10 Agustus 2008

Jacky Chan


Siapa yang tidak suka nonton filem? Pada jadul (jaman dulu), untuk nonton film harus ke gedung bioskop, harus berdesak-desakan antri, bahkan saat midnite sekalipun. Maklum, TVRI saat itu , sangat pelit untuk menyiarkan filem. Lebih suka menyiarkan klompencapir, wawancara dan lain-lainnya yang monoton. VCD juga belum ada, kaset beta hanya dimiliki oleh golongan the have.

Saat ini, filem bertebaran dimana-mana. Di TV swasta, tiap malam pasti ada filem, dari yang sudah usang sampai filem box office terbaru. Mau nonton VCD juga mudah dan murah, apalagi kalau vcd nya bajakan. Gedung bioskop?.... sekarat. Berbagai jenis filem dari berbagai negara dengan sangat mudah dapat dinikmati kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja, dari yang tua sampai anak-anak.

Bagi para wanita akan lebih menyuki filem drama yang mengharu biru, romantis, menguras air mata, penuh rengekan, cinta, benci, kecemburuan, kelicikan, intrik, rebutan warisan dan lain-lain. Anak-anak lebih suka filem-filem animasi, kartun, boneka yang lucu-lucu dan sebagainya. Pria lebih suka filem yang bertema action, perang, detektiv dan sebagainya

Dengan mudahnya kita menikmati filem, kapan saja dan dimana saja, tentunya membuat filter kepantasan filem ditonton berdasarkan usia menjadi hilang. Filem dewasa bisa saja ditonton oleh anak-anak. Filem action yang penuh perkelahian dan pertempuran sering ditonton juga oleh anak-anak. Buruknya adalah anak-anak akan mengadopsi apa yang dilihat untuk ditirukan saat bermain dengan teman-temannya. Sulit untuk memberikan penjelasan bahwa apa yang ada dalam filem hanyalah acting, bukan kejadian yang sebenarnya.

Dari sekian banyak filem, yang paling menarik adalah filem-filemnya Jacky Chan. Menarik karena setiap akhir filem selalu ditampilkan pengambilan gambar yang gagal. Disana kita bisa menjelaskan kepada anak-anak kita bahwa apa yang terlihat hanyalah bohong-bohongan. Ketika action kelihatan sangar dan tidak bersahabat, tetapi ketika terjadi kesalahan, mereka akan tertawa bersama-sama. Anakpn tahu, ternyata mereka sebenarnya berteman.

Sungguh menyenangkan bagi orang tua, jika semua filem bisa menunjukkan kejadian sebenarnya, sehingga penjelasan kepada anak menjadi mudah. Kapan semua filem terutama action akan meniru filem-filemnya Jacky Chan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar