14 Desember 2009

Gamelan Laptop

Punakawan pada pembukaan

    Pada umumnya, sebuah grup karawitan yang tampil secara live memerlukan ruang yang luas. Peralatan gamelan alias alat musik jawa ini memang banyak macamnya dan ukurannyapun banyak yang terbilng besar. Sehingga, untuk sebuah pementasan, diperlukan ruang atau panggung yang cukup luas hanya untuk penempatan  alat musiknya saja.

    Tetapi bayangan itu menjadi berubah ketika mengikuti pembukaan lomba Penulisan PTK/PTS dan Pembuatan Media Belajar Berbasis Komputer di LPMP Jawa Tengah tanggal 13 Desember 2009. Pada kesempatan pembukaan tersebut, ditampilkan goro-goro (adegan Semar, Petruk, Gareng dan Bagong) yang diiringi oleh karawitan SMA 1 Prembun Kebumen. Yang berbeda adalah peralatan gamelannya adalah laptop. Setiap laptop mewakili satu buah gamelan (kecuali kendang). Perpaduan alat musik gamelan laptop dimainkan dengan sangat harmonis sangat mirip dengan gamelan sesungguhnya. Tempat untuk peralatan gamelan otomatis menjadi lebih ringkas, tidak banyak menyita tempat. Ukuran sebuah laptop tentu tidak seberapa dibandingkan dengan ukuran gamelan yang sesungguhnya.

    Software gamelan laptop, atau pembuatnya menyebut Virtual Gamelan, ternyata adalah hasil karya seorang guru SMA kreatif, yaitu bapak Joko Triono, S.Pd dari SMA 1 Prembun Kebumen. Sangat kreatif dan idenya sungguh cemerlang. Setidaknya dengan dibuatnya Virtual Gamelan ini, ada 2 keuntungan yang dapat diambil.

  1. Pelestarian budaya, gamelan merupakan budaya asli Indonesia. Merupakan kuajiban warga negara khususnya generasi muda untuk melestarikannya, Menggungakan alat yang sebenarnya mungkin oleh anak muda dapat dikatakan kuno dan konvensional. Dengan pendekatan teknologi, diharapkan generasi muda menjadi lebih tertarik mempelajari gamelan sebagai bagian dari budaya Indonesia. Tentu gamelan yang sesungguhnya teta harus dipertahankan.
  2. Hemat biaya, tidak semua sekolah memiliki gamelan, tetapi banyak siswa saat ini yang sudah memiliki laptop. Dengan menginstall softwarenya, maka sebuah laptop dapat berubah menjadi alat gamelan apa saja (kecuali kendang setahu saya). Gamelan ini dapat dibawa pulang, sehingga siswa dapat belajar di rumah. Ini tidak mungkin terjadi jika menggunakan alat gamelan yang sebenarnya.

     Ternyata oh ternyata, banyak sekali guru kreatif di negeri ini. Tinggal menunggu kemunculannya. LPMP Jawa Tengah sebagai sebuah lembaga penjaminan mutu pendidikan di Jawa Tengah memfasilitasi kemunculan guru-guru kreatif dalam pembuatan perangkat lunak khususnya dalam pembelajaran. Tidak tanggung-tanggung, 150 peserta yang terpilih diundang selama 3 hari di LPMP Jawa Tengah (13 – 15 Desember 2009) untuk mempresentasikan hasil karyanya, selama 3 hari itu akomodasi peserta di tanggung oleh LPMP Jawa Tengah, dan lebih heboh lagi pulangnya juga disangoni.

Tim Kendal, yg satu gemuk yg satu kurus

    Sedemikian besar perhatian LPMP Jawa Tengah untuk merangsang munculnya pak Joko- pak Joko yang lain, yang mungkin perlu ditiru oleh LPMP – LPMP yang lain di Indonesia.

    Teriring doa bagi peserta lomba dari Kabupaten Kendal, semoga sukses.

Baca terus >>

18 November 2009

Computer Online Store

     Now days, everyone need computer for their activity. Computer can help human activity at the office, store, market, school, and at home too. Using the newer computer is a must, because most of the newest software need more resources likes monitor with higher resolution, multifunction printer, new models of keyboard, mice, speakers, desktop computers and laptop too. Computer makes our live easily.

     Traditionally, we can get computers and peripherals at computer shops near our home. But, sometimes they don’t have what we want. We must look for on other shops or shops in other our town. It must need more money and time for travelling from one shop to other. Not effective if you are busy man.

    Where can we get computers and its peripheral easily? Internet of course. There much online shops / store on internet. We can easily using our search engine to get it. We can see the catalogue on their site and compare prices from one online shop with the other. Buying computers online is easily, we can do it from our home. And we can pay by credit card or pay pall. Computers or peripherals we bought will send to our place. Its easy, isn’t?

Baca terus >>

11 November 2009

Pahlawan itu adalah …..

anggodo-dalam

Dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, sekolah-sekolah dan kantor-kantor mengadakan upacara untuk memperingatinya. Mengapa mereka (pahlawan) itu istimewa dan perlu di peringati, dikenang dan diupacarakan?

Banyak sudah orang mendefinisikan pahlawan sesuai dengan sudut pandan serta kemampuan intelektualnya. Tapi ada satu definisi yang sangat unik setidaknya menurut saya, apa yang disampaikan oleh beliau bapak Susilo Bambang Yudoyono. “Heroes are selfless peoples who perform extraordinary acts. …” (Susilo Bambang Yudhoyono, Time, 10 Oktober 2005, hal 58). Sebenarnya masih ada terusannya (seperti Suez), tapi sengaja saya potong pada kata pertama saja. Untuk mendapatkan pengertian secara utuh tentu anda bisa mencarinya sendiri.

Jika diterjemahkan secara bebas, kira-kira “pahlawan adalah orang (biasa) yang berbuat sesuatu yang luar biasa.” Karena pahlawan adalah orang biasa, maka siapapun juga bisa menjadi pahlawan. Yang menjadi masalah adalah apakah orang tersebut sudah berbuat sesuatu yang luar biasa.

Berita hangat di media akhir-akhir ini, hebohnya lembaga hukum Indonesia, Polri, Kejaksaan dan KPK yang (menurut dugaan sementara) dibiangi oleh Anggodo Widjojo. Beliau ini mempunyai kemampuan yang luar biasa sehingga bisa merekayasa perkara yang menghebohkan ketiga institusi hukum Indonesia ini. 

Karena beliau ini sebenarnya hanya orang biasa, tetapi bisa berbuat yang luar biasa, boleh jadi beliau ini disebut PAHLAWAN ………. :(

Baca terus >>

07 November 2009

Topless


 Kata wikipedia, “Toplessness is the state in which a female has her breasts uncovered, with her areolae and nipples visible, usually in a public space. The adjective topless may refer to a woman who appears in public, poses, or performs with her breasts exposed (a "topless model"); to an activity or performance that involves exposing the breasts ("topless sunbathing"; "topless dancing"); to an artistic, photographic, or filmic representation of a woman with her breasts uncovered (a "topless photograph"); to a place where female toplessness is tolerated or expected (a "topless beach"; a "topless bar"); or to a garment designed to reveal the breasts and the nipples (a "topless swimsuit")”. Gampangnya, kata kakek nenek saya, topless itu wanita yang tidak menutupi bagian payudaranya.


Kalau dilihat judulnya dan gambarnya, sungguh pemandangan yang sangat tidak berhubungan, dihubungkan dengan cara apapun tidak akan terhubung. Sebenarnya saya hanya ingin menulis tentang Toples dengan satu s bukan topless dengan dua s. Cuma, karena tombol kibornya sudah banyak yang seret, sekali tekan muncul s dua kali. Sekalian saja digunakan sebagai judul. Di negara barat sana, ada gerakan untuk memberikan kebebasan pada wanita untuk topless di tempat umum. Heboh yaa…….. Mungkin kiamat sudah dekat.

Toples yang satu s adalah wadah makanan ringan yang terbuat dari kaca atau plastik. Pada hari raya Idul Fitri, toples selalu nampang di atas meja, menyambut setiap tamu yang datang berkunjung silaturahim. Tidak pantas rasanya jika pada hari raya kemenangan tersebut, meja dibiarkan kosong melompong tanpa ada toples yang memenuhi meja.



Pada saat saya kecil dulu, sekitar tahun 70 – 80 an, ketika bersilaturahim, toples selalu menjadi sasaran “penjarahan”. Isi toples yang menjadi favorit saat itu adalah emping melinjo dan kacang goreng. Saku celana dan baju dipastikan menjonjol oleh makanan makanan yang bermigrasi dari dalam toples. Mungkin karena saat itu, makanan ringan termasuk barang langka, karena tidak setiap hari dirumah ada makanan ringan. Begitu hari raya Idul Fitri selesai, isi toples biasanya juga ikut selesai.



Lain dulu lain sekarang, jaman berubah, tingkat kesejahteraan masyarakat juga berubah. Makanan, baik yang berat maupun yang ringan (setidaknya di Jawa) saat ini bukan merupakan barang yang sulit untuk di dapat, kecuali uang untuk membelinya. (walaupun mungkin di beberapa daerah, tetap saja makanan merupakan barang langka). Hari raya sudah berlalu hampir 1,5 bulan. Tetapi, toples masih juga nongkrong di atas meja. Isinya pun belum habis walaupun belum pernah di isi ulang. Anak-anak sekarang tidak terlalu bernafsu melihat makanan ringan dalam toples.



Entah makanan apa yang diinginkan anak-anak jaman sekarang..


Baca terus >>

20 September 2009

Andaikata Chris John Berlebaran

66602_chris_john_vs_rocky_juarez_thumb_300_225 Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama, pada hari Sabtu, 19 September 2009, melalui sidang isbat menyatakan bahwa hari raya Idul Fitri alias Lebaran jatuh pada hari Minggu, 20 September 2009. Dengan demikian, perayaan hari raya Idul Fitri bisa terlaksana secara bersamaan (kecuali beberapa golongan minoritas Islam yang telah melaksanakannya). Lalu apa hubungannya dengan Chris John?

 

Pada hari Minggu 20 September 2009, di Amerika, Chris “Dragon” John bertarung melawan Rocky Juares dalam pertarungan memperebutkan gelar juara dunia kelas bulu (57,1kg) versi WBA. Pertandingan ini merupakan pertandingan ulang karena pada pertemuan pertama, mereka memetik hasil imbang alias draw. Pada pertemuan kedua ini, sayangnya, niat chris John untuk memaksa Juares mencium kanvas kandas. Namun demikian, hasil tidaklah jauh mengecewakan, karena dari ketiga juri, mereka memberi nilai lebih untuk Chris, 114-113, 119-109, karena memang Chris mendominasi dalam pengumpulan angka.

Mengapa pertandingan ini dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 1 swawal atau lebaran. Namanya juga orang Amerika, disana tidak ada lebaran. Dan Chrispun, dari namanya jelas dia seorang nasrani, nasrani yang patuh kalau kita lihat pada setiap pertandingannya, juga tidak begitu terpengaruh dengan hari raya Lebaran. Andaikata Chris John, apa jadinya ya?

Jelas konsentrasinya akan terpecah. Akan teringat sholat Ied, teringat halal bi halal, sungkem kepada kedua orang tua, teringat lontong atau ketupat, opor ayam, sambel goreng udang dll, dll, dll. Jangankan menang, bisa draw saja mungkin berat, kalah lebih mungkin, mencium kanvas bisa jadi. Kasihan sekali jika bertanding sementara konsentrasi terpecah, pasti akan jadi bulan-bulanan pihak lawan.

Semoga, dengan gelar juara dunia kelas bulu (57,1kg) versi WBA untuk ke-12 kalinya, merupakan hadiah Chris John kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sedang berlebaran.

 

تقبل الله منا ومنك

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Baca terus >>

19 September 2009

Noordin M Top Batal Makan Lontong Opor

jenazah-noordin

Siapa tak kenal orang ini. Anak kecil di kampungkupun tahu dan hafal namanya, walaupun tidak tahu wajahnya atau orangnya. Memang dia terkenal namanya, tapi tidak dengan wajahnya, walaupun poster dan baliho dipasang dimana-mana.

Foto Jenazah Noordin M Top

Banyak orang tidak mengenal wajahnya, sehingga sudah belasan orang yang menjadi tetangga tidak mengenalnya, dan mungkin juga banyak perempuan yang berhasil disuntingnya. Bahkan polisipun tidak bisa serta merta mengklaim korban penggrebekan hari Kamis, 17 September 2009 di Jebres Surakarta minggu ini adalah Noordin M Top, sang teroris. Polisi harus bersusah dan payah untuk meyakinkan bahwa korban adalah Noordin M Top. Mulai dari pengenalan ciri-ciri fisik khusus yang ada pada tubuhnya, sidik jarinya, bahkan DNA nya pun harus di tes dan dicocokkan dengan DNA keluarganya.

Hebat, untuk mencarinya saja polisi butuh waktu hampir 9 tahun. Menguras tenaga dan biaya. Sekarang untuk mengidentifikasikannyapun butuh waktu dan biaya lagi. Kok merepotkan amat sih orang ini?

Seluk dan beluk penangkapan teroris nomor satu Noordin M Top ini tentu tidak perlu dibahas panjang lebar. Sudah banyak media yang mengulasnya. Tidak perlu kiranya saya ikut-ikutan. Wong saya juga tidak punya sumber berita sendiri, paling juga kopa sana kopi sini.

Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah, mengapa polisi (Densus 88) kok ya menembak Noordin ini pada bulan puasa. Mbok ya sebentar lagi, setelah lebaran. Biar Noordin bisa bermaaf-maafan dulu, kepada orang-orang yang pernah disakitinya. Bagaimanapun, para korban pengeboman itu adalah orang yang tidak sepantasnya mati dengan cara seperti itu. Tidaklah dibenarkan dalam agama membunuh orang kecuali dalam peperangan. Jangankan membunuh atau menyakiti orang, mengencingi lubang semutpun kita dilarang.

Ada baiknya kita beri kesempatan pak Noordin M Top ini minta maaf. Sukur-sukur kalau tim Densus 88 mau nembak ya jangan sampai mati dulu. Nanti setelah lebaran baru ditembak mati. Kan lumayan buat mengurangi dosa-dosanya, Iya tho. Biar dia juga bisa merasakan enaknya ketupat dan lontong opor. Siapa tahu kelak dia bisa kembali ke negaranya, ketupat dan lontong opor kan bisa diklaim milik Malaysia. Batal deh, rencana Noordin M Top makan lontong opor.

Nah yang terakhir ini menjadi tambah aneh menurut saya. Kalau kemarin-kemarin, Batik, Reog, Pendet, Terang Bulan, diklaim sebagai kebudayaan Malaysia, Sipadan, Ligitan, Jemur, Ambalat diklaim sebagai wilayahnya, sementara Noordin M Top, yang jelas-jelas warganya, mereka tidak berani terang-terangan mengatakan “Ini, Noordin M Top, teroris top asli Malaysia”. Urusan yang enak-enak dan baik-baik saja mereka mau mengklaim, tapi untuk yang jelek-jelek begini dia tidak mau. Payah ….

Baca terus >>

14 September 2009

ME

me ME dapat diartikan dan dipanjangkan sesuai dengan hati nurani masing-masing. Bill Gates mengartikan ME dengan Millenium Edition (Windows ME), komunitas Linux mengartikan ME dengan Muslim Edition (Ubuntu ME), masyarakat yang berbahasa Inggris mengartikan ME dengan aku atau kami, tetangga saya mengatakan ME adalah Makne Eko, teman-teman saya mengatakan ME itu Makan Enak dan masih banyak lagi kata yang bisa digunakan untuk mengartikan ME.

Masyarakat pendidikan umumnya dan di Kendal pada khususnya mengartikan ME adalah Monitoring Evaluasi. ME adalah sebuah rutinitas yang harus dilakukan jajaran pendidikan di Kabupaten Kendal untuk menilai kinerja kepala sekolah entah itu di SD, SMP, SMA, maupun SMK. Kepala Sekolah perlu dinilai dan dimonitor kaitannya dengan pengelolaan sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Baik tidaknya perjalanan sekolah, yang memegang peranan yang penting adalah kepala sekolah.

Secara garis besar, fungsi kepala sekolah ada 8, yaitu:

  1. pendidik (educator), pada dasarnya kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Maka ia wajib mengajar/membimbing siswa dengan batasan minimal 6 jam pelajaran.
  2. manager,
  3. administrator,
  4. penyelia (supervisor)
  5. pemimpin (leader)
  6. inovator
  7. motivator
  8. entrepreneur (kewirausahaan)

Penilaian kepala sekolah (ME) tersebut dilakukan oleh sebuah tim yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan setempat. Biasanya, anggota tim penilai adalah pengawas sekolah baik dari dalam kabupaten maupun dari luar kabupaten. Hasil dari ME ini dipergunakan sebagai pertimbangan atas kelayakan seseorang untuk menjabat lagi atau harus turun menjadi guru. Di kabupaten Kendal, seorang kepala sekolah minimal harus memiliki nilai baik (B) agar dapat diangkat kembali menjadi kepala sekolah untuk periode kedua, dan minimal amat baik (A) agar dapat diangkat menjadi kepala sekolah untuk periode ketiga. Setelah 3 periode menjadi kepala sekolah, maka harus lengser menjadi guru biasa.

Dalam rangka menyambut ME ini, banyak kepala sekolah yang kalang kabut mempersiapkan administrasi maupun sarana dan prasarana yang ada. Semua warga sekolah digerakkan untuk ikut mensukseskan ME ini. Padahal, yang dinilai adalah kinerja kepala sekolah. Lain halnya dengan akreditasi sekolah, yang dinilai adalah sekolah. Tugas mengajar kadang ditinggalkan, kerja lembur sampai malam sudah menjadi hal yang biasa dalam menyambut datangnya tim ME ke sekolah. Ini adalah saatnya warga sekolah (guru dan karyawan) membantu kepala sekolah yang dianggap baik dan disukai bawahan, dan juga bisa jadi saat pembalasan bagi kepala sekolah yang otoriter dan tidak disukai bawahan.

Bagi kepala sekolah yang baik, maka warga sekolah akan bahu membahu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan agar hasil ME tidak mengecewakan. Tetapi bagi kepala sekolah yang arogan, otoriter dan tidak bisa memimpin bawahannya, kadang saat ME menjadi saat pembalasan. Mereka menganggap bahwa ME adalah keperluan kepala sekolah, sehingga guru dan karyawan tidak perlu membantunya. Sangat tidak mungkin kepala sekolah bekerja sendiri bisa berhasil lolos ME tanpa bantuan dari semua warga sekolah.

Maka dari itu, seorang kepala sekola sebenarnya tidak hanya dinilai oleh atasannya saja, tetapi juga oleh bawahan. Penilaian oleh bawahan ini kadang lebih menyakitkan dan menyiksa daripada penilaian oleh atasan.

Lepas dari ME kepala sekolah di kabupaten Kendal pada bulan puasa ini, seharusnya kita juga ingat bahwa kita sebagai manusia juga harus di ME.  Selama ini, kita sebagai manusia jarang yang melakukan monitoring dan evaluasi pada diri sendiri. Pada bulan suci ini, marilah kita lakukan ME pada diri kita sendiri. Bagaimanakah hubungan kita dengan Allah sang pencipta, dan hubungan kita kepada sesama manusia. Semoga kita semua bisa lolos ME pada bulan Romadhon tahun ini.

(Sepertinya endingnya kok kurang enak ya…. memang saya hanya guru IPA yang tidak pinter nulis)

Baca terus >>

06 September 2009

Workshop Nasional Linux Untuk Pendidikan



Bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Weleri, pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 5 dan 6 September 2009, diadakan Workshop Nasional Linux Untuk Pendidikan dengan tema Pesantren Sabily 2009, dengan
pembicara utama Bp. Onno W Purbo sebagai peracik distro Linux Ubuntu Sabily dan Bp. Agus Muhajir (ini bener-bener orang lokal Kendal) peracik program sistim informasi sekolah berbasis web SISFOKOL. Peserta yang hadir tidak hanya dari Kab. Kendal, tetapi juga dari luar kota seperti Kudus, Rembang, Temanggung dan lain-lain.
Sebenarnya, saya masih malas untuk menulis artikel ini, karena pak Sawali belum menulisnya dengan tema yang sama. Karena pada acara tersebut juga diadakan kumpul blogger Kendal, dimana pak Sawali, Pak Akhmad Sholeh dkk juga turut hadir. Tetapi demi membunuh kantuk karena begadang sampai jam 1 mlam, maka ya mohon maaf pak Sawali, bukan bermaksud kurang ajar mendahului orang tua.
Saat ini bangsa Indonesia boleh dikatakan bangsa yang miskin jika dilihat dari jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, kata pak Onno. Akan tetapi menjadi menyakitkan ketika miskin tetapi sombong. Lho ..... Ya, bangsa ini miskin tetapi mampu membeli perangkat lunak berbayar untuk sistem operasi dan aplikasi seperti milik Microsoft. Harganya tidak murah, dan tentu uang akan mengalir menimbun Bill Gates sang pemilik Microsoft. Ini adalah perilaku yang tidak wajar, untuk hidup makmur sendiri saja belum mampu, kok malah memakmurkan orang yang sudah makmur, iya tho. Tapi kita kan bisa cari yang bajakan, cari hack atau crack nya, cari SN maupun key filenya dari internet, kan tidak perlu memakmurkan Bill Gates, begitu kata sebagian (besar) penduduk Indonesia. Iya sih memang, tapi perlu diketahui juga, bahwa itu adalah perbuatan melawan hukum, baik hukum agama maupun hukum negara. Haram hukumnya menurut agama, dan pidana menurut hukum negara. Apa ya mau memilih yang seperti itu?
Ada alternatif yang lebih cocok buat bangsa kita agar tetap dapat menggunakan software-software komputer tanpa harus membeli dan tanpa harus membajak. Apa itu? Open Source jawabnya. Kita lebih layak menggunakan software open source yang gratis, tidak usah membayar dan jelas legal dan halal.
Dalam workshop tersebut, Pak Onno menunjukkan banyak kehebatan dari open source dalam hal in adalah Linux Ubuntu Sabily. Banyak efek-efeh heboh menggairahkan dan merangsang, yang tidak ada pada Windows Vista sekalipun. Sayapun gelang-geleng, monggat-manggut, monthak-manthuk melihat kehebohan-kehebohan yang ditunjukkan. Dari situpun saya menjadi tersadar dari semaput yang sekian lama karena masih menggunakan windows.
Perubahan memang tidak mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu yang panjang bahkan sangat panjang. Karena untuk komunitas pendidikan menyangkut banyak orang.
Dalam kesempatan ini, Bp. Utomo dari Dinas Dikpora kab. Kendal dan Bp. Ibnu dari RSU Kendal yang turut hadir, siap untuk menggenjot laju pertumbuhan open source di Kendal, dan berupaya menjadikan Kendal sebagai kota open source.
Satu hal yang sangat berkesan dari pesan Pak Onno adalah, marilah berusaha untuk bisa memberi manfaat bagi orang lain, salah satunya ya dengan membelajarkan open source kapada orang lain, sehingga open source lebih cepat perkembangannya.
(tulisan yang lebih lengkap dengan bahasa yang bagus santun sesuai EYD dapat di baca di sini

Baca terus >>

31 Agustus 2009

Windows Live Writer

clip_image002 

Dalam urusan nulis menulis blog, banyak alternatif layanan pembuatan blog mulai dari yang gratis sampai yang harus mbayar. Dari sekian banyak layanan blogging, beberapa diantaranya yang cukup banyak pemakainya adalah blogger, wordpress dan multiply, disamping juga beberapa yang lain. Penulisan artikel pada suatu blog umumnya dilakukan secara online, sehingga bagi yang menggunakan akses internet yang tidak unlimited terutama yang time based, hal ini menjadikan membengkaknya tagihan. Apalagi kalau aktivitas blogging dilakukan lewat warnet.

Untuk menyiasati hal tersebut, berikut ada beberapa alternatif pemecahan masalah yang mungkin dapat digunakan:

  1. Jika anda blogging lewat warnet, maka melamarlah menjadi karyawan warnet. sehingga tidak perlu dipusingkan dengan billing warnet yang terus berjalan.
  2. Buatlah artikel menggunakan program pengolah kata / teks secara offline misalnya menggunakan office word, atau notepad. Setelah selesai, ketika online, artikel tersebut tinggal di copy paste dalam postingan. Tentunya tinggal melakukan beberapa setingan yang pas. ini tentu akan sangat menghemat waktu. Cara ini dapa dilakukan ketika aktivitas blogging dilakukan lewat warnet atau melalui time based dial up.
  3. Gunakan software pendukung penulisan artikel secara offline. Ada banyak software seperti ini yang bertebaran di internet. Anda dapat melakukan googling untuk itu. Salah satu yang menjadi pilihan saya adalah Windows Live Writer buatan Microsoft. Software ini dapat digunakan untuk menulis artikel pada blog-blog terkenal seperti blogger yang saya gunakan saat ini.

Akan tetapi ada sedikit yang mengganjal pada benak saya, yaitu, software ini tidak mendukung read more … untuk penulisan yang panjang. Seperti pada contoh artikel saya yang pertama menggunakan Windows Live Writer berjudul Oh Malaysia, read more ada pada bagian akhir artikel, sehingga klik pada readmore hanya untuk menampilkan komentar saja. Ini tentu diluar sekenario.

Maka dengan penuh rasa penasaran, saya cari-cari setingan yang ada di Windows Live Writer, dan akhirnya memang tidak ada … hahahahaha … . Maka, mau tidak mau, pengubahan dilakukan secara manual.

  1. Masuk ke blogger, kemudian masuk ke tab pengaturan – format. Bagi yang sudah menggunakan read more … pada kotak template posting terdapat script
    <span class="fullpost">

    </span>
    Nah, script tersebut dihapus saja.

  2. Kemudian, pada saat mengedit / membuat artikel dengan Windows Live Writer, masuk ke tab source, nah disanalah kita dapat memasukkan script

    <span class="fullpost">

    </span>
    Script tersebut mengapit artikel yang akan disembunyikan (ditampilkan ketika klik read more …).

Dan hasilnya seperti yang tersaji dihadapan anda saat ini.

Baca terus >>

23 Agustus 2009

Oh Malaysia

ikhsanamq.wordpress.com/.../30/seni-tari-pendet/

Indonesia dan Malaysia adalah negara yang bertetangga dekat. Selain kedekatan geografis, ternyata Indonesia dan Malaysia mempunyai kesamaan dalam hal bahasa dan budaya. Akan tetapi, kesamaan budaya dan bahasa hanya budaya dan bahasa di sebagian wilayah Sumatra. Hampir budaya dan bahasa Malaysia asli dapat dikatakan sama. Perbedaan budaya dan bahasa di Malaysia lebih banyak disebabkan adanya kaum pendatang seperti dari China, India dan lainnya.

Sangat berbeda dengan di Indonesia. Budaya dan bahasa asli banyak ragamnya. Dalam satu pulau, bahkan dalam satu propinsipun kadang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Itulah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Lebih parahnya juga menjadikan bangsa lain iri dan akhirnya membajak budaya bangsa Indonesia diakui miliknya.

Sungguh menyakitkan ketika budaya kita diklaim milik bangsa lain, apalagi oleh tetangga sendiri yang mengaku sebagai bangsa serumpun. Beberapa saat lalu, Reog Ponorogo diklaim sebagai budayanya. Apa tidak lucu, namanya saja pakai Ponorogo, yang jelas secara geografis dan yuridis merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Kemudian batik, juga diklaim merupakan budaya mereka, belum puas dengan itu, akhir-akhir ini tari Pendet dari Bali pun dengan bangganya mereka akui sebagai bagian dari budayanya.

Kepala saya sampai saya gelengkan 33 kali demi mendengar pembajakan ini. Teganya teganya teganya (kayak lagu dangdut saja, eh jangan jangan nanti lagu dangdut juga di cap made in malaysia). Entah apalagi yang mau diklaim. Oh iya, pulaupun juga mereka klaim dan mereka rebut seperti Pulau Sipadan dan Ligitan. Bagaimana saudara serumpun kita ini. Beginikah sikap saudara?

Untuk budaya, banyak yang mengusulkan agar pemerintah mempatentkan semua budaya kita. Tapi apa ya mungkin, budaya kita itu amat sangat banyak. Sangat sulit tentunya untuk dilakukan. Memang itu salah satu alternatif, tapi apakah dengan memberi patent kemudian tidak akan di jiplak?

Saya yakin, dunia sudah tahu, Reog asli Indonesia, Batik asli Indonesia, Pendet juga asli Indonesia.

Jika kita mengamati berita-berita akhir-akhir ini, memang kita menjadi tidak habis mengerti. Para tenaga kerja kita disana disiksa, bukan hanya yang menjadi tenaga informal, bahkan yang resmi dijadikan istri pun (Manohara) konon kabarnya juga disiksa. Budaya kita diakui paksa. Sementara mereka memberi kita ….. t e r o r i s …. (mungkin perkiraan saya salah ….:) )

 

Nb: artikel ini merupakan artikel pertama yang saya buat secara offline dengan Windows Live Writer.

Baca terus >>

17 Agustus 2009

HUT RI ke 64



MERDEKAA....... !!!!!
Baca terus >>

31 Juli 2009

Refleksi Ujian Nasional 2009


Tulisan ini sungguh sudah ketinggalan jaman. Sudah banyak yang mengulas, dan merupakan cerita basi, busuk, tidak higenis dan tidak layak saji. Jadul kata anak sekarang. Tapi ya biarlah dikatakan jadul, ketinggalan jaman, tidak aptudet, dan teman-temannya. Memang ini adalah salah satu bentuk betapa tidak niatnya pemilik blog ini untuk mengapdet isi blognya. Orang tua bilang, biar telat asal selamat.
Bagi yang tetap ingin baca-baca, ya silahkan, yang merasa eneg, mangga kalau mau segera cabut.

Pro dan kontra masalah ujian nasional harus diadakan atau tidak masih terus bergulir. Sebagai guru, mau pro atau mau kontra tentunya tetap saja harus menjalankan tugasnya, melaksanakan evaluasi pada akhir satuan pendidikan. Evaluasi atau lebih mudahnya disebut ujian untuk empat mata pelajaran di tingkat SMP adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA, dilakukan oleh pemerintah pusat yang dilaksanakan oleh suatu badan yang disebut BSNP. Soal untuk keempat mata pelajaran untuk seluruh nusantara memiliki standar yang sama.
Ujian Nasional 2009 telah usai. Siswa dan siswi SMA, SMP, SMK, MA dan MTs telah melaksanakannya, pengumuman telah disamaikan, hasil ujian telah diketahui, ijazah dan SKHUN juga telah (akan) diserahkan. Ada yang senang, tentu ada juga yang harus bersedih. Itulah yang bernama ujian, jika tidak berhasil, tentunya ya gagal. Jika berhasil, itu yang disebut lulus. Itu merupakan hasil yang dipetik setelah penanaman dan pemeliharaan selama 3 tahun lamanya. Kini bagi siswa siswi yang lulus tentu tinggal menunggu dibagikannya selembar kertas berharga yang bernama IJAZAH dan selembar lagi yang bernama SKHUN. Setelah itu, tentu tinggal melihat minat serta kemampuan masing-masing siswa. Ada yang melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, ada juga yang terpaksa harus berhenti sekolah.
Ya, hasil ujian nasional merupakan hasil jerih kepayahan banyak pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan tentunya yang paling dominan adalah dari siswa itu sendiri. Hasil yang didapatkan dapat digunakan untuk berkaca, baik oleh siswa itu sendiri, orang tua, guru, sekolah juga pemerintah, apakah selama ini pendidikan yang telah dilalaui itu sudah sesuai dengan yang diharapkan?
Bagi guru, tentu hasil ujian nasional 2009 ini dapat digunakan untuk mengkoreksi diri, apakan pengajaran yang dilakukan itu sudah benar atau belum, mungkin ada strategi yang kurang, atau perlu media pembelajaran yang lebih baik dan sebagainya.
Di kabupaten Kendal, beberapa sekolah negeri nilai rata-rata ujian nasionalnya mungkin hampir sama dengan nilai ujian nasional tahun sebelumnya, ada yang meningkat, tapi juga ada yang turun, walaupun tidak banyak. Akan tetapi, jika dilihat dari peringkat yang diurutkan dberdasarkan rata-rata ujian nasional tahun 2009, banyak sekolah negeri yang terperosok ke peringkat yang jauh dibawah. Penyebabnya tidak lain adalah banyak sekolah swasta yang mengalami peningkatan nilai rata-rata ujian nasional dibanding tahun sebelumnya.
SMP Negeri 2 Brangsong tempat saya mengabdi, pada tahun tahun sebelumnya berada pada kisaran peringkat 20-30. Pada tahun 2009 ini, turun drastis ke peringkat 53. SMP negeri 2 Pegandon tempat guru teladan dan blogger kondang dengan kemampuan tidak diragukan, pak Sawali bahkan harus tersungkur ke peringkat 91. Sungguh merupakan suatu hasil yang jauh dari perkiraan. Sementara di lain pihak, banyak SMP swasta yang mengalami lompatan jauh ke depan. Peringkat yang mereka dapatkan menggeser sekolah-sekolah negeri yang selama ini bertahan pada posisinya masing-masing.
Ini adalah hal yang memalukan kita sebagai pendidik khususnya yang mengajar di sekolah negeri. Banyak diantara kita sudah bergelar guru professional karena lolos sertifikasi, tingkat pendidikan yang memadai, gaji yang lebih baik dari guru swasta, juga mata pelajaran yang diampu sudah sesuai dengan bidangnya, fasilitas sekolah yang lebih lengkap juga input siswa yang lebih baik. Mengapa kalah dengan guru-guru di sekolah swasta yang konon banyak yang belum professional, mengajar banyak yang tidak pada bidangnya, fasilitas sekolah yang minim, input siswa yang umumnya dibawah sekolah negeri, dan tentu banyak juga mereka digaji dengan standar masih di bawah UMR.
Saatnya guru negeri untuk berbenah diri, mempersiapkan ujian nasional tahun 2010. mungkin banyak dari kita yang terlena dengan input siswa sekolah negeri yang rata-rata lebih baik dari sekolah swasta sehingga seenaknya dalam menjalankan tugas mengajar. Mungkin metoda yang kita gunakan membosankan siswa kita. Kedekatan emosi dengan siswa juga bisa menjadi enggannya siswa memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Tidak ada salahnya kita bertukar pikiran kepada guru swasta tentang cara meningkatkan prestasi ujian nasional. Kita harus bersaing, jangan sampai dana pemerintah yang dikucurkan menjadi sia-sia, karena hasil yang didapatkan dibawah sekolah swasta yang tidak banyak mendapat dukungan dana pemerintah.
Guru sekolah negeri harus pinter tanpa harus keblinger.

Baca terus >>

11 Juni 2009

Internasional



Ketika mendengar kata internasional, terbayang di benak kita sesuatu yang sangat terkenal dan dikenal di seluruh penjuru dunia. Internasional juga menunjukkan adanya pengakuan dari seluruh bangsa di dunia terhadap layanan dan fasilitas yang dimiliki, sudah sesuai dengan standar yang umum digunakan oleh seluruh Negara. Dengan demikian, mencantumkan kata internasional tentunya harus menilai diri sendiri, apakah sekiranya layanan maupun fasilitas sudah sesuai dengan standar baku yang telah diakui negara-negara lain.

Akhir-akhir ini, banyak lembaga yang menempelkan kata internasional dibelakang nama lembaganya. Dengan harapan, status tersebut dapat mendongkrak citra dan tentunya akan menarik konsumen untuk menggunakan jasa lembaga tersebut.
Pada tanggal 9 Juni 2009, komisi IX DPR RI menggugat sebuah rumah sakit ber embel-embel internasional di Tangerang, dengan alasan bahwa label internasional tidak pantas untuk rumah sakit tersebut. Rumah sakit Internasional tetapi layanannya lokal. Ini adalah buntut dari perseteruan dari pihak rumah sakit dengan salah seorang pasien yang dirugikan. Rumah sakit internasional tentunya memiliki standar sarana dan prasarana, serta tenaga ahli serta tenaga administrasi yang mumpuni. Mungkin bias disamakan ketika berobat di rumah sakit luar negeri seperti singapura atau yang lainnya yang memang sudah benar benar diakui ke internasionalannya.
Sangat lucu memang ketika menambahkan kata internasional sementara layanan serta fasilitasnya setara dengan rumah sakit daerah, rumah sakit umum atau bahkan sama dengan puskesmas. Ini semata-mata menggunakan kata internasional hanya untuk bias menarik pasien dalam jumlah banyak, dan lebih parah lagi supaya dapat membebani ongkos yang tinggi karena berstandar internasional.
Begitupun dengan sekolah, bermunculan sekolah yang berstandar internasional atau sering disebut sekolah berstandar internasional (SBI). Idealnya, sekolah seperti ini mempunyai fasilitas yang lengkap sebagai mana sekolah di luar negeri yang telah terstandar. Demikian pula dengan tenaga pendidik dan pendukungnya pun harusnya mempunyai syarat minimal sebagai tenaga pendidik di sekolah internasional. Yang paling penting lagi adalah system pengajarannya yang seharusnya sudah sesuai dengan standar pengajaran yang diakui di seluruh dunia.
Tetapi apakah yang terjadi? Memang tidak banyak dan tentu tidak semuanya, banyak sekolah yang mengejar title sekolah berstandar internasional, cukup dengan modal sekolah tersebut menggunakan dua bahasa (bilingual) dalam pembelajarannya. Sementara system pembelajarannya ya masih sama dengan sekolah berstandar nasional atau bahkan sekolah yang belum berstandar (sekolah potensial). Apakah hanya menggunakan bilingual dalam pembelajarannya sebuah sekolah layak disebut sekolah berstandar internasional? Di Jepang, Jerman, Perancis dan lainnya banyak terdapat sekolah berstandar internasional, tetapi mereka tetaplah menggunakan bahasa nasional mereka sendiri. Karena ukuran internasional tidak (hanya) pada bahasa pengantar yang digunakan, tetapi lebih mengarah ke pembelajaran, sarana dan prasarana serta tentunya tenaga pendidiknya.
Semoga saya salah, jangan-jangan standar internasional hanya supaya bisa membebani orang tua murid dengan biaya tinggi, lebih tinggi dari sekolah yang lain. Untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hanya SBI yang boleh membebani biaya pada orang tua siswanya, sementara sekolah yang belum berstandar internasional harus gratis.
Untuk itu, sudah seharusnya pemerintah, dalam hal ini departemen pendidikan untuk lebih selektif dalam menentukan sebuah sekolah layak berstandar internasional atau tidak. Jangan sampai peristiwa yang menimpa rumah sakit internasional dicopot gelar internasionalnya, juga menimpa sekolah berstandar internasional.

Baca terus >>

17 Mei 2009

Diskriminasi Guru


Guru (dari bahasa Sansekerta गुरू guru yang juga berarti guru, tetapi arti harafiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.


Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru, antara lain: Dosen, Mentor,
Tutor. (dicopy paste dari sini)

Pendidikan di Indonesia, membagi guru dalam beberapa golongan, walaupun tugas-tugasnya tentu sama. Pembagiannya adalah :
1. Guru PNS,
Guru PNS atau guru pegawai negeri sipil yaitu guru yang mengajar di sekolah negeri atau diperbantukan di sekolah swasta yang diangkat berdasarkan SK dari pemerintah (daerah/pusat). Guru PNS memiliki nomor induk pegawai (NIP), nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK), nomor pokok wajib pajak (NPWP bagi yang sudah sadar), nomor pokok anggota PGRI (NPA), nomor rekening bank bagi yang sudah sertifikasi dan atau mempunyai hutang di bank, nomor HP baik GSM maupun CDMA, serta nomor-nomor lainnya. Guru-guru yang masuk ke dalam rombongan ini termasuk guru yang paling beruntung dibandingkan dengan guru yang lain dengan gaji yang lebih , jaminan kesehatan serta jaminan hari tua.
2. Guru kontrak atau guru bantu
adalah guru yang mengajar di sekolah negeri atau swasta yang diangkat berdasarkan SK dari pemerintah pusat atau daerah. Mereka digaji oleh pemerintah walaupun jumlahnya tidak sebesar guru PNS. Pada tahun 2009, seharusnya pemerintah sudah mengangkat semua guru kontrak serta guru bantu, sehingga tidak ada lagi guru kontrak maupun guru bantu.
3. Guru tetap yayasan
adalah guru yang bekerja di sekolah swasta yang diangkat berdasarkan SK yang dibuat oleh yayasan. Gaji didapat dari hasil pengelolaan keuangan sekolah atau bantuan dana dari yayasan.
4. Guru tidak tetap (GTT) atau guru wiyata bakti
adalah guru yang mengajar di sekolah negeri, yang diangkat berdasarkan SK dari kepala sekolah tempat ia mengajar. Sumber gaji berasal dari pengelolaan keuangan sekolah, yang besarnya menyesuaikan kemampuan sekolah, yang tentu jauh lebih kecil dibanding guru PNS bahkan masih dibawah UMR. Sementara ada juga pemerintah daerah yang membantu uang transport bulanan. Keuntungan guru ini adalah masa kerjanya akan diakui ketika kelak diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil. Begitu diangkat menjadi CPNS, masa kerja yang tertulis dalam SK bukan enol tahun enol bulan, tetapi sekian tahun sekian bulan tergantung masa kerjanya selama menjadi GTT atau guru wiyata bakti.
5. Guru swasta murni
adalah guru yang mengajar di sekolah swasta, yang diangkat berdasarkan SK dari kepala sekolah tempat mengajar. Nasib guru ini tentu yang paling mengenaskan dibanding guru-guru yang lain.

Walaupun guru terdiri dari beberapa golongan, namun tugas utamanya sama, yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik serta harus membuat rencana pengajaran setiap akan melaksanakan tugasnya di depan kelas. Dalam hal tugas, tidak ada bedanya antara guru yang bergaji besar (PNS terlebih lagi yang sudah sertifikasi) dengan guru yang bergaji dibawah UMR. Entah mengapa gajinya berbeda tetapi tugasnya harus sama.

Pada bulan ini, ada seleksi guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi. Salah satu syarat peserta guru berprestasi adalah guru berstatus PNS atau guru tetap yayasan (nomor 1 dan 3). Lalu bagaimana dengan guru wiyata dan guru swasta? Sungguh malang benar nasibmu. Apakah memang guru wiyata dan guru swasta tidak dapat berprestasi? Atau memang tidak mungkin berprestasi? Hingga harus dikeluarkan dari daftar calon peserta guru berprestasi?

Kenyataan di lapangan, banyak guru wiyata dan guru swasta yang memiliki dedikasi dan loyalitas pada pekerjaan diatas guru PNS. Sebagian (tentu tidak semua) guru PNS karena merasa sudah tahu pasti gajinya, malah menjadi asal-asalan dalam melaksanakan tugas. Dedikasi dan loyalitas menjadi mengendur dan meluntur. Lebih parah lagi ada yang menyerahkan tugasnya pada guru wiyata.

Begitu pula pada saat sertifikasi guru, yang bisa disertifikasi hanya guru PNS dan guru tetap yayasan. Sementara guru wiyata dan guru swasta hanya bisa gigit jari melihat rekan-rekannya berlomba lomba mengikuti seminar dan workshop demi mengejar sertifikat yang akan digunakan untuk mempertebal berkas portofolio. Entah apa alasannya yang disertifikasi (yang akan ditambah gajinya) hanya guru yang PNS dan guru tetap yayasan yang nota bene gajinya sudah lebih baik, sementara guru wiyata dan swasta dengan gaji kecil justru ditelantarkan. Toh tugas dan kuwajiban mereka sama.

Tolong wahai bapak-bapak pembuat dan penentu kebijakan dalam dunia pendidikan, perhatikan dan hargailah mereka (guru wiyata dan swasta). Janganlah melihat mereka hanya dengan sebelah mata. Kemajuan pendidikan juga tidak lepas dari jerih payah, kerja keras mereka. Jika gaji belum bisa disamakan dengan alasan anggara, setidaknya hargai mereka, beri mereka kesempatan yang sama seperti guru-guru yang lain. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik dengan tanpa mendiskriminasikan guru.
Baca terus >>

05 Mei 2009

Blog of The Year


Penilaian terhadap blog yang saya lakukan ini sangat subyektif. Hanya mengandalkan pengamatan sekilas tanpa dasar ilmiah, analisis statistik maupun referensi yang memadai. Jadi, hasil dari penilaian ini tentu tidak dapat digunakan sebagai acuan apalagi dijadikan landasan teori. Anggap saja tulisan ngelantur dari pada nganggur. Blog of The Year ini saya lakukan mana kala sempat saja. Bisa jadi ya hanya sekali ini saja ada Blog of The Year versi RochMANIAC, tapi bisa juga nanti tiap minggu atau tiap bulan ada Blog of the Year. Tidak perlu dipusingkan kalau judulnya blog of The Year tetapi penilaian dilakukan secara mingguan maupun bulanan. Lalu, blog siapakah yang dinobatkan sebagai Blog of the year kali ini?

Yang terpilih sebagai Blog of The Year kali ini adalah blog milik seorang wanita muda bernama Rani Juliani dengan alamat blog http://rani-juliani.blogspot.com/. Alasan pemilihan bukan karena dia adalah perempuan muda dan cantik serta sedang menjadi buah yang dibibir media massa. Penilaian ini dilakukan tanpa mengesampingkan pendekatan statistik. Sebuah blog dikatakan sukses (menurut saya) jika banyak dilihat oleh pengunjung. Lebih sukses lagi dilihat dari banyaknya pengunjung yang memberikan komentar. Jadi saya hanya menilai dari sisi kunjungan dan jumlah komentarnya saja, dengan mengabaikan sisi yang lain seperti estetis, layout, bahasa apalagi sampai keabsahan kode HTML nya.
Entah yang membuat blog Rani Juliani ini Rani beneran atau Rani palsu, tapi kalau dilihat dari artikel pertamanya pada hari Selasa tanggal 25 November 2008, dimana masih jauh dari hiruk pikuk dan riuh rendahnya perkara yang menyeret ketua KPK bapak Antasari Ashar, kemungkinan besar blog tersebut memang dibuat oleh yebees. Blog ini sederhana, dengan tampilan template yang tidak terlalu rumit, hanya sebuah kupu yang unjuk muka pada bagian atas blog. Pada sisi kanan terdapat pernak pernik widget standar seperti shoutbox, arsip dan profil. Dia juga melengkapi blognya dengan mp3 player untuk menghibur kuping pengunjung yang mempunyai bandwidth berlebih.
Artikel yang dipajang juga belum banyak, baru dua artikel yang sempat ditulis, semuanya ditulis pada hari Selasa tanggal 25 November 2008 pada jam 21.35 dengan judul Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja dan pada jam 22.40 dengan judul Visi Menuju Perguruan Tinggi Unggul Tahun 2010. Lalu apa hebatnya blog ini hingga terpilih menjadi Blog of The Year?
Seperti uraian sebelumnya, saya hanya membatasi penilaian berdasarkan jumlah kunjungan dan komentarnya saja. Blog yang dibuat pada bulan November 2008 tersebut, sampai bulan April 2009 masih sangat sepi, sepiii sekali, sendiri tanpa ada yang menemani. Entah sudah ada pengunjungnya atau belum. Bisa jadi yang mengunjungi ya hanya si empunya saja. Tetapi keadaan berubah 180 derajat pada awal bulan Mei 2009. Menurut penyelidikan saya, komentar pertama tertanggal 1 Mei 2009. Pada hari itu juga berpuluh-puluh komentar masuk. Hingga saat tulisan ini dibuat, sudah lebih dari 500 komentar untuk masing-masing 2 artikel tersebut. Jadi total sudah lebih dari 1000 komentar hanya dalam waktu kurang dari 1 minggu. Opo ora hebat??? Blog kondang semacam blognya pak sawali saja, komentarnya rata-rata masih dibawah 200 komentar, itu pun kadang-kadang butuh waktu lebih dari 1 minggu.
Memang sebagian besar komentarnya tidak ada sangkut maupun paut nya dengan artikel yang ditulis. Ada yang hanya sekedar say hello, ada yang memberi semangat, ada yang mengolok-olok, mengejek, mencaci memaki, mulai dari bahasa yang lemah dan lembut penuh sopan lagi santun, tapi tidak kurang juga yang menggunakan gaya bahasa sarkasme, kasar, sadis, tanpa peri kemanusiaan, tanpa memperhatikan norma kesusilaan, jorok dan porno. Ada juga yang memancing di air keruh, dengan memanfaatkan ketenaran blog Rani Juliani untuk memasang iklan, bermacam-macam iklan mulai dari mengiklankan blog sampai mengiklankan obat-obatan.
Pada tanggal 2 Mei 2009, si empunya blog sempat menyensor dengan menghapus beberapa komentar yang mungkin tidak mengenakkan si empunya blog. Tapi apa daya, gempuran komentar bertubi-tubi akhirnya si empunya blog pasrah menyerah tak berdaya. Komentar-komentar kotor pun terpampang dengan santainya. Bisa jadi si empunya blog tidak sempat ngopeni lagi blognya karena sedang dalam pelarian atau persembunyiannya.
Shoutbox nya lebih parah lagi, ketika penulis ingin meninggalkan pesan pada shoutbox, ternyata kuota 60 pesan per jam telah terlewati, sehingga pesan tidak dapat masuk dan harus menunggu jam berikutnya. Begitu hebatnya blog Rani Juliani, sehingga pengunjungnya rela berduyun-duyun dan berbondong-bondong serta harus bersabar walau hanya untuk menyampaikan komentar maupun pesan. Maka tidaklah salah menurut saya jika saya memilih blog Rani Juliani sebagai Blog Of The Year versi RochMANIAC. Selamat kepada pemenang, maaf kalau tidak ada hadiahnya, tetaplah ngeblog.

Baca terus >>

30 April 2009

Gatel bagian 1


Sementara saya harap anda tidak mempermasalahkan judulnya, apakah sesuai dengan ejaan yang disempurnakan atau tidak. Saya hanya merasa lebih mantab menggunakan kata gatel dibanding gatal. Saya rasa, hampir semua orang diseluruh penjuru dunia pernah merasakan gatal, khususnya rasa gatal pada kulit. Jika kulit merasa gatel, maka tidak ada hal lain yang lebih nikmat untuk dilakukan selain menggaruk atau mengukur episentrum gatel itu.

Gatel atau gatal adalah reaksi yang terjadi pada kulit akibat terserang jamur atau gigitan serangga. Jamur dapat menyerang kulit, terutama pada bagian yang tersembunyi, seperti lengan, ketiak, sela-sela jari tangan dan kaki, lipatan paha, kemaluan, dan tempat-tempat yang lembap lainnya. Sementara serangga yang paling hobi untuk menggigit manusia adalah nyamuk. Saudaranya yang lain seperti semut, kecoa, lalat intensitas gigitannya tentu tidak sesering nyamuk.
Menggaruk atau mengukur bagian kulit yang terasa gatal bisa mengurangi rasa gatal itu. Jika penggarukan dilakukan dengan penuh penghayatan, sungguh kenikmatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh orang lain. Sungguh, kenikmatan itu datangnya bisa dari mana saja, termasuk dari rasa gatal.
Disini saya hanya akan membatasi gatel yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Sementara gatel yang disebabkan oleh jamur itu nanti silahkan berurusan dengan pihak yang berwenang dalam bidang kesehatan dalam hal ini adalah dokter. Ketika nyamuk menggigit manusia, maka ia akan memasukkan ujung mulutnya yang lancip dan panjang menembus permukaan kulit sampai ke daerah yang banyak mengandung darah. Selanjutnya dengan kekuatan penuh, ia akan menyedot darah di bawah kulit itu masuk memenuhi perutnya. Jika beruntung dan nasibnya baik, orangnya tidak merasa, maka ia bisa menyedot darah korban sampai kenyang. Tetapi jika sedang apes, maka pukulan tangan si pemilik kulit akan membuat tubuh nyamuk menjadi kepala, kaki dan tubuhnya menjadi satu. Jika lolospun sekarang sudah banyak raket bertegangan tinggi yang siap menerkam. Yah, begitulah nasib nyamuk.
Tahukah anda, ada beberapa bagian dari tubuh anda yang sangat menjengkelkan ketika digigit nyamuk. Ya, daerah itu pertama adalah kulit di bawah kuku-kuku jari tangan atau kaki. Jika nyamuk menggigit pada bagian ini, rasa gatelnya sangat berbeda sekali. Rasa gatelnya sangat hebat disertai panas. Digarukpun tidak banyak menolong. Rasa gatelnya sungguh sangat menjengkelkan karena tidak ada sama sekali rasa enaknya ketika digaruk. Bagi yang belum pernah digigit nyamuk pada bagian itu, cobalah dengan membiarkan bagian dibawah kuku itu digigit nyamuk. Lalu bagaimana caranya? Tentunya gampang, tinggal kita oleskan permukaan kulit dengan obat nyamuk berbentuk krim. Sisakan pada bagian yang kita harapkan akan digigit nyamuk. Kemudian pergilah ke tempat yang banyak nyamuk, jika sudah digigit, rasakan sensasinya.
Kedua adalah jika gatel karena nyamuk itu terletak di bawah telapak kaki. Gatel di bawah telapak kaki ini juga tidak kalah menjengkelkan rasanya. Digaruk juga tidak memberikan banyak pengaruh. Sementara gatelnya menusuk-nusuk merangsang mulut untuk menggugat. Digaruk keraspun juga tidak mempan.
Maka dari itu, hindarilah bersinggungan dengan nyamuk, apalagi kalau sampai nyamuknya masih kerabat dari nyamuk demam berdarah. Jagalah kesehatan dan kebersihan lingkungan dan tubuh anda sendiri, semoga dijauhkan dari segala macam penyakit terutama penyakit kulit. Jika lingkungan bersih, maka nyamuk (kecuali nyamuk demam berdarah) tidak akan betah mendekat ke korban.

Baca terus >>

27 April 2009

Ujian Nasional 2009


Mungkin anda sudah bosan membaca artikel atau posting tentang ujian, apalagi ujian nasional. Banyak sudah situs maupun web yang mengulas baik secara tuntas maupun cuma setengah tuntas atau bahkan tidak tuntas sama sekali (artikel ini termasuk didalamnya). Memang pada bulan April sampai Mei, tema tentang ujian menjadi tema yang hangat dan aptudet, dan mungkin akan banyak membuat para googler dan yahooer yang tersesat, maunya cari bocoran soal ujian, tapi nyasarnya ke artikel-artikel yang tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.
Lalu bagaimana dengan artikel ini?

Yap, mungkin tidak jauh dengan yang lain. Jika mungkin anda merasa males membacanya ya tidak apa-apa, toh juga tidak berdosa. Cuma, jika berkenan, tinggalkanlah sedikit jejak kehadiran anda di komentar ataupun shoutbox, saya akan sangat berterima kasih. Jika anda merasa suka, ya silahkan dibaca dari awal hingga akhir, kalimat perkalimat, kata per kata, huruf per huruf. Jika ada yang bermanfaat, ya itu harapan saya, jika tidak bermanfaat, lupakan saja, silahkan delete informasi yang sudah terlanjur tersave di otak, atau kalau perlu diformat sekalian, agar tidak menjadi beban dan akhirnya menjadi sampah informasi tanpa arti tanpa guna.
Disini saya hanya ingin mengungkapkan uneg-uneg yang sering bikin eneg seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah yang jauh dari riuh rendahnya dan hiruk pikuknya bimbingan belajar dan les privat. Seorang guru sudah semestinya mengajar dalam arti memberikan ilmu kepada murid-muridnya sesuai dengan acuan yang sudah ditetapkan dalam kurikulum. Setiap hari seorang guru harus berteriak-teriak hingga mengeringkan tenggorokan, menguras tenaga mengeluarkan busa di depan kelas dihadapan murid-muridnya. Ya seperti itulah semestinya seorang guru, dan semua guru.
Pada akhir masa pendidikannya, setiap murid harus menempuh evaluasi yang dinmakan ujian nasional. Memang dalam evaluasi, yang boleh melakukan evaluasi adalah guru, sekolah dan pemerintah dalam hal ini disebut ujian nasional. Jadi, hemat saya tidak perlu diperdebatkan lagi tentang perlu ada atau tidak adanya ujian nasional. Itu menjadi hak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap siswa setelah menempuh jenjang pendidikan tertentu. Jika guru mau berbaik sangka, itu merupakan bentuk evaluasi terhadap guru itu sendiri, bagaimana mereka mengajar murid-muridnya. Harapannya, jika pembelajarannya baik sesuai dengan aturan yang telah ditentukan, maka hasilnya tentu akan baik (kecuali jika memang kemampuan bawaan dari siswa itu sendiri yang memang kurang). Tetapi jika guru dalam pembelajarannya juga asal-asalan, ya hasilnya pun akan jauh dari yang diharapkan. Celakanya, guru garis miring sekolah yang mengadakan pembelajaran secara asal-asalan ini akan berusaha untuk menutupi kekurangannya dengan mencari daya dan upaya secara ilegal inkonstitusional untuk mendongkrak hasil ujian nasional.
Sudah menjadi kesalahan masyarakat bahwa kualitas sekolah dan guru semata-mata hanya dilihat dari hasil dalam hal ini Ujian Nasional, bukan pada proses. Diperparah lagi keputusan pemerintah yang menjadikan hasil ujian nasional sebagai tolok ukur kelulusan siswa. Maka, sekolah akan berlomba-lomba untuk meningkatkan prosentase kelulusannya. Ada yang menggunakan cara yang jentelmen dan legal konstitusional, ada juga yang menghalalkan segala cara. Lalu ini menjadi salah siapa?
Sedikit kebanggaan seorang guru adalah jika masih dihargai dan dihormati oleh murid-muridnya. Apa yang disampaikan baik itu pelajaran maupun wejangan didengarkan. Apa yang diperintahkan dipatuhi, apa yang dilarang dijauhi. Hal tersebut akan terwujud jika guru dan sekolah berlaku jujur, salah satunya dalam pelaksanaan ujian nasional. Seorang keponakan yang sekolah di sekolah x (tentu bukan sekolah saya, sungguh) pada saat semester 2 kelas 9, hampir setiap hari hanya bermain dan nyantai saja. Jarang (sebenarnya malah tidak pernah) sekali dia belajar. Sebagai paman yang bertanggung jawab (hwuek....) tentunya mengingatkan. "mbok belajar, wong sudah kelas 9 mau ujian". Tapi jawabannya sungguh jauh dari harapan, "paling besok waktu ujian diberi tahu sama gurunya kok." ?????? Saya pun bertanya lagi "Gurumu bilang begitu?" Jawabannya "ya tidak, tapi kakak kelas yang sudah lulus bilang begitu, kalau ujian diberi jawaban oleh gurunya".
Nah, kalau sudah begini, siswa jelas tidak akan lagi punya semangat untuk belajar. Buat apa bersusah kepayahan memeras otak belajar, jika ujian diberi jawaban. Maka, sayapun cuma berpesan pada si keponakan tadi agar mau belajar, "Iya kalau gurumu bisa dan punya kesempatan untuk memberi jawaban, lha kalau tidak, pengawasan ujian dari tahun ke tahun makin ketat lho. tiwas kamu tidak belajar, jebul gurumu tidak bisa memberi jawaban, kamu mau apa hayo? Mringis kamu".
Dari cerita tersebut kemudian saya membayangkan, andaikata saya memberikan jawaban atau dipaksa memberikan jawaban Ujian Nasional, maka tidak perlu lagi ada kegiatan pembelajaran di kelas selama 6 tahun untuk SD atau 3 tahun untuk SMP dan SMA. Liburkan saja muridnya, berangkat besok waktu ujian saja. Jelas itu akan meringankan beban. Buat apa capek-capek mengajar kalau muridnya saja sudah tidak peduli dan tidak memperhatikan pelajaran. Bukan begitu? Guru berangkat kerja kalau ujian saja untuk membuatkan jawaban soal-soal ujiannya. Mengajar menjadi pekerjaan yang kontra produktif, tidak bermanfaat dan tidak ada gunanya lagi.
Lain ceritanya kalau guru dan sekolah berlaku jujur dalam pelaksanaan ujian. Guru dan sekolah hanya sebatas mengajarkan pelajarannya saja. Untuk ujian tentu harus siswa sendiri yang mengerjakan. Disini siswa akan berpikir dengan sendirinya (walaupun ada juga siswa yang tetap saja tidak berpikir) bahwa supaya lulus ujian, ya harus dapat mengerjakan soal ujian, supaya dapat mengerjakan soal ujian ya harus belajar dan memperhatikan guru waktu diajar. Dengan demikian guru akan tetap diperhatikan, didenganrkan dan dihormati.
Tentu saja pendapat saya tidak semuanya benar, karena memang kasus pendidikan di Indonesia ini masih sangat pelik mulai dari tenaga pengajar yang tidak sesuai dengan ilmunya, sarana prasarana sampai pembiayaan yang masih jauh dari cukup. Semoga Ujian Nasional pada tahun 2009 ini berjalan dengan jujur, aman dan sukses. Semoga bagi siswa yang menempuh ujian juga diberi keterangan fikiran, kemudahan dalam belajar, ketenangan hati, hingga dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan baik.

Baca terus >>

13 April 2009

Ketika Bosan Mendera


Sudah hampir sebulan ini saya tidak sempat untuk sekedar apdet blog ini. Tidak tahu kenapa, yang jelas, untuk sekedar menjenguk saja kok rasanya berat.

Memang sebagai seorang guru, terutama pada akhir tahun pelajaran, banyak sekali kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Mulai dari persiapan pelajaran tambahan bagi siswa kelas 9, memberikan pemadatan materi bagi siswa peserta olimpiade sains, rencana audit organisasi di desa, dan lain-lain-lain-lainnya. Badan sampai capek, pikiran sumpeg. Ya seperti inilah jadinya. Postingan ini sengaja saya buat sekedar untuk pengisi waktu luang saja.
Mungkin ini hanya sekedar alasan saja. Boleh dibilang begitu, karena toh saya harus cari alasan kalau tidak aktif mengapdet blog ini. Semoga nanti kalau sudah berkurang beban kerja dan pikirannya, maka sedikit pikiran bisa dituangkan melalui blog ini.
Baca terus >>

25 Maret 2009

Ketika Sepatu Menghampiri


Sepatu merupakan alas kaki yang umum digunakan untuk melindungi kaki dari berbagai macam aral yang melintang di perjalanan. Kelebihan sepatu adalah pemakaiannya yang melekat pada kaki sehingga jika dipakai dengan baik dan benar tidak akan lepas dengan sendirinya. Lain halnya, sandal sering lepas dari kaki tanpa sengaja. Sepatu juga digunakan pada suasana yang lebih formal, tampak lebih sopan dibanding menggunakan sandal, apalagi sandal jepit atau sandal kayu alias gapyak/bakiak. Lebih parah lagi kalau nyeker, persis manusia jaman purba.

Sepatu, semahal apapun harganya, dari kulit apapun asalnya (sapi, kuda, kambing, ular, harimau atau kulit pisang), sehebat apapun asesorisnya (entah dari emas, perak, perunggu atau intan berlian), tetap saja yang namanya sepatu harus dipakai di kaki. Tidak pantas jika sepatu dipakai di tangan, apalagi di kepala, tidak "nggayah" kata orang Kendal. Jangankan meletakkan sepatu di kepala, meletakkan sepatu di atas meja makan saja sudah merupakan perbuatan tercela, tidak terpuji, tidak senonoh, tidak beretika, tidak bermartabat, hanya pantas dilakukan oleh kaum jahiliyah. Untuk itu, janganlah menggunakan sepatu selain untuk alas kaki.

Bagi bangsa Arab, melempar sepatu kepada seseorang merupakan penghinaan yang sangat keji kepada orang yang dilempar. Jadi, mereka kalau sangat membenci atau sangat tidak suka kepada seseorang, akan ditunjukkan dengan melemparkan sepatu yang dipakainya ke arah orang tersebut. Ditempat kita mungkin pelemparan sepatu mungkin hanya dianggap sebagai bentuk kekesalan atau kebencian saja tanpa ada embel-embel penghinaan. Itulah yang orang tua kita bilang, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.

Pelemparan sepatu oleh bangsa Arab terhadap orang biasa mungkin sudah biasa dan banyak terjadi. Tetapi kalau yang dilempar sepatu adalah seorang presiden, apalagi presiden adi daya Amerika Serikat, tentu akan menjadi cerita yang sungguh luar biasa. Banyak media menyiarkannya selama berhari-hari menjadi headline. Kejadiannya ketika sang presiden mampir di negera jajahannya Irak, dan bersama presiden Irak mengadakan semacam konferensi pers, tiba-tiba seorang wartawan Irak dengan tiba-tiba lagi mencopot sepatunya dan melemparkannya pada sang presiden George W Bush. Karena belum kena, maka dilemparkan pula sepatu yang lain. Kali kedua inipun luput. Hebat juga sang presiden bisa mengelak lemparan sepatu.

Sang presiden mungkin malu walaupun berusaha untuk tidak menampakkannya pada wajahnya. Si wartawanpun langsung ditangkap oleh pihak kepolisian Irak atas perbuatan yang mempermalukan bangsa Irak yang tidak menghormati tamu. Tetapi banyak orang yang justru memuji keberanian sang wartawan, bahkan sebagian warga Irak mengangkatnya sebagai seorang pahlawan.

Ada juga programer game yang turut memberi dukungan pada si wartawan dengan membuat game melempar sepatu pada sang presiden. Jadi, bagi yang belum punya kesempatan melempar presiden Amerika dengan sepatu, maka dapat dilakukan melalui game. Anda juga berminat?...
Baca terus >>

10 Maret 2009

Kopi Darat dan Kebakaran


Sebenarnya postingan ini mau saya aplod kemarin-kemarin, akan tetapi karena banyak kegiatan, maka baru ini kali di aplod. Orang tua bilang lebih baik terlambat daripada telat. Pada hari Rabu, tanggal 3 Maret 2009, tanpa diduaga dan tanpa dinyana, saya ketemu seseorang yang sudah saya kenal tetapi belum pernah saya lihat secara langsung. Beliau adalah bapak Ahmad Sholeh yang sering menjadi teman ngeblog. Kebetulan beliau sedang ada tugas ke SMP 2 Brangsong, setelah ketemu ya biasa saling memandang diurutkan dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk mengenali diri masing-masing. Maka kamipun berbincang-bincang ini dan itu termasuk juga masalah ngeblog. Sebenarnya pembicaraan baru mulai hangat dan heboh, ketika tiba-tiba dengan sangat terpaksa saya harus meninggalkan beliau sehingga untuk sekedar berfoto-foto untuk di pasang pada postingan inipun menjadi terlewatkan.


Sangat disayangkan karena baru bertemu untuk kali yang pertama tetapi saya sendiri merasa kurang dapat memberikan sambutan yang baik pada beliau, untuk itu pada kesempatan ini saya minta maaf ada pak Sholeh. Saya meninggalkan beliau karena mendapat tugas dari kepala sekolah untuk mewakili beliau memberikan sumbangan kepada salah satu siswa yang baru saja mendapat musibah, rumahnya terbakar. Sepulang dari tempat kejadian, kebetulan pak Sholeh dan rombongan baru saja meninggalkan sekolah. Semoga pada kesempatan lain bisa bertemu kembali, apalagi sekarang pak Sholeh sudah tinggal di Kendal lagi.

Mengenai musibah yang menimpa murid kami, adalah Eko kelas 8B, warga desa Penjalin kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, pada hari Selasa tanggal 3 Maret 2009 jam 15.00 WIB, rumahnya dan rumah bibinya yang kebetulan berdekatan, terbakar habis tidak bersisa. Yang tersisa hanyalah kaos dan jarik yang dipakai neneknya serta celana pendek yang dikenakannya, karena kebetulan anak tersebut sedang mencari rumput tanpa baju/kaos. Harta benda habis, kambing peliharaan yang berjumlah 7 ekor tinggal tersisa 2. Sungguh memprihatinkan. Sumber kebakaran diperkirakan berasal dari hubungan pendek arus listrik. Karena lokasi yang sangat terpencil dan akses jalan yang tidak mudah, mobil pemadam kebakaran Kab. Kendal tiba di lokasi ketika rumah sudah rata dengan tanah. Maklum untuk mencapai lokasi, mobil pemadam harus berputar lewat desa Sumur yang tentu jauh, dan kondisi jalan yang lebih tepat disebut arena offroad menyebabkan perjalanan menjadi lebih lama.

Untuk sementara, Eko dan neneknya hanya tinggal di tenda darurat yang didirikan didepan rumah sisa kebakaran. Eko tinggal hanya dengan seorang neneknya yang sudah tua lagi renta. Pekerjaan neneknya hanyalah di ladang dengan luas tidak seberapa. Ibunya pergi ke Malaysia untuk mencari nafkah, tetapi sudah 3 tahun lebih tidak tedengar baik kabar maupun beritanya, apalagi kiriman uangnya. Ayahnya tidak pernah mengurusinya lagi karena sudah mempunyai istri muda. Jadi hanya dia dan neneknya saja yang ada di rumah yang terbakar tersebut. Pada pagi hari, kalau neneknya punya nasi aking, baru si Eko bisa sarapan, selebihnya entah bagaimana.

Lha iya, orang yang nasibnya sudah termasuk sangat tidak beruntung begitu kok ya kena musibah. Kok bukan para koruptor yang sudah enak bergelimang harta itu yang rumahnya terbakar. Dari kacamata manusia, ini tentu tidak adil. Tapi tentu Allah punya kehendak lain. Semoga Eko dan neneknya selalu di beri ketabahan dalam menjalani cobaan ini.
Baca terus >>

28 Februari 2009

Pamer(an) Komputer


Setiap ada pameran komputer di kota Semarang, hampir selalu saya sempatkan untuk mengunjunginya. Sebenarnya dalam hati kecil saya sangat tersiksa, betapa tidak? Dalam pameran selalu ditampilkan produk-produk baru yang lebih canggih dan lebih baik. Produsen komputer dan perlengkapannya seolah-olah tidak pernah lelah untuk berlomba membuat hasil karya yang terbaik dan bisa memenuhi apa yang diharapkan konsumen. Ketika itu, mataku hanya bisa melihat dan melihat. Hati ini ingin sekali membeli dan memiliki, tapi apa daya, kakek moyang kita dulu mengatakan "ati karep bandha cupet" (hati kepingin tetapi tidak punya uang"). Maka, kulangkahkan saja kaki ini dari stan ke stan, lihat ini lihat itu, ambil brosur di setiap stan biar kelihatan kalau sedang pilih-pilih mau beli komputer. Sering pula sekedar basa yang basi bertanya pada penjaga stan tentang ini dan itu (apalagi kalau penjaga stannya cakep, biasanya tanyanya macam-macam biar agak lama). Senang juga mendengar keterangan si penjaga stan, tapi sebenarnya ngenes juga hati ini, karena belum mampu untuk membelinya. Nasibbb....



Walaupun sakit hati, tapi setiap ada pameran komputer saya ya tidak kapok-kapok juga. Sepertinya kalau tidak mengunjungi pameran komputer seperti kalau hari raya lebaran tidak pulang kampung (lho mau sungkem sama siapa mas.. sama komputer?). Lepas dari sakit hati tadi, sebenarnya mengunjungi pameran tanpa membeli sesuatu itu tidak dapat dikatakan perbuatan sia-sia. Setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa saya ambil. Pertama, bisa cuci mata untuk menghilangkan kejenuhan menghadapi aktifitas pekerjaan sehari-hari. Kedua, saya menjadi tahu perkembangan komputer terkini, baik dari sisi teknologi maupun harganya. Sehingga banyak juga teman saya yang mau membeli komputer memerlukan sekedar nasehat, saran, dan referensi dari saya. Besar kepala juga saya dianggap seperti pakar telematika mengalahkan Roy Suryo.

Dari pameran komputer ini, saya jadi tahu perkebangan flashdisk dari yang dulu hanya 128 Mb, kemudian 256 Mb, 1 Gb, 2 Gb, 4 Gb, 8 Gb, dan pada pameran kali ini saya lihat ada flashdisk 16 Gb. Selain itu ada juga flashdisk yang dilengkapi dengan fingerprint untuk pengaman data, sehingga hanya orang-orang tertentu yang sudah dikenali sidik jarinya saja yang bisa melihat data dalam flash disk tersebut. Perkembangan notebook pun tidak luput dari pengamatan saya. Jika dulu sangat lazim notebook dengan layar 14", sekarang orang lebih suka dengan notebook dengan layar sekitar 12" walaupun dengan spek yang sama, harganya lebih mahal. Bahkan notebook mini dengan layar 7" - 10" semakin banyak penggemarnya karena alasan efektifitas dalam membawanya.

Merek notebook pun kian hari kian bervariasi. Jika dahulu kita hanya mengenal laptop dengan merek HP, Toshiba, Acer, Compaq serta Dell, sekarang kita ditawari banyak alternatif merek seperti Asus, BenQ, Zyrex, Axioo, BYON , Forsa, Lenovo, Advan dan lain-lain. Pendatang baru ini tidak mau kalah bersaing baik dari sisi harga yang lebih miring maupun teknologi yang dijejalkan ke dalamnya. Sebagai contoh BYON dengan teknologi Smart Face, yaitu fitur pengenal wajah yang memungkinkan user untuk login ke dalam notebook tanpa memerlukan penulisan password atau menyentuhkan jari pada finger print reader. Sementara produsen lain seperti Lenovo berusaha meningkatkan kemampuan baterainya hingga mampu digunakan selama 6 jam. Prosesor yang digunakan pun makin bervariasi (walaupun masih didominasi Intel), tetapi ragam jenisnya kian banyak. Prosesor core 2 duo pada notebook tentu akan menggenjot kecepatan pengolahan data secara maksimal walaupun harganya juga akan menjadi mahal. Tapi bagi yang berkantong tipispun pihak produsen juga menyediakan notebook dengan prosesor Intel Atom yang berukuran kecil dan hemat daya. Tentunya kinerjanya sebatas untuk aktifitas perkantoran, multimedia dan berinternet.

Dari pameran ke pameran, ada hal menarik yang saya amati, bahwa umumnya dengan teknologi yang sama, makin lama harganya cenderung makin menurun (kecuali untuk pameran kali ini harga sebagian besar komputer justru makin mahal karena pengaruh nilai tukar IDR terhadap USD). Tidak salah jika ketika seseorang menginginkan produk tertentu akan bilang, beli besok saja kalau harganya sudah turun. Besoknya ketika harga sudah turun, muncul teknologi yang lebih baru dan tidak jadi beli produk yang lama, menunggu produk terbaru turun harganya. Begitu seterusnya dan akhirnya malah tidak beli apa-apa. Dalam pameran ini juga tiap stan akan berusaha bersaing dengan menekan harga, sehingga tampak seperti perang harga. Ada nasehat bijak mengatakan, kalau mau beli komputer atau peralatan pendukung lainnya, beli saja saat pameran. Selain harga yang miring karena adanya persaingan antar stan, juga mempermudah pembeli memilih barang yang dikehendaki yang sesuai dengan bajetnya. Tidak perlu berkeliling kota untuk mencari dan membandingkan harga. Membeli di tempat pameran jelas lebih menguntungkan disamping bonus dan undian berhadiah yang disediakan panitia.

Dalam pameran kali ini, tidak hanya memamerkan produk baru. Jika pada pameran-pameran sebelumnya seolah-olah tabu untuk menjual komputer 2nd, sekarang beberapa stan dengan gagah berani menampilkan spek dan harga komputer-komputer 2nd (biasanya minimal kelas Pentium 3). Harga komputer baru yang melambung membuat pembeli dengan bajet mepet berpaling pada komputer 2nd. CPU dengan prosesor Pentium 4 bisa didapat dengan harga kurang dari 1 juta, sudah lebih dari cukup untuk aplikasi perkantoran, multimedia dan sekedar berinternet. Sementara CPU baru masih mematok harga dengan kisaran 2 juta. Pameran bukan hanya menjadi surganya pembeli komputer baru, tapi juga sudah mulai menjadi calon surganya pembeli komputer 2nd.

Sepeda onthel bermerek BMW

Pada pameran yang berjudul "Mega Bazar Komputer 2009" tanggal 25 Februari - 1 Maret 2009 kali ini, ada satu stan yang menurut saya nyleneh dan nganeh anehi. Stan lain memajang aneka produk teknologi komputer terbaru dan tercanggih, eee stan yang satu ini malah memajang sepeda unta yang jadul nya nggak ketulungan. Penjaga stannya pun menyesuaikan berpakaian jadul, mirip sekali seperti mandor perkebunan pada zaman kumpeni. Pemilik stan ini adalah komunitas loenpia.net. Komunitas loenpia.net adalah komunitas blogger kota Semarang dan sekitarnya. Pada pameran ini, loenpia.net ingin menebarkan virus ngeblog pada para pengunjung pameran. Acara-acara yang diadakan loenpia.net seperti pelatihan dan pengenalan blog secara privat sepanjang pameran, blog clinic, talkshow "blog monetizing" dan lomba blog.

Memang, ngeblog belum membudaya. Banyak orang yang masih berpandangan bahwa ngeblog hanyalah buang-buang waktu. Rekan bloger dari kendal, Pak Sawali, sudah sedemikian gencarnya mensosialisasikan dan juga mengajarkan membuat blog bagi komunitas guru, baik di Kendal maupun di Jawa Tengah. Tapi hasilnya ya sebatas membuat blog, tetapi tidak sampai memelihara. Jika alamat blognya dibuka, yang muncul ya cuma Hello word, sudah, tidak ada lainnya. Membuat lebih mudah dari pada memelihara. Sayapun tidak jauh berbeda, untuk mengupdate blog juga jika kumat saja. Dan yang menjengkelkan, kumatnya itu jarang tidak kumatnya yang sering. Jadi ya seperti ini blog saya, tidak begitu mbejaji kata orang, karena saya hanyalah seorang guru IPA yang tidak pinter nulis. Nah artikel ini saya tulis ketika saya sedang kumat setelah mengunjungi Mega Bazar Computer 2009 untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan loenpia.net. Semoga dewan juri yang terhormat terenyuh dengan artikel ini. Marilah berbagi cerita, berbagi pengalaman, juga berbagi ilmu lewat blog. HIDUP BLOGGER.
Baca terus >>

24 Februari 2009

Po Nari?


HEBAT... begitulah kira-kira kata yang pas untuk sikecil super sakti Ponari dari Jombang Jawa Timur. Betapa tidak, dalam 1 hari dia bisa mengobati ribuan pasien. Suatu angka yang tidak (mustahil) dilakukan oleh seorang dokter profesional sekalipun. Karena, dalam mengobati pasien, seorang dokter haruslah melalui beberapa tahapan. Dalam membuat diagnosis, maka dokter harus membuat anamnesis yang hasilnya berupa kumpulan gejala-gejala keluhan pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik, dan jika perlu melakukan permeriksaan penunjang seperti uji laboratorium, rontgen, USG dll. Hal ini tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dokter pun tidak boleh gegabah dalam melakukan diagnosis agar pengobatan yang diberikan menjadi tepat dan meminimkan efek samping dari pengobatan atau tindakan yang dilakukan oleh dokter. Dengan proses yang sedemikian panjang (khususnya untuk penyakit yang tergolong berat), tentu dokter tidak mungkin dapat melakukan pemeriksaan apalagi penyembuhan ribuan orang dalam satu hari.
Lain dokter lain pula Ponari. Untuk melakukan penyembuhan tidak perlu anamnesi, diagnosa, pemeriksaan fisik apalagi pemeriksaan penunjang. Bahkan bagi orang yang sakit parah dan tidak dapat bertemu dengan Ponari, cukup dengan menitipkan foto atau KTP pun bisa. Hanya dengan mencelupkan batu keramat yang jatuh dari langit, maka air itu bisa digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Proses pemberian obat (air yang dicelupi air) sedemikian cepat, mungkin hanya 1 detik, maka tidaklah heran kalau dalam satu hari Ponari dapat memberikan layanan pengobatan kepada ribuan pasien.
Fenomena dukun cilik Ponari ini sangat menarik, hingga diberitakan di berbagai media selama beberapa hari. Hal ini perlu menjadi pemikiran bersama, mengapa orang lebih suka berbondong-bondong dan berduyun-duyun untuk berobat ke rumah dukun Ponari dibandingkan berobat ke puskesmas, rumah sakit atau dokter. Beberapa alasan seperti yang diungkap media antara lain karena berobat di Puskesmas, rumah sakit apalagi dokter masih mahal. Pemerintah dituding belum bisa memberikan layanan kesehatan yang murah dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Pihak penjamin kesehatanpun seperti ASKES dan ASKESKIN belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal, seperti masih banyak obat yang tidak masuk daftar sehingga pasien harus membeli. Layanan kesehatan milik pemerintah yang dikatakan murahpun masih dikeluhkan oleh pasien karena layanannya yang terkesan asal-asalan (walaupun tidak semua seperti itu), berbeda jauh dengan layanan kesehatan yang dimiliki swasta walaupun tentu dengan biaya yang sangat mahal.
Selain itu, banyak juga pasien yang enggan berobat pada dokter karena rasa takut. Misalnya pasien dengan penyakit dalam, maka dokter kemungkinan besar akan melakukan operasi. Operasi merupakan salah satu cara penyembuhan yang teramat sangat menakutkan bagi sebagian besar pasien (disamping biaya operasi yang memang tidak sedikit). Sebisa mungkin mereka memilih untuk tidak dioperasi. Maka Ponarilah (mungkin) jalan keluarnya.
Hal-hal irasional memang sudah berakar dalam dalam masyarakat kita, maka pengobatan ala Ponari inipun bukanlah hal yang aneh. Banyak cara-cara penyembuhan nenek moyang bangsa kitapun sebagian besar dengan cara-cara irasional seperti cara yang dilakukan Ponari. Selain Ponari masih banyak juga dukun-dukun yang menggunakan cara pengobatan secara irasional seperti dengan menggunakan telur ayam, air, bunga-bunga, keris dan lain sebagainya. Dari sekian dukun yang beroperasi dan membuka praktek, memang tidak ada yang sefenomenal Ponari. Dukun yang didatangi pasien dengan jumlah 100 sehari itu sudah luar biasa, tetapi kalau sampai 10.000 perhari?
Mendadak Ponari berubah menjadi selebritis. Kemakmuran karena praktek Ponari mengangkat derajat dirinya, keluarganya, dan masyarakat sekitarnya. Walaupun pasien tidak ditarik biaya, kecuali memberi seikhlasnya, nyatanya Ponari menjadi milyarder cilik dadakan. Sebuah stasiun TV swasta yang mengadakan investigasi pendapatan Ponari, jika dalam satu hari ada 5.000 pasien yang berobat, masing-masing memberi Rp. 5.000, maka dalam satu hari dia mendapat Rp. 25.000.000. (Itu setara dengan gaji guru yang hampir tiap hari berteriak-teriak didepan kelas selama satu tahun). Jika dalam satu bulan beroperasi 30 hari, maka kantong ponari akan dijejali uang Rp. 750.000.000. Fantastis untuk anak sekecil itu bisa mendapat uang sebanyak itu hanya dalam satu bulan.
Kemakmuran keluarga Ponari dan masyarakat sekitar tentu ada tebusannya, hilangnya masa kanak-kanak Ponari. Seusianya masih dalam usia bermain dengan teman sebayanya. Main layang-layang, kejar-kejaran, mandi di sungai dan lain-lain. Tetapi dengan banyaknya pasien, jangankan bermain, untuk keluar rumahpun memerlukan PASPAMPON (pasukan pengamanan Ponari). Jangankan untuk bermain, untuk sekolahpun menjadi tidak ada waktu. Dalam tayangan TV terlihat jelas keletihan yang tampak di wajah Ponari ketika digendong untuk mencelupkan batu ajaibnya ke air yang dibawa pasien. Kasihan engkau Ponari....
Sebagai penutup, memang Allah SWT menciptakan penyakit, dan Ia pun tentu menciptakan obatnya. Bisa berupa obat dari dokter, obat dari jamu, dan bisa jadi dari batu sakti milik Ponari. Obat dan sejenisnya hanyalah alat, hakekatnya yang memberi kesembuhan adalah Allah. Satu hal yang perlu diingat, bahwa kesembuhan tentu karena Allah SWT. Jadi janganlah menjadi syirik dan menjadi lebih percaya karena alat penyembuhnya daripada kepada Allah. Semoga kita dijauhkan dari sifat Syirik.
Baca terus >>

14 Februari 2009

BANJIR


Sabtu malam minggu yang seharusnya menjadi malam yang romantis, berubah menjadi malapetaka. Tanggal 8 Februari 2009 jam 1.30 tengah malam, pacar lama yang tidak diundang datang dengan penuh amarah, meluluh lantakkan semua yang dilewati, menggenangi yang dikunjungi, merendam yang diapeli. Itulah banjir. Pacar lama yang beberapa tahun absen tidak berkunjung, tiba-tiba berkunjung dengan segenap kekuatannya.


Fenomena banjir sudah menjadi peristiwa yang menjadi langganan menimpa SMP 2 Brangsong. Celakanya, ketinggian banjir menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Curah hujan yang tinggi pada bulan Februari ini dituduh menjadi biang dari keladinya, jebolnya tanggul sungai Blorong di sebelah barat sekolah divonis sebagai penyebabnya, lokasi sekolah yang tidak memperhatikan ketinggian tanah dari sekitarnya (katanya yang harganya paling murah) didakwa sebagai penyebab tergenangnya, dan lain lain, dan lain lain.


Manusia cenderung menyalahkan lingkungan, menyalahkan alam, tanpa mau menyalahkan dirinya sendiri. Ebiet G Ade pun menyindir bahwa alam telah bosan bersahabat dengan kita. Ya tentu karena sifat manusia itu sendiri sehingga alamun ogah bersahabat dengan kita. Lihat saja beberapa perilaku manusia yang cenderung menyiksa dan memperkosa alam:

  1. Penebangan hutan secara membabi buta (untung tidak ditambah tuli), menyebabkan penyerapan air oleh tanah menjadi berkurang dan air langsung mengalir ke bagian yang lebih rendah. Volume air yang diatas tanah ketika terjadi hujan menjadi meningkat.
  2. Penutupan tanah oleh aspal, beton, cor, rumah-rumah juga berakibat sama seperti nomor 1.
  3. Pembuangan sampah di aliran sungai menyebabkan penyumbatan-penyumbatan dan pendangkalan aliran sungai yang memberi sumbangan yang cukup besar untuk terjadinya banjir
  4. Penggunaan sumber energi fosil (minyak bumi) yang menghasilkan polutan serta penggunaan bahan-bahan perusak ozon yang menyebabkan pemanasan global dan berubahnya perilaku iklim.
  5. dan lain-lain.

Dari gambaran diatas, jelaslah bahwa sebenarnya, bencana itu tidak lepas dari perilaku manusia itu sendiri. Maka dari itu, marilah kita mulai mengoreksi diri untuk lebih bersahabat dengan alam. jika kita mau bersahabat, tentu alampun akan sebaliknya. Menjadi alam yang aman dan nyaman jauh dari bencana. Amin.

Baca terus >>

30 Januari 2009

Kencing Seribu


Membuang air kecil alias kencing sudah merupakan keharusan, yang kadang tidak dapat direncanakan. Dalam keadaan normal, setiap orang mengeluarkan 1,5 liter air atau 4-5 kali buang air kecil, walaupun juga tergantung dari banyaknya air yang diminum, kegiatan yang dilakukan dan kekuatan otot kandung kemih menahan air. Kalau sedang di rumah, tentu itu bukan menjadi suatu masalah, tetapi ketika diluar rumah tentu menjadi masalah aplagi ketika disekitar tidak ada tempat untuk membuang air tersebut. Padahal, menahan buang air kecil tentu bukan tindakan bijak, selain tidak nyaman, tentu juga akan mengganggu kesehatan. Jika membuang sembarangan, juga bukan tindakan yang pantas, selain faktor kesehatan, juga secara etika sangat tidak sopan, apalagi di tempat terbuka. (kecuali anak kecil tentunya).
Tempat-tempat umum sudah biasa menyediakan WC umum sebagai sarana membuang air. Didepan pintu, umumnya disediakan kotak kebersihan, umumnya Rp. 1.000 per buang air, walaupun adajuga yang gratis. Bahkan di sebuah kota Musiri, India, buang air kecil malah dibayar. Di tempat kita, umumnya dana kebersihan itu digunakan untuk membayar langganan air dan membayar petugas kebersihan. Kadang kita berpikiran, buang air saja kok bayar, sepertinya tidak ikhlas dengan uang seribu yang kita masukkan. Ya.. itulah sifat manusia yang masih ditempeli oleh sifat kikir, sulit untuk ikhlas.
Sebenarnya, ketika kita selesai membuang air kecil, terdapat kenikmatan yang sungguh luar biasa (walaupun masih dibawah kenikmatan ketika menggauli suami/istri kita). Perut (baca: kandung kemih) yang tadinya penuh dengan air, setelah buang air kecil akan kosong kembali. Lega.. dan terasa nyaman. Nikmat yang diberikan Allah SWT ini, tentunya harus kita syukuri, salah satunya dengan mensedekahkan uang seribu rupiah kita sekedar untuk kebersihan dan membantu langganan PDAM.
Seribu rupiah yang kita berikan, sungguh jauh lebih murah dari kenikmatan yang kita terima. Bayangkan andai kata anda tidak bisa buang air kecil, baik karena adanya batu, infeksi pada saluran kencing, pembesaran prostate atau sebab yang lain (semoga tidak terjadi pada anda), biaya yang harus anda keluarkan untuk bisa mengeluarkan air kencing ini tentu berkali-kalinya seribu rupiah. Belum rasa sakit yang dirasakan, tentu akan menjadi siksaan tersendiri yang belum akan hilang sebelum ada penanganan hingga si air kencing ini bisa keluar.
Untuk itu, marilah kita syukuri setiap tetesan air kencing yang keluar, kita iklaskan uang seribu yang kita masukkan ke kotak di depan WC-WC umum. Karena itulah salah satu kenikmatan Allah SWT yang diberikan kepada kita.
Baca terus >>