07 Oktober 2010

450 Ribu dapat TV, Radio, mp3/mp4 player, Kamera, Senter dan 2 HP

Setiap lebaran, adalah saat panen bagi anak-anak, karena hampir selalu mendapatkan uang jajan dari sanak dan saudara, maupun handai dan tolan yang dikunjungi. Walaupun tentu berbanding terbalik dengan orang tuanya, yang justru harus menyediakan anggaran lebih, karena besarnya pengeluaran pada saat lebaran.
Anak saya juga mendapatkan limpahan berkah pada hari Lebaran ini. Dari uang yang didapatkannya, iapun minta dibelikan HP. Maklum, mereka lahir di era teknologi dan globalisasi. Walaupun baru kelas 4 SD, tapi hampir semua temannyapun sudah memilikinya. Sayapun akhirnya menyetujuinya walaupun dengan beberapa syarat agar tidak mengganggu belajar dan sekolahnya. Toh itu juga bukan uang rutin keluarga, sehingga tidak mengganggu roda ekonomi keluarga.
Pada awalnya HP yang diinginkan adalah HP model blackberry yang ada lampu senternya. Tapi ketika sampai di salah satu sentra penjualan HP di Semarang, dengan banyaknya opsi HP yang ditawarkan, akhirnya memilih HP yang ada TVnya Vitell V709, walaupun cuma HP China, karena kebetulan uangnyapun masih cukup. Akhirnya, hanya dengan Rp. 450 ribu saja, HP dengan fasilitas TV, radio, mp3/mp4 player, kamera dengan flash, lampu senter, bluetooth, dual GSM dan suport micro SD berpindah tangan. Senang bukan main anak saya, bisa membeli HP yang komplit punya.
Dominasi HP dengan merek yang sudah mapan seperti Lokira, Sory Ereksi, Samsul dll (nama sengaja disamarkan) akhir akhir ini mulai tergerus oleh membanjirnya HP China. Mereka terkenal suka memberi bandrol mahal tapi pelit dalam memberi fasilitas. HP China menawarkan kecanggihan sebuah gadget dengan harga yang sangat terjangkau. Saya sendiri kadang juga heran, dengan harga murah, tapi fasilitas berlimpah. Kalau di Indonesia saja yang konon sudah kena biaya pengiriman maupun pajak ini itu harganya cuma segitu, lalu kalau dinegaranya sana harganya berapa?
Memang sekarang banyak pilihan, mau yang merek terkenal atau yang murah meriah. Sayangnya bangsa kita hanya senang menjadi konsumen dari apa yang diproduksi orang luar. Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan bagi mereka karena sifat pemalas kita, yang lebih suka membeli dan memakai produk manca dibandingkan berusaha untuk membuat dan berkreasi sendiri, padahal stok orang pinter di negeri ini juga banyak. Kurang apa bangsa ini. Mumet aku ......
Baca terus >>

27 September 2010

Aku Punya Mama


Beberapa hari yang lalu, HP di atas meja meraung memberi tahu kalau ada pesan sms yang masuk. Sejurus kemudian, saya ambil HP itu untuk segera tahu apa isi pesan, barangkali penting. Ternyata dari sebuah nomor tidak dikenal, +6283139014904. Isinya seperti ini:
Beliin dulu mama pulsa AS/50rb di Nomor baru mama, Ini Nomor nya 085237265736 Secepat'nya penting Sekali Nanti mama Ganti uang'nya Sekarang mama Tunggu ya?
(Saya tulis persis kapitalisasi maupun tanda bacanya)

Yang aneh dari pesan tersebut adalah:
  1. Dari lahir sampai sekarang saya belum pernah punya mama, karena didesaku, anak-anak hanya punya emak atau simbok. Ada juga yang punya ibu, tetapi umumnya hanya untuk keluarga yang strata ekonominya lebih mapan.
  2. Emak saya sudah berusia 60 tahun, tidak lulus SD, tidak begitu pinter membaca, apalagi teknologi, jelasnya gaptek. Apa ya mungkin emak punya dua nomor HP, lalu minta pulsa lagi.
  3. Nomor-nomornya tidak dikenal, sebab kalau sangat dikenal seperti nomor hp orang tua, tidak mungkin tidak disimpan dalam phonebook.
Dari tiga alasan tersebut, maka kesimpulanpun saya tarik, penipuan lewat sms. Memang seni menipu lewat telepon seluler mengalami kemajuan. Dulu sms menawarkan hadiah, dari uang sampai mobil. Kemudian berkembang melalui telepon untuk menawarkan hadiah. Dan akhir-akhir ini yang banyak modus minta pulsa dengan mengaku sebagai mama, teman atau orang dekat.
Penipuan lewat sms menjadi semakin marak, ketika nomor perdana diobral murah, bahkan jauh lebih murah dari harga pulsanya. Orang menjadi mudah menipu orang lain tanpa takut ketahuan karena nomornya bisa langsung dibuang dan beli yang baru. Pendaftaran nomor baru sepertinya juga tidak ada pengaruhnya, karena tidak ada pengaruhnya selama semua operator berusaha menggenjot penjualan kartu perdananya. Mereka tidak perduli apakah nama yang didaftarkan benar atau tidak, yang penting nomor perdananya laku. Memang Indonesia sekarang sudah benar-benar liberal, lebih liberal dari Amerika yang embahnya liberalisme.
Kepada para penipu, tolong kalau mau menipu mbok ya yang kira-kira, lihat-lihat dulu siapa yang mau ditipu. Mosok orang desa kok ditipu oleh mama ..!!!!
Baca terus >>

16 September 2010

Jakarta Sudah Pindah

(gambar: Vivanews.com)
Akhir-akhri ini, wacana kepindahan ibukota Jakarta sangat santer dibicarakan. Bahkan SBY, presiden Indonesia pun ikut angkat bicara soal kepindahan ibukota ini. Wacana kepindahan ini berangkat dari masalah kemacetan dan keruwetan lalu lintas di Jakarta saat ini. Kemacetan menjadi pemandangan yang rutin setiap pagi dan siang hingga sore. Disamping itu, daya dukung jakarta sebagai ibu dari kota negara dirasa sudah tidak layak lagi. Mulai dari luas tanah yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk, kurangnya air bersih dll, menjadikan kepindahan ibu kota sebagai obat yang mujarobat.
Sebenarnya, ibukota negara pernah tidak di Jakarta, tepatnya Bukit Tinggi dan Jogjakarta pernah mendapat kesempatan sebagai ibukota negara. Konon, presiden Sukarno pun pernah merencanakan kepindahan ibukota negara ke Palangkaraya. Sementara presiden Suharto telah merintis pemindahan pusat pemerintahan ke daerah Jonggol Bogor. Entah mengapa rencana-rencana tersebut tidak terealisasi. Hingga akhirnya, sekarang puncak kesumpekan Jakarta hampir mencapai klimaksnya, dan pemindahan ibukota negara menjadi buah yang dibibir para eksekutif, legislatif, pakar, media dll.
Setidaknya setiap tahun sekali, ibukota sudah pindah ke luar Jakarta. Indikatornya sederhana saja, setiap lebaran, Jakarta menjadi sepi dari lalu lintas, lengang, tidak tampak hiruk maupun pikuknya ibukota. Sementara, banyak kota di Jawa Tengah maupun Jawa Timur serta beberapa daerah lain menjadi sasaran kepindahan kemacetan kota Jakarta. Biang dari keladi kemacetan itu adalah mobil dan motor yang berasal dari Jakarta. Ya, Jakarta sebagai ibukota kemacetan dan kesemrawutan sudah pindah ke daerah lain, setidaknya setahun sekali, setiap lebaran.
Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Baca terus >>

05 September 2010

Instal Windows pada Netbook



Sudah berhari-hari OS Windows yang terinstal pada netbook ngambek, untungnya Linux Ubuntu masih lancar-lancar saja, karena memang tidak serewel si Windows. Sebenarnya bisa saja saya diamkan, tapi eman-eman, wong itu juga windows ori, karena dari pabriknya memang sudah ada windows nya. Sebenarnya sih mau beli yang non OS supaya lebih murah, sayang netbook yang saya taksir semua sudah ada windowsnya. Pada suatu kesempatan, saya berniat untuk menginstall ulang si jendela itu. Tapi betapa terkejutnya (ini sengaja di dramatisir) begitu tahu netbook tidak ada CD/DVD drive nya. Mau beli? wah nggak mungkin, apalagi lebaran sudah dekat, CD/DVD drive eksternal tentu menjadi prioritas ke 1001. Untuk mengatasi masalah ini, tentu bantuan dari guru besar Google menjadi andalannya.
Untuk linux Ubuntu, masalah menjadi mudah, karena memang ada fasilitas di linux untuk membuat flashdisk bootable untuk keperluan install, tapi tidak ada menu tersebut pada windows. Ada banyak cara untuk membuat flashdisk dapat digunakan untuk menginstall Windows sebanyak cara menuju Roma. Hanya satu cara yang saya gunakan dan kebetulan sukses. Begini caranya:
  1. siapkan flashdisk, untuk windows vista dan/atau 7 yang berukuran 4 Gb.
  2. gunakan laptop/PC lain yang menggunakan windows vista / 7
  3. Colokkan flashdisk ke tempat yang semestinya.
  4. masuk ke command prompt (sama dengan terminal di Linux) dengan memilih Start - All Programs - Accesories - Command Prompt, klik kanan, lalu pilih "Run As Administrator". Ingat harus Run As Administrator supaya urusan tidak berbelit kelak kemudian hari.
  5. ketik diskpart dan pungkasi dengan enter, maka command prompt nya menjadi DISKPART>
  6. ketik list disk untuk menampilkan disk yang terpasang di komputer. Flashdisk yang kita siapkan dapat diketahui dari kapasitasnya, misal kapasitas flashdisk kita 4 Gb, maka akan tampak Mb, kemudian lihat sebelah kanannya dan kanannya lagi adalah alamat flashdisk kita, misal disk 1, disk 2 dst. Ambil contoh flash disk saya di disk 1.
  7. Ketikkan perintah-perintah berikut:
    select disk 1

    clean

    create partition primary

    select partition 1
    active

    format fs=NTFS

    assign

    exit
    Apabila tidak ada masalah, maka lanjut langkah berikutnya.
  8. siapkan DVD instalasi Windows 7 dan masukkan ke drive nya, anggap saja CD drive saya adalah drive E:, dan flashdisk saya adalah F:, ketik
    e: cd boot
    bootsect /nt60 f:
    sekarang flashdisk sudah bisa digunakan untuk booting.
  9. langkah terakhir adalah mengkopi semua file yang ada di DVD windows ke flashdisk, jika masih ada tempat, bisa juga dikopikan file lain seperti office, antivirus serta utility lainnya sehingga bisa all in one. Nah sekarang flashdisk siap digunakan untuk menginstal netbook.
Sebelum mulai menginstal, yang perlu diingat adalah dengan booting melalui flashdisk, caranya dengan mengganti prioritas booting atau dengan menekan tombol tertentu pada saat booting untuk menampilkan boot options.
Proses instalasi terasa lebih cepat dibanding menggunakan DVD. Setelah selesai, masalah barupun timbul, windows nyelonong begitu saja, GRUB linux yang digunakan untuk memilih sistem operasi yang digunakan hilang, dan linux pun tidak dapat digunakan (sementara). Untuk mengatasi masalah ini, tunggu saja laporan selanjutnya.
Baca terus >>

29 Agustus 2010

Linux Memang Beda


Selama 6 hari, mulai tanggal 23 sampai 28 Agustus 2010, bertempat di Balai pengembagan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BPTIKP) Jawa Tengah, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan pembuatan media media pembelajaran berbasis komputer. Materi meliputi penyusunan garis besar isi media (GBIM), penyusunan naskah, pembuatan animasi menggunakan Macromedia Flash dan perakitan media menggunakan Autoware. Software-software yang digunakan termasuk software bantunya seperti Swish maxadalah software yang dirancang dan dibuat untuk mesin berplatform windows.
Kebetulan sekitar dua bulan yang lalu, saya berkesempatan membeli netbook merek D karena desainnya cukup menarik. Sebenarnya ingin beli yang non OS, karena tentu lebih murah, tetapi kebetulan untuk tipe yang saya inginkan semuanya sudah termasuk Windows 7 Starter asli. Ya sudah, saya beli saja, walau sampai dirumah akhirnya saya tambah 2 OS dengan Ubuntu 10.04.
Pada saat pelatihan, instruktur memberikan master software-software yang akan digunakan. Tanpa disangka dan tanpa dinyana, Windows yang terinstal tiba-tiba hang sebelum sempat menginstal software yang akan digunakan. Berkali-kali restart masih tetep juga, beberapa menit langsung hang. Mau saya instal ulang, tidak mungkin, karena netbook tidak ada cd drive nya, lagipula cd drive eksternalnya juga masih ketinggalan ditoko belum boleh dibawa pulang.
Teringat di netbook ada 2 OS, akhirnya saya coba untuk menginstall software-software yang dibutuhkan di Ubuntu. Dari pengalaman sebelumnya, saya telah berhasil menginstall Microsoft office 2003 di Ubuntu, maka saya yakin Macromedia Flash, Autoware serta Swish max dapat di install di Ubuntu 10.04. Ternyata oh ternyata, semua software dapat diinstal dan dapat berjalan mulus di Ubuntu. Pelatihanpun dapat berjalan lancar, semua materi dapat saya ikuti, malah instrukturnya yang kadang bingung, karena pada beberapa tampilan berbeda dengan ketika dijalankan di OS aslinya. Dengan sedikit kecermatan, semua dapat diatasi.



Ternyata Linux juga nyaman untuk menjalankan aplikasi-aplikasi under Windows, dan tentu sebaliknya, Windows belum mampu menjalankan aplikasi-aplikasi under Linux. Linux memang beda ...
Baca terus >>

15 Agustus 2010

Tip Mencabut RJ-45 dari Kabel LAN Dengan Selamat

Sudah lebih dari 3 bulan, peralatan penerima sinyal internet yang saya beli berupa sebuah access point bermerek TP***K, sebuah antena dengan merek sama, sebuah pipa besi 2 inchi, serta kabel kabel mangkrak diatas lemari. Pada hari Minggu, bertepatan dengan akhir libur puasa, terusik juga hati ini dengan benda-benda tersebut. Maka dengan nawaitu yang bulat, mulailah proyek pemasangan antena saya kerjakan.
Langkah pertama tentu merangkai antena yang hampir seperti parabola. Kemudian pembuatan wadah untuk tempat access point, karena access point nya harus ditempatkan diatas karena pigtail nya memang panjangnya pendek (?). Sebelum didirikan, dilakukan pengecekan apakah perangkat access point tersebut sudah bisa connect dengan komputer. Untungnya setelah saya buka browser dan menuliskan alamatnya, tidak nyambung, dan memang jaringannya lewat kabel tidak nyambung. Kabel LAN saya cek dengan kabel tester, ternyata baik, semua nyala. Akhirnya saya buka kitab mujarobat bawaan perangkat, ternyata penyebabnya jenis pemasangan kabelnya yang keliru. Harusnya pakai Straight, sementara karena kabel yang saya pakai juga kabel bekas alias lungsuran yang kebetulan model cross. Karena tidak punya cadangan jack RJ-45, akhirnya segera saya lari ke toko komputer terdekat. Untungnya toko komputernya tutup. Saya lupa, dikota kecil seperti Kaliwungu maupun Kendal, toko komputer pada hari Minggu banyak yang tutup. Di Semarang banyak toko komputer yang buka, tapi apa mau beli 1 buah RJ-45 harus sampai Semarang?
Andaikata pemasangan ini saya tunda, saya tidak yakin kalau besok punya napsu untuk memasangnya, pasti akan terbengkelai lagi. Pepatah mengatakan, dimana ada kesempitan, disana ada jalan. Saya amati secara seksama dalam tempo yang tidak sesingkatnya, akhirnya saya coba untuk mencabut kabel dari jacknya, ternyata sulit. Umumnya kalau ada kesalahan pemasangan ya tinggal dipotong ganti dengan yang baru alias sekali pakai, itu kalau ada tentunya, tapi kalau seperti hari ini, kasusnya tentu berbeda.
Setelah memejamkan mata beberapa saat, akhirnya saya coba ambil obeng dan jarum pentul. Berikut ini langkahnya:
  1. Masukkan obeng minus kedalam jack tempat masuknya kabel untuk melonggarkan plastik penjepitnya. Ini harus hati-hati, sebab plastiknya mudah patah, walaupun sebenarnya hanya berfungsi untuk menjepit kabelnya saja.

  2. Gunakan jarum pentul atau peniti untuk mencongkel konektor kuningan yang berjumlah 8 dari dua sisi. Bisa dari depan dulu atau dari belakang terlebih dahulu. Usahakan agar konektor tersebut terangkat dan tercabut dari kabelnya.
  3. Kalau konektor sudah tampak tersembul ke atas, tinggal cabut kabelnya, dan jack RJ-45 nya masih bisa digunakan lagi.
Setelah saya dapatkan RJ-45 bekas, kemudian saya susun lagi urutan kabelnya menjadi straight. Ketika dihubungkan dengan komputer maupun access point, akhirnya nyambung juga. Coba kalau antena sudah berdiri tapi tidak nyambung, capek deh kalau harus menurunkan antena lagi. Setelah yakin komputer bisa mengakses access pointnya, dan perangkat diset sebagai client karena hanya klien bukan pemancar, dan tinggal mendirikan antenanya. Sebenarnya tidak begitu yakin juga, karena jarak ke pemancar sekitar 2,5 km dengan banyak penghalang rumah maupun pohon, sementara tinggi antena hanya 1 batang pipa sekitar 6 meter saja.
Setelah berdiri langsung dikira-kira arahnya, dan Alhamdulilah, tanpa melalui pointing yang ribet, SSID dari pemancar yang saya maksud langsung saya dapatkan dengan kekuatan 28 dB, cukup lumayan untuk ukuran antena yang hanya setinggi 6 meter. Dengan memutar muter, sinyal terkuat ya yang 28 dB itu. Akhirnya saya ikat erat tiang antenanya supaya tidak muter-muter lagi. Karena tingginya cuma 6 m dan diameter pipa 2 inci, maka cukup kuat untuk menahan antena tanpa meliuk liuk ketikan dihempas angin.
Hari itu juga, Minggu Kliwon tanggal 15 Agustus 2010 bertepatan dengan tanggal 5 Romadhon 1431 H, internet dirumah bisa menyala. Dengan menyalanya internet dirumah, semoga aktifitas ngenetnya bisa lebih rajin lagi.
(Judulnya sepertinya kok kurang pas ya, ada usul? silahkan komentar, dan terimakasih komentarnya.)
Baca terus >>

22 Juni 2010

Klub Motor Yang Terpinggirkan


Mengendarai motor merupakan hobi yang sungguh menyenangkan, walaupun mungkin nantinya bahan bakar untuk sepeda motor harus pakai pertamax. Banyak komunitas pengendara bermotor muncul di banyak tempat. Pada umumnya mereka berkumpul dengan satu pengikat, umumnya merek. Selain itu ada juga yang berkumpul karena kesamaan tujuan, misalnya yang hobi mengadakan touring, tanpa mempedulikan merek dan jenis sepeda motor yang digunakan.
Yang paling sering tampak adalah penggemar motor gede yang melintas di jalan raya. Konon katanya, anggota klub motor gede ini adalah orang-orang kaya. Sehingga di jalanan pun mereka kadang minta diperlakukan sebagai orang kaya, dengan minta hak khusus untuk menggunakan jalan raya. Memang sangat sulit jika kita miskin mau jadi anggota klub motor gede, wong harga motornya saja belum tentu dapat kita beli.
Bagi yang tidak kaya, alias yang sedeng-sedeng, bisa mengikuti klub motor yang lain. Ada klub Yamaha, Klub Mio, Tiger klub, Megapro dll, dll. Atau yang suka jalan-jalan alias touring bisa mengikuti klub touring. Dari sekian banyak klub, satu yang menarik menurut saya adalah klub Vespa. Ya, klub Vepa ini sangat jauh dari kesan eksklusif dan klubnya orang berduit. Anggota klub vespa ini lebih suka jika vespanya kelihatan kumuh, kotor, dekil, jorok, kusam, amburadul, njelehi dll. Modifikasipun dilakukan seenaknya, mulai setang yang sepanjang galah, sampai bodi yang diulur memanjang seperti limousine. Asesoris pun sekenanya, mulai dari papan, drum bekas, sarung, kaleng bekas, sampai kurungan ayampun jadi.
Pada hari Minggu ketika melintas di jalan Kaliwungu-Boja Kendal, banyak anggota klub Vespa melintas. Ternyata bertempat di Lapangan Boja, ada pesta anggota klub Vespa dalam rangka peringatan sewindu Klub Vespa Boja. Seribuan vespa full modifikasi nyleneh berkumpul hingga hampir memacetkan lalu lintas jalan Kaliwungu Boja. Kelihatannya mereka tidak hanya anggota Klub Vespa Boja, tetapi anggota klub Vespa dari daerah-daerah sekitar seperti Kaliwungu, Semarang dll.
Memang kebebasan berserikat dan berkumpul tidak hanya milik orang kaya saja. Selamat Ulang Tahun ke 8 Klub Vespa Boja.
Baca terus >>

16 Juni 2010

Berjalan di Pemisah Jalan

Penelitian yang pernah dilakukan Japan International Corporation Agency (JICA) dan The Institute for Transportaion and Development Policy (ITDP) menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang rata-rata per tahun mencapai 11% sedangkan pertumbuhan panjang jalan tak mencapai 1%. Tercatat, setiap hari ada 138 pengajuan STNK baru yang berarti di setiap harinya Jakarta membutuhkan penambahan jalan sepanjang 800 meter.

Itu di Jakarta, dikota-kota lain sepertinya tidak jauh berbeda, walaupun dengan angka dibawah Jakarta. Tidak sebandingnya panjang jalan dengan jumlah kendaraan inilah yang memaksa beberapa kendaraan melewati jalan yang tidak semestinya. Seperti pada foto diatas, sebuah truk trailer terpaksa berjalan melalui bagian pemisah jalan. Sayangnya ada bagian pemisah jalan yang lebih tinggi dari as dan gardannya, sehingga harus menghentikan perjalanannya.
Baca terus >>

09 Juni 2010

Hujan Salah Musim

Udan salah mangsa, itu kata nenek dan kakek moyangku, dalam bahasa Indonesianya sama dengan judul diatas. Memang benar apa yang dikatakan para ahli klimatologi, bahwa pada tahun 2010 ini, musim hujan lebih panjang. Buktinya, sampai saat ini, sudah memasuki bulan Juni 2010, hujanpun hampir tiap hari turun. Ramalan para nenek dan moyang kita dulu seolah sudah tidak berlaku lagi, pakem pembagian musim hujan mulai Oktober sampai Maret dan musim hujan mulai April sampai September sudah tidak memperlihatkan kepatuhannya lagi.


Bagi yang memiliki rumah mewah setidaknya yang representatif, dan lokasi yang aman dari banjir, tentu ketika berada dirumah, hujan selebat apapun tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi, bagi sebagian besar masyarakat termasuk saya, hujan lebat akan mengusik ketenangan. Paling banyak merepotkan adalah atap yang bocor. Apalagi genting tua yang belum model press, dengan bentuk cetakan yang tidak standar, ditambah dengan usia pakai yang sudah puluhan tahun mengakibatkan genting berubah bentuk. Mleyot sana dan mleyot sini. Bentuk genting yang sudah tidak standar inilah yang mengganggu mobilisasi air dari bagian atas ke bagian bawah atap rumah. Walhasil, air yang seharusnya mengalir melalui bagian atas genting, dengan tanpa permisi ada pula yang diam-diam menyelinap melalui bagian bawah genting. Dan, lantai didalam rumah pun akan mulai dibasahi dengan tetes demi tetes air hujan.
Ilmu yang saya dapatkan dari para sesepuh pun segera saya terapkan. Ambil ember, panci, toples plastik, serta apapun namanya yang penting bisa digunakan untuk memberikan tempat mendarat dan berkumpulnya tetesan air hujan.



Sebenarnya upaya untuk menanggulangi masalah bocoran dan tetesan air hujan di rumah sudah pernah dilakukan. Antara lain dengan plastikisasi, yaitu memberikan lapisan plastik dibawah genting. Akan tetapi, karena penghuni rumah saya tidak hanya manusia, tetapi juga ada mahluk lain yang kos (yang ini tidak pernah bayar) yaitu tikus. Tikus-tikus ini senang berbuat anarkis dengan melakukan perusakan terhadap fasilitas yang ada. Plastikpun menjadi bolong disini dan disana. Ketika hujan, plastik yang seharusnya sebagai pelindung, karena adanya lubang-lubang itulah air menjadi menemukan jalan pintas untuk segera menemui ibu pertiwi. Segala sumber dayapun segera saya kerahkan untuk mengatasinya, termasuk dengan mengganjal bagian plastik yang berlubang supaya menjadi lebih tinggi. Apapaun digunakan asal bisa untuk mengganjal, salah satunya dengan menggunakan sepatu.

Semoga ini tidak terjadi di rumah anda,
Baca terus >>

06 Mei 2010

Hasil Ujian SMP 2010

Tanggal 7 Mei 2010, saat pengumuman kelulusan SMP. Tanggal 6 Mei 2010, nilai Ujian Nasional telah sampai di sekolah untuk digabungkan dengan nilai Ujian Sekolah. Maka, para panitia pun dibikin ribut membuat rekapitulasi hasil Ujian untuk diumumkan pada keesokan harinya.

Gambarnya kebanyakan kopi..
Malang tidak bisa ditolak, untung pun seakan suka lari. Pada saat kepala mulai pening, keringat bercocoran, mata mulai buram, malampun seolah datang lebih cepat dari biasanya, tiba-tiba listrikpun WAFAT. Inilah ujian bagi para panitia ujian di sekolah. Harus bekerja bergelap ria menghadapi laptop, semoga saja baterainya tidak ikut WAFAT sebelum tugas berakhir.
Wahai PLN, kasihanilah kami, jangan ganggu pekerjaan kami. Kami selalu taat membayar rekening, tidak pernah telat, sungguh ............... hasil pekerjaan kami sangat ditunggu murid-murid kami esok pagi.
Baca terus >>

05 Mei 2010

Menghindari Stroke

DSC00003

Air kencing merupakan sisa metabolisme dalam tubuh kita. Air yang kita minum atau terkandung dalam makanan akan diserap tubuh dan dialirkan bersama darah. Setelah darah beredar kemudian akan dialirkan ke ginjal untuk diserap air sisa metabolisme untuk dibuang. Bau air kencing dipengaruhi oleh makanan yang dimakan. Makanan terentu seperti Petai dan Jengkol menghasilkan bau yang sangat pesing.

Kencing sudah semestinya di WC, baik WC pribadi atau WC umum. Di WC, air kencing sudah dibuatkan tempat pembuangan yang diatur sedemikian rupa, dan disediakan air untuk membersihkan kencing sehingga WC menjadi bersih kembali dan tentu tidak akan berbau.

Apabila buang air kecil alias kencing dilakukan di sembarang tempat, tentu akan sangat mengganggu lingkungan. Banyak orang yang tidak sabar untuk sekedar mencari WC sehingga kencing di sembarang tempat. Ini menjengkelkan orang yang tingaal di dekatnya. Untuk mengingatkan, ya kalau melihat waktu kencingnya, kalau tidak?

Di jalan Salatiga-Boyolali, tepatnya pada koordinat 7o26,240’LS 110o32,037’BT (dengan bantuan GPS, silahkan langsung ke TKP), seorang pemilik lahan yang pagarnya sering digunakan para sopir dan kernet kencing, memberi peringatan kalau kencing disitu bisa terserang stroke. Cara yang dilakukan seperti pada gambar bisa dicoba untuk mengingatkan agar tidak kencing sembarangan.

Jadi, agar terhindar dari stroke, jangan kencing disitu ya..

Baca terus >>

26 April 2010

Semrawut

Bagi para pengunjung lama yang sedang berkenan mampir. Atau pengunjung baru yang kesasar ke blog ini. Saya mohon maap yang sebesar-besarnya, karena belum bisa aktif karena memang orangnya juga sedang tidak bisa aktif ngeblog. selain itu beberapa waktu lalu ada tag HTML yang cukup mengganggu sehingga tampilan blog ini menjadi semrawut. Untuk itu, sementara tampilan dalam bentuk yang sederhana bersahaja.
Semoga para pengunjung memaklumi.
Baca terus >>

16 Maret 2010

39

Pagi itu, seorang wanita tua menggendong selendang yang berisi entah apa. Berjalan dengan tergesa-gesa, sehingga matahari pagipun dapat menyedot keringat dari sela-sela keriputnya kulit tuanya.



Wanita itu adalah seorang dukun bayi yang mendapatkan undangan dari seorang bapak yang isterinya hampir melahirkan. Itu terjadi 39 tahun yang lalu. Sama dengan tanggal hari ini, sama dengan bulan ini, sama dengan hari ini, sama dengan pasaran hari ini. Suatu pengulangan yang jarang terjadi. Suatu peristiwa langka, yang hanya terjadi dalam 39 tahun sekali. Jadi, hari, tanggal, bulan dan pasaran yang sama dengan hari ini, akan terjadi lagi pada tahun 2049. Itulah hari pertama aku menghirup udara dunia, hari pertama aku menangis karna meninggalkan alam rahim yang sungguh tentram dan nyaman, hari pertama aku melihat alam yang bernama dunia.
Secara de facto, aku terlahir di desa Giyanti kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung. Tetapi secara de Jure aku terlahir di desa Kertosari pada kecamatan dan kabupaten yang sama. Masa-masa kecilku masa yang sungguh menyenangkan, walaupun belum ada listrik, henpon, play station, komputer apa lagi internet. Permainan-permainan khas jaman dulu yang jauh dari kekerasan, konsumerisme, hedonisme, individualisme, kapitalisme dll. Permainan yang menjunjung tinggi kebersamaan, persatuan, tenggang rasa, saling asah asih dan asuh. Sehingga aku kecil berkembang sama seperti anak-anak seusianya saat itu.

TK ku di sebuah TK yang bernaung di yayasan Katholik, TK Cor Yesu Temanggung. Aneh ya, saya muslim tapi sekolah di yayasan lain keyakinan. Kata bapak, itu sekolah terdekat dari rumah saat itu. Ya, itung-itung bisa lebih mengenal keyakinan mereka sehingga lebih dapat menghargai kepercayaan mereka. SD pun masih di yasasan yang sama, SD Pangudi Utami Temanggung. Di sekolah ini sebenarnya rasa minderku mulai tumbuh. Bagaimana tidak, teman-teman sekolahku kebanyakan anak-anak juragan-juragan keturunan China. Kalaupun ada yang pribumi, mereka juga anak-anak orang yang berpunya. Sementara orang tuaku hanyalah seorang tukang kebun di sebuah kantor. Sangat kontras dengan teman yang lain, pakaian lusuh, sampai kelas 5 selalu pakai sandal jepit padahal yang lain selalu bersepatu yang bersih dan rapi. Belum lagi penyakit korengan yang juga betah hinggap di kakiku. Salam buat Bapak, ibu guru dan teman-teman TK Cor Yesu angkatan tahun 1975 dan SD Pangudi Utami angkatan 1977.
Menginjak bangku SMP tahun 1983, aku sekolah di SMP 1 Temanggung. Sekolah yang dekat dengan tinggalku karena masih satu kampung. Karena rumahku dekat, kadang jika aku malas, aku pulang begitu saja. Maafkan aku bapak dan ibu guru SMP yang baik.

Lulus SMP melanjutkan ke SMA 1 Temanggung tahun 1986. Walaupun beda kampung, jaraknya tidak lebih dari 300 m dari SMP ku. Bosan juga rasanya sekolah bertahun-tahun dekat dengan rumah. Sementara banyak teman yang berasal dari Parakan, Ngadirejo tiap pagi dan siang bisa naik angkutan umum, iri juga rasanya. Di SMA ini pun jika rasa malas, aku pulang begitu saja ke rumah untuk tidur. Jika orang tua tanya kok pulang awal, jawabku hanya "sedang males". Memang walaupun kadang membolos, aku tidak pernah pergi main ngeloyor kemana-mana. Ketika kelas 1 SMA, kebetulan kelasku berdekatan dengan kantor tempat bapak bekerja. Setiap pagi ketika pelajaran, lewat jendela kelas kulihat bapak menyapu halaman, menyiangi rumput, ngepel teras dll. Dari situlah aku mulai berpikir untuk belajar sungguh-sungguh, bertekad hidup lebih baik dari orang tuaku.Di kelas 2, kebetulan aku masuh jurusan A1. Jurusan yang sungguh gersang karena sedikit ceweknya. Disamping juga jurusan yang sungguh bikin pusing kepala. Salam buat teman-teman A12 SMA 1 Temanggung angkatan 1986.

Lulus SMA tahun 1989, aku istirahat tidak malanjutkan kuliah karena sesuatu dan lain hal. Keluarga pindah ke Magelang, sementara aku sebatang kara di Temanggung. Maksud hati ingin cari pekerjaan. Tapi dapatnya dengan bekal ijazah SMA ya pekerjaan yang itu-itu saja, jauh dari harapan. Kuli bangunan, kuli bongkar muat, petugas sampah, buruh mencangkul dan buruh ketikan panen di sawah, buruh memetik kopi, buruh di gudang tembakau, dll. Sungguh tidak dapat dibanggakan. Akhirnya akupun bertekat, jika ingin berubah hidupku, aku harus kuliah.
Hasil dari petugas sampah selama beberapa bulan aku kumpulkan untuk membeli buku-buku persiapan UMPTN. Sengaja aku beli buku-buku di soping senter di Jogja, karena katanya disana lengkap. Dan waktu senggangku selama kurang lebih satu bulan kugunakan untuk membolak dan membalik buku persiapan UMPTN.

Pada hari H pendaftaran UMPTN, aku mendaftar di UGM, karena kebetulan itulah kota yang kukenal. Pilihan pertama D3 pendidikan Matematika UGM, pilihan kedua D3 pendidikan Fisika IKIP Semarang. Sangat berharap pilihan pertama yang diterima, tapi nasib berkata lain, aku harus hijrah ke kota yang bernama Semarang. Kota yang asing dan yang terlalu panas bagiku.
Pada tahun pertama aku masih kuliah di jalan Kelud, di kota. Tapi tahun berikutnya, jurusan FPMIPA bedol desa ke Sekaran, Gunung Pati, yang saat itu masih sangat ndesa. Dari desa bali ke Ndesa lagi. Suasana ndesa inilah yang menyebabkan kuliahku tidak banyak terganggu oleh gebyarnya kehidupan kota. Kuliah berjalan lancar tanpa halangan, dan tahun ke 3 pada tahun 1993 akupun lulus.

Bayangan setelah lulus langsung mendapat kerja. Kenyataanya, nasib berkata lain, lulusan D3 angkatanku tidak ada yang langsung diangkat, karena tidak ada lagi program ikatan dinas. Pusing juga karena D3 juga tidak dapat mengikuti tes CPNS. Akhirnya cari alternatif lain, kali ini aku kepingin kembali ke kota Gudeg, kursus komputer 1,5 bulan di sebuah lembaga kursus El Rahma Education Center, dan karena kemampuanku juga akhirnya diminta membantu di tempat kursus tersebut. Sekitar setengah tahun di Jogja, membantu melatih komputer yang pada masa itu sedang masa jayanya MSDOS, Wordstar, Wordperfect, Chi Writer, Lotus 123, dan Dbase 3+. Sungguh melelahkan manakala aplikasi komputer masih berbasis text.
Awal tahun 1994, lembaga tempatku bekerja buka cabang di Semarang. Karena aku dianggap kenal wilayah Semarang dan sekitarnya, akhirnya akupun diungsikan ke Semarang. Di Semarang menangani sebuah lembaga kursus yang betul-betul dari nol, belum ada apa-apanya, orang Jawa bilang babat alas. Yah, namanya juga berjuang. Satu hal yang membanggakan selama bekerja disana adalah peserta kursus hampir semuanya adalah sarjana. Ada sarjana hukum, sarjana ekonomi, sarjana teknik, insinyur bahkan adapula yang dokter. Keren juga ya, D3 bisa ngajar S1. Memang saat itu komputer sedang booming, ilmu baru yang belum banyak yang mampu.

Tidak lama mengajar kursus di Semarang, titik terang pun mulai datang. Pemerintah mengadakan pendaftaran CPNS untuk lulusan D3 pada tahun 1994. Kebetulan pada tahun tersebut pemerintah banyak membangun sekolah baru, sehingga membutuhkan guru dalam jumlah yang banyak. Dan Alhamudulillah sayapun diterima. SK diterima, saya ditempatkan di sebuah kota yang asing menurut saya, KENDAL, di SMP 2 Brangsong. Ternyata itu hanya di sebelah barat kota Semarang. Sampai sekarangpun masih betah di Kendal dan akhirnya saya putuskan untuk menyunting seorang gadis Kendal, dan sekarang sudah dikaruniai seorang anak.

Itulah sekelumit perjalanan hidup, yang saya tulis bersamaan dengan melihat acara Kick Andy yang kebetulan mewancarai orang-orang sukses (rata-rata doktor) yang berangkat dari keluarga kurang mampu. Berangkatnya hampir sama, tapi hasil akhirnya belum sama.
Baca terus >>