setiap cabang olah raga yang digelutinya. China memang raksasa di segala bidang tidak terkecuali olah raga. Atlit-atlitnya sangat berbakat dan bersemangat, memperjuangkan harumnya nama bangsa. Apalagi tahun ini sebagai tuan rumah. Tentu mereka tidak akan main-main. Juara umum pasti sudah menjadi targetnya.

Lepas dari kekaguman prestasi bangsa China, bagaimana dengan prestasi bangsa kita? Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk terbanyak (keberapa ya, saya kok lupa). Akan tetapi, mencari atlit olah raga yang dapat mendulang emas di arena olimpiade sulitnya seperti mencari jerami di tumpukan jarum. Sulitnya minta ampun, ampunnya sampai diminta-minta. Dapat medali hanya dari bulu tangkis yang kebetulan dipertandingkan. Coba dulu waktu belum bulu tangkis belum dipertandingkan, dapat apa hayo..... Mengapa bisa begini. Jika jumlah penduduk Indonesia katakanlah seperempat jumlah penduduk China, mestinya medali yang diperoleh bangsa kita seperempat medali yang diperoleh China. Tapi, yang kita peroleh tidak lebih dari jumlah jari satu tangan kita.

Ampunilah bangsaku ini ya Allah... bangsa sebesar ini tapi prestasinya sekecil ini.

Ayo atlit-atlit Indonesia di Olimpiade Beijing 2008, berusahalah, berjuanglah sampai tetes keringat yang terakhir, sampai napas yang terdalam, sampai tenaga yang penghabisan. Doaku menyertaimu, semangatku menguntitmu. Persembahkan medali untuk ulang tahun bangsaku, yang ke 63. MERDEKA..................

3 komentar:

  1. Semoga atlit Indonesia bisa membawa banyak medali emas.

    BalasHapus
  2. Ya, begitulah. Bagaimanapun atlit kita, sepantasnya kalau kita selalu berdoa

    BalasHapus
  3. Wah, blog ini labelnya lengkap, ada olahraganya...

    BalasHapus

Silahkan berkomentar